EtIndonesia.com Pada 10 Oktober, sebuah jet tempur militer Amerika Serikat menembak kapal kargo komersial di Teluk Oman yang mengabaikan peringatan dan berusaha menerobos jalur laut tersebut. Serangan itu membuat kapal kehilangan kemampuan untuk berlayar.
Menurut laporan Reuters, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa kapal kargo berbendera Panama bernama M/V Ocean Molica berusaha melintasi perairan tersebut setelah meninggalkan sebuah pelabuhan di Iran.
Dalam unggahan di platform media sosial X, CENTCOM menyatakan, “Sebuah jet tempur militer AS menggunakan amunisi berpemandu presisi untuk menghantam bagian buritan kapal kargo Ocean Molica yang mengibarkan bendera Panama. Serangan tersebut melumpuhkan sepenuhnya sistem propulsi kapal, sementara seluruh awak kapal tidak mengalami cedera.”
Pada saat laporan Reuters diterbitkan, pihak media tersebut belum berhasil menghubungi operator kapal kargo curah itu untuk memperoleh tanggapan.
CENTCOM memperingatkan para awak kapal yang beroperasi di Teluk Oman dan perairan sekitar Selat Hormuz agar mematuhi peringatan blokade, memperhatikan siaran pemberitahuan navigasi, serta menjalin komunikasi dengan pasukan Angkatan Laut AS.
Pekan lalu, jumlah kapal tanker yang diserang saat melintasi selat strategis tersebut meningkat hingga mencapai tingkat tertinggi sejak Amerika Serikat dan Israel memulai perang terhadap Iran pada Februari.
Setelah itu, jumlah kapal yang melintasi selat tersebut turun ke tingkat terendah dalam lebih dari dua bulan. Situasi ini memicu kekhawatiran mengenai terganggunya pelayaran komersial sekaligus turut menopang harga minyak mentah.
Sebelum perang pecah, sekitar seperlima pasokan minyak dunia harus melewati Selat Hormuz untuk dikirim ke berbagai negara.


