PKT Menutupi Wabah Campak dan COVID-19, Infeksi Ganda Dikhawatirkan Bisa Berakibat Fatal

Wabah campak merebak di Negara Bagian New York, Amerika Serikat, sehingga pemerintah setempat mengumumkan status darurat bencana. Seorang petugas departemen kesehatan Tiongkok mengungkapkan bahwa otoritas Partai Komunis Tiongkok (PKT) menutupi wabah campak. 

Saat ini, lebih dari 20 jenis virus sedang menyebar di Tiongkok, dengan COVID-19 sebagai salah satu yang utama. Setelah libur panjang Hari Nasional Tiongkok, kasus infeksi meningkat. Infeksi beberapa jenis virus sekaligus atau infeksi COVID-19 yang berulang dikhawatirkan dapat mengancam nyawa.

EtIndonesia.com Amerika Serikat melaporkan hampir 3.900 kasus campak sepanjang tahun ini, mencatat angka tertinggi dalam 35 tahun terakhir. Pada 5 Oktober, Negara Bagian New York mengumumkan status darurat bencana di seluruh wilayah negara bagian tersebut.

Sementara itu, menurut data terbaru yang diterbitkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit PKT, jumlah kasus campak di Tiongkok pada Juli dan Agustus tahun ini masing-masing mencapai 60 kasus. Namun, seorang petugas departemen kesehatan Tiongkok mengungkapkan bahwa jumlah kasus sebenarnya lebih tinggi, dan sebagian besar penderitanya adalah anak di bawah umur.

“Kasus virus campak di negara kami tidak boleh dibicarakan secara terbuka. Karena tingkat kematiannya tidak tinggi, kasus ini tidak terlalu mendapat perhatian. Namun, pencegahan tetap diperlukan karena saat ini ada lebih dari 20 jenis virus yang menyebar secara bersamaan,” kata seorang petugas departemen kesehatan Tiongkok, yang disebut dengan nama samaran Chen. 

“Jika banyak orang terinfeksi, fasilitas medis akan kewalahan. Masalah kedua adalah jika seseorang terinfeksi dua atau lebih jenis virus sekaligus, kondisi paling ringan pun bisa berupa pneumonia,” ujarnya. 

Petugas departemen kesehatan tersebut menyatakan bahwa virus yang saat ini banyak menyebar di Tiongkok meliputi COVID-19, influenza A, norovirus, virus sinsitial pernapasan (RSV), rhinovirus, enterovirus, serta virus penyebab penyakit tangan, kaki, dan mulut. COVID-19 disebut sebagai salah satu virus yang paling dominan.

“Yang terutama kami hadapi saat ini adalah virus COVID-19 dan virus influenza. Kedua jenis virus ini sedang meningkat secara bersamaan. Dalam waktu satu minggu setelah liburan berakhir dan sekolah kembali dimulai, anak-anak sudah banyak yang tertular. Ini adalah tren yang sedang terjadi. Semakin sering seseorang terinfeksi, kondisi tubuhnya semakin buruk,” ujar Chen. 

“Ketika kondisi tubuh semakin lemah, risiko tertular kembali juga meningkat. Risiko pun semakin tinggi. Kasus serangan jantung dan stroke iskemik semakin banyak, bahkan sampai menyebabkan kematian. Ketika melihat data-data tersebut, hati saya terasa sangat berat,” jelasnya. 

Petugas departemen kesehatan Tiongkok itu juga mengungkapkan bahwa COVID-19, demam berdarah dengue, dan demam chikungunya telah menyebar di wilayah Guangdong dan Guangxi selama beberapa bulan. Penyemprotan disinfektan dilakukan secara luas setiap hari, tetapi data rumah sakit serta data pemeriksaan darah dan tes asam nukleat dirahasiakan dan tidak diizinkan untuk dipublikasikan.

Chen mengatakan:“Di Guangdong, orang-orang yang membeli obat penurun demam sudah mulai didata sejak lama. Tempat tinggal mereka harus menjalani pengendalian ketat, mereka wajib menjalani pemeriksaan dan skrining.”

“Apakah rumah sakit memberitahu Anda jenis virus apa yang sebenarnya menginfeksi seseorang? Karena adanya penyembunyian laporan, penyakit ini menjadi sangat sulit dicegah.”

Sejumlah warga melaporkan bahwa setelah libur panjang berakhir, semakin banyak orang yang mengalami demam dan gejala pilek.

Wang, seorang warga Provinsi Hebei, mengatakan: “Setelah libur Hari Nasional berakhir, banyak orang bepergian, pergi ke tempat ramai, atau berwisata. Banyak orang di sekitar saya yang tertular. Salah satu teman saya bercerita bahwa ada seorang karyawan di perusahaannya yang terinfeksi. Setelah itu, lebih dari sepuluh karyawan di perusahaan tersebut tertular secara bertahap.”

Seorang pekerja di industri pemakaman di Beijing mengungkapkan bahwa belakangan ini, penyebab kematian yang paling banyak ditemui adalah serangan jantung, disusul stroke iskemik. 

Ia paling khawatir ketika harus mengantar atau menjemput jenazah di Rumah Sakit You’an dan Rumah Sakit Ditan, dua rumah sakit khusus penyakit menular, karena takut dirinya ikut terinfeksi.

“Belakangan ini, cukup banyak orang yang meninggal akibat penyakit jantung. Orang yang meninggal karena serangan jantung terlihat seperti sedang tertidur, tampak sangat tenang,” Li, kata seorang pekerja di industri pemakaman Beijing. 

“Semakin banyak pula orang berusia muda yang meninggal, termasuk mereka yang berusia 50-an tahun, 30-an tahun, bahkan anak-anak berusia belasan tahun. Dalam beberapa tahun terakhir, data tidak lagi dipublikasikan karena jumlah kasus memang terus meningkat dibandingkan sebelumnya,” ujarnya, 

Laporan wawancara oleh Xiong Bin dan Peng Xinyu, NTD.

INSPIRASI ERABARU

Bukan Sekadar Sensasi Terbakar, Makanan Pedas Punya Sejumlah Manfaat bagi Tubuh

Makanan pedas sering digambarkan sebagai makanan yang “panas”, dan hal ini mungkin berkaitan dengan pengaruhnya terhadap tubuh.Ahli gizi Barat akan menjelaskan bahwa cabai bekerja...

Mengapa Anak Perempuan (Memang Sepantasnya) Menyukai Cinderella

Jauh sebelum kisahnya dilengkapi sepatu kaca dan ibu peri, Cinderella telah mengisahkan keberanian, keadilan, dan keluhuran budi.Walker LarsonSaya dan istri mengizinkan putri kami menonton...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine