Pesawat Tempur Militer Tiongkok Ditempatkan di Pangkalan Laos, Semenanjung Indochina Terancam Bergejolak

Citra satelit terbaru menunjukkan bahwa pesawat serang ringan dan kendaraan pendukung telah ditempatkan di Pusat Militer Ban Keun, fasilitas yang baru diresmikan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan Laos.

Fasilitas yang dikemas sebagai pusat pelatihan ini memungkinkan militer PKT untuk pertama kalinya menancapkan pijakan bagi kekuatan udara garis depan di Asia Tenggara. Model baru berupa “ekspansi dengan kedok pelatihan” ini berpotensi mengubah secara mendasar peta politik Asia Tenggara dan membuat berbagai negara meningkatkan kewaspadaan.

EtIndonesia.com Pada akhir September, PKT mengumumkan pembentukan pusat pelatihan militer gabungan di Laos. Pengumuman tersebut memicu perhatian terhadap strategi pembangunan kehadiran militer Tiongkok di luar negeri. Citra satelit terbaru menunjukkan bahwa pesawat serang ringan dan kendaraan militer telah muncul di fasilitas pelatihan gabungan tersebut.

Menurut laporan Reuters pada 6 Oktober, gambar yang diambil pada 30 September oleh penyedia citra satelit komersial Vantor memperlihatkan delapan pesawat dan lebih dari 24 kendaraan pendukung di landasan pacu yang masih dalam tahap pembangunan di Ban Keun, Provinsi Vientiane, Laos, sekitar 50 kilometer di sebelah utara ibu kota Vientiane. Pekerjaan konstruksi berskala besar juga terlihat di sekitar landasan pacu.

Para analis keamanan menilai pesawat-pesawat dalam gambar tersebut merupakan pesawat serang ringan K-8.

“Peralatan instrumen pesawat-pesawat ini relatif sederhana. Kemampuan pesawat serang ringannya mungkin tidak terlalu mengesankan, dan kemampuan tempurnya juga belum tentu kuat,” kata Mark, pembawa acara saluran militer Mark Space-Time.

“Namun, dalam kondisi Laos yang pada dasarnya tidak memiliki pesawat tempur, saya yakin K-8 tetap dapat digunakan sebagai pesawat serang ringan. Ini mungkin merupakan solusi alternatif. Di satu sisi, cara ini dapat menyamarkan tujuan sebenarnya, sementara di sisi lain memungkinkan Laos memiliki kekuatan udara sendiri,” ujarnya. 

Meskipun pesawat K-8 yang ditempatkan saat ini terutama berfungsi untuk melatih pilot dan memberikan dukungan serangan darat dasar, perluasan landasan pacu serta pembangunan fasilitas pendukung menunjukkan bahwa bandara tersebut berpotensi menampung pesawat angkut yang lebih besar, pesawat pengintai, bahkan pesawat tempur garis depan pada masa mendatang.

“Fasilitas ini tidak hanya dapat digunakan oleh Laos sendiri. Pada masa mendatang, Tiongkok juga dapat memanfaatkannya dengan alasan tertentu. Hal itu akan sangat membantu kemampuan proyeksi kekuatan udara PKT,” kata Su Tzu-yun, Direktur Divisi Strategi dan Sumber Daya di Institut Penelitian Pertahanan dan Keamanan Nasional Taiwan.

Saat ini, selain pangkalannya di Yunnan, wilayah daratan Tiongkok, serta pangkalan di pulau-pulau buatan di Laut Tiongkok Selatan, Tiongkok kini menancapkan pijakan di lokasi strategis di tengah Semenanjung Indochina. Dengan demikian, terbentuklah sebuah segitiga strategis: Yunnan di bawah Komando Teater Selatan, Laut Tiongkok Selatan, dan Laos. Inilah arti strategis terbesar dari perkembangan tersebut.”

Meskipun kedua negara secara resmi menyebut fasilitas itu sebagai “Pusat Dukungan dan Pelatihan Gabungan” serta “Akademi Penerbangan”, ditinjau dari geografi militer, spesifikasi infrastruktur, dan pola perkembangan pangkalan luar negeri pada umumnya, Bandara Ban Keun memiliki kondisi yang sangat mendukung untuk menjalankan misi intelijen.

“Karena Tiongkok tidak memiliki banyak pangkalan di luar negeri, setelah pesawatnya melewati garis pulau pertama, biasanya pesawat harus kembali ke pangkalan. Akibatnya, fleksibilitas operasionalnya sangat terbatas. Itulah mengapa inisiatif ini penting,” ujar Su Tzu-yun. 

Fasilitas tersebut akan dikemas sebagai bentuk bantuan untuk melatih angkatan udara Laos. Namun, seiring berjalannya waktu, penggunaannya tentu dapat diperluas, termasuk melalui perpanjangan landasan pacu. Dengan kata lain, Tiongkok menerapkan pendekatan bertahap: memperluas kehadirannya sedikit demi sedikit.”

Para pengamat menunjukkan bahwa lokasi pangkalan tersebut berada di jantung Semenanjung Indochina. Jangkauan operasinya berpotensi mencakup wilayah utara Thailand, bagian barat Vietnam, serta perbatasan Myanmar. Hal ini memungkinkan pemantauan situasi udara secara langsung di kawasan subregional Mekong.

Zhou Ziding, seorang pakar intelijen militer, mengatakan: “Gambar satelit saat ini memperlihatkan keberadaan helikopter dan kendaraan di fasilitas tersebut. Ini menunjukkan bahwa pangkalan militer itu mulai dioperasikan secara bertahap dan telah memasuki tahap uji coba serta latihan bersama. Tujuan utamanya adalah memperluas pengaruh PKT di Asia Tenggara.

Mengapa Laos yang dipilih? Karena hubungan Laos dengan Tiongkok selama ini sangat erat, baik dalam bidang ekonomi, politik, maupun militer. Bagi negara yang relatif lemah seperti Laos, Tiongkok lebih mudah membangun fasilitas militer semacam ini.”

Seiring dengan penyelesaian hanggar, jalur taksi pesawat, serta fasilitas pendukung komunikasi dan navigasi, pusat pelatihan tersebut berpotensi memiliki panjang landasan pacu dan kapasitas layanan darat yang memadai untuk menerima pesawat pengintai elektronik berukuran besar secara bergiliran.

Selama kedua negara mengadakan latihan militer bersama, pasukan PKT dapat ditempatkan di sana dengan dasar resmi kegiatan latihan. Melalui rute penerbangan latihan tersebut, militer PKT berpotensi melakukan pengintaian udara secara dinamis di wilayah sekitarnya.

Mark mengatakan: “Laos sepenuhnya merupakan negara yang terkurung daratan dan pada dasarnya bergantung pada Tiongkok serta Vietnam. Jika Tiongkok menancapkan pijakannya di Laos, Vietnam akan merasa seolah-olah dikepung dari berbagai arah. Di utara terdapat Tiongkok, sementara pengaruh militer PKT juga dapat meluas ke wilayah lain di sekitarnya.

Dengan kata lain, Vietnam berpotensi menghadapi pengaruh militer PKT dari hampir semua arah. Karena itu, Vietnam pasti akan menentang perkembangan ini dengan tegas.”

Para pengamat menilai bahwa jika fasilitas PKT di Laos berkembang menjadi pangkalan militer yang sesungguhnya, hal itu akan secara langsung melanggar garis merah keamanan Vietnam yang paling sensitif.

Sebagai respons, Vietnam mungkin akan semakin memperdalam hubungan “kemitraan strategis komprehensif” dengan Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan Australia.

Huang Yimei | Chang Chun | Zhong Yuan

INSPIRASI ERABARU

Bukan Sekadar Sensasi Terbakar, Makanan Pedas Punya Sejumlah Manfaat bagi Tubuh

Makanan pedas sering digambarkan sebagai makanan yang “panas”, dan hal ini mungkin berkaitan dengan pengaruhnya terhadap tubuh.Ahli gizi Barat akan menjelaskan bahwa cabai bekerja...

Mengapa Anak Perempuan (Memang Sepantasnya) Menyukai Cinderella

Jauh sebelum kisahnya dilengkapi sepatu kaca dan ibu peri, Cinderella telah mengisahkan keberanian, keadilan, dan keluhuran budi.Walker LarsonSaya dan istri mengizinkan putri kami menonton...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine