Dua Pejabat Tak Muncul Setelah Latihan Wabah Antara Tiongkok dan Rusia, Akankah Epidemi Seperti di Wuhan Terjadi lagi?

EtIndonesia.com Beberapa waktu lalu, muncul laporan mengenai seorang wanita yang meninggal dalam sebuah insiden yang diduga berkaitan dengan pes paru-paru di sebuah lembaga penelitian dan pencegahan pes di Siberia, Rusia. 

Beberapa minggu sebelum insiden tersebut, Tiongkok dan Rusia baru saja mengadakan “Latihan Darurat Gabungan Tiongkok-Rusia 2026 untuk Menangani Wabah Penyakit Menular Lintas Batas”, yang mencakup skenario masuknya pes dari luar negeri serta penanganan bersama lintas batas.

Latihan tersebut digelar pada 24–27 Agustus tahun ini di Kota Fuyuan. Chen Lei, Wakil Direktur Divisi Penanganan Darurat pada Biro Nasional Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok, hadir dan memberikan pidato penutup. Pejabat lainnya adalah Wakil Direktur Komisi Kesehatan Provinsi Heilongjiang sekaligus Direktur Biro Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Fang Qingwei; anggota Komite Tetap Komite Partai Kota Jiamusi sekaligus Sekretaris Partai Kota Fuyuan, He Dahai; serta Direktur Institut Penelitian dan Pencegahan Pes Irkutsk, Rusia, Sergey Balakhonov, juga hadir dan menyampaikan pidato.

Sejumlah warganet di Tiongkok daratan menunjukkan bahwa setelah latihan tersebut berakhir, Chen Lei dan He Dahai tidak lagi muncul di depan publik.

Pada awal Oktober, muncul kabar bahwa seorang staf wanita yang bekerja di institut penelitian dan pencegahan pes di wilayah Irkutsk telah meninggal dunia. Otoritas kesehatan Rusia menggambarkan penyebab kematiannya sebagai “pneumonia yang tidak diketahui penyebabnya”, sementara media lokal melaporkan bahwa ia diduga terinfeksi pes paru-paru.

Peristiwa tersebut mengingatkan publik pada masa menjelang merebaknya COVID-19 di Wuhan pada 2019, ketika Tiongkok juga pernah mengadakan latihan tanggap darurat untuk “virus corona jenis baru.”

Pada 18 September tahun itu, Bea Cukai Wuhan mengadakan latihan penanganan darurat di Bandara Internasional Tianhe, dengan simulasi penemuan “satu kasus infeksi virus corona jenis baru”. Latihan tersebut mencakup penyelidikan epidemiologis, karantina dan observasi, serta pemindahan pasien. Beberapa bulan kemudian, wabah COVID-19 merebak di Wuhan.

Kemiripan antara kedua peristiwa tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai apakah sejarah kembali terulang.

Menyelundupkan Chip Militer AS ke Tiongkok Daratan, 10 Warga Taiwan Didakwa

Pada 7 Oktober, jaksa Taiwan mengumumkan bahwa 10 warga Taiwan didakwa karena dituduh menggunakan dokumen palsu untuk memperoleh chip industri pertahanan AS yang dibatasi, kemudian menyamarkan negara asal barang sebelum mengekspornya kembali ke Tiongkok daratan dan Hong Kong untuk digunakan dalam pembuatan senjata militer.

Dalam surat dakwaan, jaksa mengatakan bahwa penggunaan akhir chip tersebut secara ilegal tampaknya terkait dengan perusahaan industri pertahanan PKT. Chip-chip tersebut digunakan untuk memproduksi senjata presisi, yang disebut “membantu meningkatkan kekuatan militer PKT dan menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan nasional Taiwan.”

Menurut surat dakwaan, chip tersebut dapat digunakan untuk keperluan militer, termasuk penerima radar, perangkat pengintaian elektronik dan pengacau sinyal, bahkan rudal dan radar.

Kesepuluh terdakwa tersebut pada akhir September didakwa atas sejumlah tindak pidana, termasuk penipuan, pemalsuan dokumen, dan pencucian uang. Jaksa menuntut hukuman penjara 10 tahun bagi tersangka utama bermarga Chen, sementara terhadap terdakwa lainnya jaksa menuntut hukuman antara 1 hingga 8 tahun penjara.

INSPIRASI ERABARU

Bukan Sekadar Sensasi Terbakar, Makanan Pedas Punya Sejumlah Manfaat bagi Tubuh

Makanan pedas sering digambarkan sebagai makanan yang “panas”, dan hal ini mungkin berkaitan dengan pengaruhnya terhadap tubuh.Ahli gizi Barat akan menjelaskan bahwa cabai bekerja...

Mengapa Anak Perempuan (Memang Sepantasnya) Menyukai Cinderella

Jauh sebelum kisahnya dilengkapi sepatu kaca dan ibu peri, Cinderella telah mengisahkan keberanian, keadilan, dan keluhuran budi.Walker LarsonSaya dan istri mengizinkan putri kami menonton...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine