Masalah Kesehatan? Xi Minta Ruang Istirahat di Gedung Putih, Hanya Peng Liyuan yang Boleh Masuk 

EtIndonesia.com Kondisi kesehatan pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Jinping telah lama menjadi perhatian publik. Menurut informasi yang beredar, selama kunjungan Xi ke Amerika Serikat pada September lalu, pihak Tiongkok mengajukan permintaan yang tidak biasa terkait pengaturan jadwal kunjungan. Beijing meminta pihak AS menyediakan lebih banyak waktu istirahat pribadi bagi Xi, bahkan meminta agar sebuah ruang istirahat khusus disediakan di Sayap Barat Gedung Putih. Ruangan tersebut disebut hanya boleh dimasuki oleh Peng Liyuan untuk mendampingi Xi.

Xi melakukan kunjungan kenegaraan ke AS pada 23–25 September. Pada 23 September, Xi dan istrinya, Peng Liyuan, tiba di Pangkalan Udara Andrews di Washington. Video yang beredar di internet menunjukkan wajah Xi tampak sembab dan sangat lelah. Langkahnya juga terlihat tidak stabil dan tubuhnya beberapa kali bergoyang ke kiri dan kanan, sehingga ia harus dibantu Peng Liyuan saat menuruni tangga. 

Wall Street Journal melaporkan pada 2 Oktober, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut, bahwa pengaturan jadwal kunjungan Xi kali ini berbeda dari kunjungan kenegaraan pada umumnya.  Pihak Tiongkok meminta AS menyediakan sebuah “ruang istirahat” pribadi di Sayap Barat Gedung Putih agar Xi yang berusia 73 tahun dapat beristirahat di sela-sela kegiatan. Hanya Peng Liyuan yang diizinkan mendampinginya. Anggota delegasi Tiongkok lainnya tidak diperbolehkan menggunakan ruangan tersebut, termasuk Kepala Staf Xi, Cai Qi.

Menurut sumber tersebut, pejabat Beijing memberi tahu pihak AS bahwa mereka menginginkan Xi memiliki lebih banyak waktu untuk beristirahat selama kunjungan. Akibatnya, dalam kunjungan yang hanya berlangsung dua hari, agenda pertemuan puncak memiliki jeda waktu sekitar lima jam.

Selain itu, pihak Tiongkok tidak menjadwalkan kegiatan apa pun untuk Xi pada malam kedatangannya. Pada hari terakhir kunjungan, 25 September, Xi hanya menghabiskan sekitar 10 menit di Arsip Nasional AS, jauh lebih singkat dibandingkan rencana awal yang disusun pihak AS.

Video yang beredar di internet pada hari itu menunjukkan bahwa ketika kedua kepala negara menaiki tangga Arsip Nasional, Xi dibantu Peng Liyuan baik saat naik maupun turun tangga. Xi tampak mengandalkan tubuh Peng sebagai penopang, sementara Trump, yang bahkan lebih tua darinya, terlihat melangkah dengan sangat santai.

Menurut Wall Street Journal, sekitar satu bulan sebelumnya, tim pendahulu Xi Jinping juga membatalkan rencana makan siang kerja bersama Presiden AS Donald Trump yang semula dijadwalkan pada 24 September. Sebagai perbandingan, ketika Trump mengunjungi Beijing pada Mei tahun ini, keduanya sempat menikmati makan siang kerja bersama di Zhongnanhai.

Sumber yang mengetahui masalah tersebut juga mengatakan bahwa di balik berbagai upacara dalam kunjungan kenegaraan, tim Tiongkok harus mempertimbangkan kemampuan fisik Xi Jinping ketika menyusun jadwal, termasuk berapa lama ia mampu berdiri, seberapa jauh ia dapat berjalan, dan kapan ia perlu berhenti untuk beristirahat.

Dennis Wilder, mantan Direktur Senior Urusan Tiongkok di Dewan Keamanan Nasional AS, pernah membantu mengatur tiga kunjungan kenegaraan pada masa pemerintahan George W. Bush. Ia mengatakan, “Kami tidak pernah melakukan hal seperti ini (menyediakan ruang istirahat). Ini sangat tidak biasa.” Ia juga menunjukkan bahwa waktu pembicaraan substantif antara kedua pemimpin tersebut “sangat singkat dan mengejutkan.”

Sementara itu, pada Mei tahun ini, ketika Trump yang kini berusia 80 tahun mengunjungi Tiongkok, timnya menjadwalkan kegiatan kepresidenan selama dua hari. Menurut ringkasan agenda pertemuan puncak yang diterbitkan pemerintah AS, Trump menggunakan waktu luangnya untuk melakukan wawancara dengan Fox News.

Sebelum kunjungan Xi ke AS, kondisi kesehatannya memang telah menjadi bahan pertanyaan publik. Pada awal September, Xi mengunjungi New Delhi, India, untuk menghadiri KTT BRICS, tetapi ia juga tidak menghadiri jamuan makan malam para pemimpin negara.

Wall Street Journal pada 18 September mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut dan melaporkan bahwa Xi memang tidak menghadiri jamuan makan malam para pemimpin BRICS di India karena mengalami gangguan kesehatan. Menteri Luar Negeri PKT Wang Yi menggantikannya dalam acara tersebut.

Setelah kembali ke Tiongkok pada 13 September, Xi tidak muncul di depan publik selama beberapa hari. Hal tersebut pada saat itu telah memicu berbagai spekulasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, beredar berbagai rumor mengenai kondisi kesehatan Xi Jinping, termasuk dugaan bahwa ia pernah mengalami stroke, menderita tumor otak, sirosis hati, hingga menjalani operasi secara diam-diam.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Terlalu Banyak Kegiatan Bisa Membebani Anak, Saatnya Menata Ulang Jadwal Mereka

Jadwal yang penuh tidak selalu berarti masa kanak-kanak yang penuh pengalaman jika hal itu justru menyisakan sedikit waktu untuk kehidupan keluarga yang paling berarti Annie...

Jangan Terjebak Lautan Nasihat Parenting, Percayalah pada Naluri Anda

Setiap orang, bahkan bibi mereka di Instagram, punya pendapat tentang cara membesarkan anak. Namun, tidak ada yang mengenal anak Anda seperti Anda sendiri Walker Larson Si...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine