Pemerintah AS akan Mencabut Kewarganegaraan 40 Orang, Termasuk Seorang Pria Tionghoa yang Mengumpulkan Informasi Tentang Falun Gong

EtIndonesia.com Pada Senin (5/10/2026), Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengumumkan bahwa pihaknya telah mengajukan gugatan pencabutan kewarganegaraan terhadap 40 warga negara hasil naturalisasi di sejumlah pengadilan federal di seluruh AS. Salah satunya adalah pria keturunan Tionghoa berusia 61 tahun bernama Li Ping, yang dituduh telah lama mengumpulkan informasi bagi pemerintah Partai Komunis Tiongkok (PKT) mengenai para pembangkang Tiongkok, praktisi Falun Gong, dan kelompok lainnya.

Pada hari yang sama, Departemen Kehakiman AS menerbitkan siaran pers di situs resminya yang menyatakan bahwa gugatan pencabutan kewarganegaraan telah diajukan terhadap 40 warga negara hasil naturalisasi di berbagai pengadilan federal di seluruh negeri. Kasus-kasus tersebut berlangsung antara 21 Agustus hingga 2 Oktober 2026. Ini merupakan tindakan pencabutan kewarganegaraan terbesar dalam satu periode sejak pemerintahan Trump mulai menjabat.

Departemen Kehakiman menuduh orang-orang tersebut terlibat dalam kejahatan serius atau penipuan imigrasi sebelum maupun setelah memperoleh kewarganegaraan AS, termasuk menyembunyikan catatan kriminal, menggunakan identitas palsu, pernikahan palsu, kejahatan keuangan dan pajak, serta melakukan kegiatan spionase untuk pemerintah asing.

Dari 40 orang tersebut, dua pria keturunan Tionghoa menjadi perhatian. Salah satunya adalah Li Ping, 61 tahun, yang dituduh telah lama bekerja untuk Kementerian Keamanan Negara PKT (MSS). 

Departemen Kehakiman menyatakan bahwa sejak sekitar 2012, Li Ping mengikuti instruksi pejabat keamanan nasional PKT untuk mengumpulkan informasi mengenai pembangkang Tiongkok, aktivis demokrasi, anggota Falun Gong, serta organisasi nonpemerintah yang beroperasi di AS, kemudian menyerahkan informasi tersebut kepada pemerintah PKT.

Li Ping juga dituduh memperoleh informasi sensitif dari sebuah perusahaan telekomunikasi besar AS tempatnya bekerja serta sebuah perusahaan teknologi informasi internasional. 

Pada 24 Juli 2024, Departemen Kehakiman AS mengumumkan bahwa seorang pria keturunan Tionghoa asal Florida, Ping Li, didakwa bertindak sebagai agen pemerintah Tiongkok tanpa mendaftarkan diri kepada Departemen Kehakiman AS. (Kantor Sheriff Pinellas County)

Pada Agustus 2024, Li Ping mengaku bersalah karena bertindak sebagai agen pemerintah PKT tanpa terlebih dahulu memberitahukan Departemen Kehakiman AS. Berdasarkan hal tersebut, Departemen Kehakiman meminta agar status kewarganegaraan hasil naturalisasinya dicabut.

24 Juli 2024, Departemen Kehakiman AS mengumumkan dakwaan terhadap Li Ping, pria keturunan Tionghoa dari Florida, karena bertindak sebagai agen PKT tanpa mendaftarkan diri kepada Departemen Kehakiman AS. (Pinellas County Sheriff’s Office)

Li Ping berimigrasi dari Tiongkok daratan ke AS lebih dari 30 tahun lalu dan kemudian menjadi warga negara AS. Ia menetap di Florida. Ia memperoleh dua gelar magister di bidang matematika serta ilmu komputer dari University of South Florida. 

Sejak 1998, ia bekerja sebagai insinyur perangkat lunak di Verizon Business. Pada 2018, ia pindah ke perusahaan teknologi informasi India, Infosys Ltd., dan bekerja sebagai insinyur perangkat lunak.

Pada Senin, Departemen Kehakiman AS menyatakan telah mengajukan gugatan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Tengah Florida guna mencabut kewarganegaraan Li Ping, dengan alasan bahwa ia melanggar Pasal 371 dan Pasal 951(a), Bab 18 Kitab Undang-Undang Amerika Serikat.

Departemen Kehakiman menyatakan bahwa tindakan Li Ping menjadi bukti awal bahwa ketika dinaturalisasi sebagai warga negara AS, ia tidak memiliki keyakinan terhadap prinsip-prinsip Konstitusi AS dan tidak menginginkan ketertiban serta kesejahteraan Amerika Serikat. Oleh karena itu, pemerintah AS mengajukan gugatan dengan satu dakwaan untuk mencabut status kewarganegaraan hasil naturalisasinya.

Ini berarti setelah menjalani masa hukumannya di penjara, Li Ping akan dideportasi kembali ke Tiongkok. Sebelumnya, Li Ping telah dijatuhi hukuman empat tahun penjara karena bertindak sebagai agen pemerintah asing.

Li Ping Memberikan Informasi kepada Keamanan Nasional PKT Selama Lebih dari Satu Dekade

Menurut dokumen kesepakatan pengakuan bersalah setebal 21 halaman yang diperoleh The Epoch Times, ketika diperiksa oleh Biro Investigasi Federal (FBI), Li Ping pada awalnya menyangkal memiliki hubungan dengan seorang pejabat keamanan nasional PKT dari Wuhan, Provinsi Hubei, serta menyangkal telah memberikan informasi. Namun setelah FBI menunjukkan bukti kepadanya, ia mengakui telah melakukan pertukaran informasi, termasuk memberikan data keamanan jaringan internal perusahaan tempatnya bekerja.

Sejak 2012, Li Ping beberapa kali kembali ke Tiongkok dan bertemu dengan pejabat keamanan nasional PKT. Ia juga mengumpulkan informasi berdasarkan instruksi mereka, termasuk mengenai aktivitas praktisi Falun Gong, informasi bisnis perusahaan-perusahaan AS, serta mekanisme operasional organisasi non pemerintah (NGO). Dalam komunikasi dengan aparat keamanan nasional tersebut, Li Ping menggunakan akun email palsu untuk menyembunyikan jejaknya.

Pada 2017 dan 2022, atas permintaan keamanan nasional PKT, Li Ping memberikan materi pelatihan keamanan jaringan dari perusahaan tempatnya bekerja. Ia juga diminta membantu melacak seseorang yang disebut-sebut melarikan diri dari Tiongkok ke AS dan masuk dalam daftar buronan internasional Tiongkok.

Pengacara pembelanya, Daniel Fernandez, mengatakan kepada media lokal Tampa Bay Times bahwa Li Ping dan pejabat keamanan nasional tersebut merupakan teman masa kecil. Hubungan mereka pada awalnya hanya berupa percakapan santai, tetapi secara bertahap Li Ping “terseret masuk”. Li Ping kemudian khawatir bahwa jika berhenti memberikan informasi, dirinya dan keluarganya mungkin akan mengalami bahaya.

Menurut laporan, ibu Li Ping yang sudah lanjut usia masih berada di Tiongkok daratan.

Mengumpulkan Informasi tentang Gugatan Praktisi Falun Gong terhadap Pejabat Tinggi PKT di Luar Negeri

Pada 12 Agustus 2012, aparat keamanan nasional PKT mengirim email kepada Li Ping: “Bisakah Anda membantu mencari tahu perkembangan terbaru mengenai rencana praktisi Falun Gong untuk mengajukan gugatan terhadap pejabat Tiongkok (PKT)? Juga perkembangan terbaru para aktivis demokrasi. Siapa saja yang Anda kenal? Mohon berikan nama, latar belakang, dan informasi lainnya.”

Pada saat itu, Aliansi Global untuk Mengadili Jiang Zemin sedang mendorong proses hukum terhadap mantan pemimpin PKT Jiang Zemin dan lebih dari 30 pejabat tinggi PKT lainnya.

Pada 18 Agustus, Li Ping membalas pejabat keamanan nasional tersebut dan sekaligus memberikan informasi pribadi seorang praktisi Falun Gong yang tinggal di St. Petersburg, Florida. Li mengatakan kepada aparat bahwa orang tersebut adalah seorang pengacara di Florida, pernah menulis artikel untuk publikasi Falun Gong, dan pernah meminjamkan buku-buku Falun Gong kepada istri Li.

Dalam surat dakwaan disebutkan, “Karena gagasan yang dianut Falun Gong dianggap oleh pemerintah Republik Rakyat Tiongkok sebagai pemikiran subversif, pemerintah Tiongkok (PKT) memiliki ketertarikan khusus terhadap praktisi Falun Gong di dalam maupun luar negeri.”

Pada 23 Agustus, aparat keamanan nasional berterima kasih kepada Li atas informasi mengenai pengacara di Florida tersebut dan meminta informasi lebih lanjut:

“Jika ada kesempatan, silakan berhubungan dengan komunitas Tionghoa setempat dan perhatikan aktivitas para aktivis demokrasi menjelang Kongres Nasional ke-18 (PKT). Pada saat yang sama, perhatikan pula apakah orang-orang yang Anda kenal bekerja di CIA atau FBI.”

Li menjawab, “Saya akan mengawasinya dengan saksama.”

Pada 27 April 2013, aparat keamanan nasional meminta Li memberikan informasi mengenai dua penulis asal Israel yang menulis buku-buku terkait Falun Gong. Pada 29 April, Li Ping memberikan informasi publik mengenai kedua penulis tersebut dan akun media sosial mereka.

Pada 15 September 2014, pejabat keamanan nasional meminta Li Ping memberikan informasi mengenai seseorang yang berasal dari Hubei, Tiongkok. Mereka juga memberikan latar belakang pribadi orang tersebut, termasuk alamat rumahnya di California, nomor telepon, serta merek dan model kendaraannya. Pejabat keamanan nasional mengatakan bahwa orang tersebut terlibat dalam kegiatan Falun Gong dan pernah melakukan aksi protes di depan konsulat PKT di California.

Pada hari yang sama, Li Ping melaporkan informasi mengenai orang tersebut kepada aparat keamanan nasional. Pada 17 September, Li melakukan pencarian tambahan di internet dan mengirimkan hasilnya kepada pejabat keamanan nasional tersebut.

Memberikan Informasi Sensitif dari Dua Perusahaan Tempatnya Bekerja kepada Keamanan Nasional PKT

Pada 2015, Li Ping juga memberikan informasi mengenai perusahaan tempatnya bekerja kepada aparat keamanan nasional PKT.

Pada Maret 2017, seorang pejabat keamanan nasional PKT meminta Li Ping memberikan panduan program pelatihan keamanan jaringan. Pada April tahun yang sama, Li membalas bahwa ia telah mengunggah materi tersebut ke sebuah akun daring yang digunakan bersama oleh dirinya dan pejabat keamanan nasional tersebut. Ia juga meminta pejabat itu menghapus materi setelah membacanya.

Pada 2021, seorang pejabat PKT mengirim email kepada Li Ping dan meminta informasi mengenai serangan siber “SolarWinds” yang menargetkan perusahaan-perusahaan AS, termasuk “serangan siber besar-besaran oleh pemerintah Tiongkok (PKT) terhadap sebuah perusahaan besar AS”. Li disebut memberikan informasi mengenai respons pemerintah AS terhadap serangan tersebut hanya dalam waktu empat hari.

Pada Maret 2022, Li Ping mengirimkan informasi mengenai perusahaan tempatnya bekerja yang baru kepada pejabat tersebut, termasuk materi pelatihan keamanan jaringan.

Li Ping Mengakui Bertindak sebagai Agen Pemerintah PKT

Pada 20 Juli 2024, Li Ping ditangkap. Pada 19 Agustus tahun yang sama, Li Ping mengaku bersalah di pengadilan Florida atas tuduhan “berkonspirasi untuk bertindak sebagai agen asing”, yakni bertindak sebagai agen pemerintah PKT tanpa terlebih dahulu memberitahukan Jaksa Agung AS.

Pada 25 November, Li Ping dijatuhi hukuman empat tahun penjara dan denda sebesar US$250.000.

Dalam memorandum hukuman, jaksa mengatakan: “Selama lebih dari satu dekade, terdakwa dengan sengaja bekerja sama dengan sebuah badan intelijen asing yang bermusuhan dan berkomitmen untuk merusak keamanan nasional Amerika Serikat. Kegiatan intelijen Tiongkok (PKT) secara luas dianggap sebagai salah satu ancaman jangka panjang terbesar terhadap keamanan nasional, kekayaan intelektual, dan vitalitas ekonomi Amerika Serikat.”

Asisten Jaksa AS Daniel Marcet mengatakan di pengadilan bahwa hukuman penjara yang diterima Li Ping “sangat penting untuk mengirimkan pesan yang jelas dan tegas kepada agen asing yang beroperasi secara rahasia di Amerika Serikat: kalian akan ditangkap dan akan menghadapi konsekuensi serius atas tindakan kalian”.

Saat berdiri di ruang sidang untuk menerima putusan, Li Ping berkata dengan suara bergetar:

“Saya menyesali semua yang telah saya lakukan. Saya merasa sangat bersalah kepada Amerika Serikat yang sangat saya cintai.”

Li Ping mengatakan bahwa pada saat itu ia tidak mengetahui bahwa tindakannya melanggar hukum AS.

“Sekarang, ketika mengingat kembali semuanya, saya menyadari betapa bodoh dan tidak berpengetahuannya saya pada saat itu,” katanya.

Namun, hakim ketua Steven D. Merryday tidak menerima pernyataan Li Ping tersebut.

“Saya harus mengatakan satu hal: Anda sangat beruntung karena Anda tidak berdiri di pengadilan negara yang Anda bantu,” kata hakim kepada Li Ping. “Karena Anda tahu, di pengadilan negara yang sangat absurd bernama Republik Rakyat Tiongkok itu, putusan seperti apa yang akan Anda terima.”

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Terlalu Banyak Kegiatan Bisa Membebani Anak, Saatnya Menata Ulang Jadwal Mereka

Jadwal yang penuh tidak selalu berarti masa kanak-kanak yang penuh pengalaman jika hal itu justru menyisakan sedikit waktu untuk kehidupan keluarga yang paling berarti Annie...

Jangan Terjebak Lautan Nasihat Parenting, Percayalah pada Naluri Anda

Setiap orang, bahkan bibi mereka di Instagram, punya pendapat tentang cara membesarkan anak. Namun, tidak ada yang mengenal anak Anda seperti Anda sendiri Walker Larson Si...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine