Tak Gentar Menghadapi Penganiayaan, Keteguhan Praktisi Falun Gong Tuai Kekaguman Warga Hong Kong di Kanada

Menjelang Hari Thanksgiving di Kanada, tiga warga Hong Kong yang tinggal di Kanada menyampaikan rasa terima kasih mereka kepada Falun Gong dan para praktisinya dengan cara yang berbeda-beda. Mereka mengenang interaksi selama bertahun-tahun dengan para praktisi Falun Gong serta mengapresiasi keteguhan mereka dalam mempertahankan keyakinan dan menentang penganiayaan secara damai, meskipun menghadapi penindasan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT). Mereka juga berterima kasih atas dukungan timbal balik dalam perjuangan menegakkan kebebasan dan keadilan.

EtIndonesia.com Dari jalanan Hong Kong hingga Toronto, Kanada, persahabatan yang melampaui batas wilayah ini menjadi bukti pengakuan mereka terhadap nilai-nilai “Sejati, Baik, Sabar” (Zhen, Shan, Ren).

Sebuah lagu yang dinyanyikan dengan tulus mengungkapkan rasa hormat terhadap para praktisi Falun Gong yang selama bertahun-tahun teguh mempertahankan keyakinan dan secara damai menentang penganiayaan. 

Dino Chan, yang berasal dari Hong Kong, berharap dapat mengabadikan keteguhan tersebut melalui musik sekaligus menyampaikan rasa terima kasih kepada para praktisi Falun Gong yang telah mendukung masyarakat Hong Kong.

“Alasan utama saya menulis dua lagu untuk Falun Gong adalah karena saya menolak untuk melupakan. Falun Gong telah membantu masyarakat Hong Kong dalam banyak hal. Saya berharap dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan simpati dan terima kasih kepada mereka. Saya sangat bersyukur!” ujarnya. 

Selama tiga tahun menetap di Kanada, Dino kerap memasang papan bertuliskan “Lapangan Pembebasan Hong Kong” (Liberate Hong Kong) buatannya sendiri di Pacific Mall, Toronto, untuk terus menyuarakan tuntutan demokrasi dan kebebasan bagi Hong Kong.

Di tempat itu, ia juga menyaksikan sendiri bagaimana para praktisi Falun Gong selama bertahun-tahun terus menjelaskan fakta mengenai penganiayaan PKT terhadap Falun Gong kepada masyarakat tanpa gentar menghadapi cuaca buruk. Dukungan dan rasa saling menghormati di antara mereka membuat Dino sangat menghargai persahabatan tersebut.

 “Saya sangat berterima kasih kepada para praktisi Falun Gong. Seiring berjalannya waktu, kami saling percaya dan saling menghormati,” ujarnya. 

Mengenang masa lalu, pada 2003, sekitar 500.000 orang di Hong Kong turun ke jalan untuk memprotes rencana penerapan Pasal 23 Undang-Undang Dasar Hong Kong (Basic Law), yang dinilai mengancam kebebasan dan hak asasi manusia di wilayah tersebut. Para praktisi Falun Gong juga ikut serta, menyerukan agar PKT menghentikan penganiayaan dan menghormati kebebasan berkeyakinan.

Sejak saat itu, para praktisi Falun Gong tidak pernah absen dari pawai tahunan 1 Juli di Hong Kong. Seruan agar PKT menghentikan penganiayaan terus bergema tanpa terputus.

Selama lebih dari 20 tahun, Dino menyaksikan para praktisi terus mengungkapkan fakta, mempertahankan keadilan dan hati nurani. Ia juga memberikan penghormatan kepada mereka melalui karya video musik seperti Pelayaran Perdana Kapal Emas (金船的初航).

“Saya ingin menggunakan Pelayaran Perdana Kapal Emas untuk mengenang para praktisi Falun Gong yang meninggal akibat penganiayaan, sekaligus berterima kasih atas pengorbanan mereka dalam menjaga batas moral dan hati nurani. Falun Gong telah melakukan hal tersebut,” katanya. 

Orang lain yang juga mendukung Falun Gong berdasarkan pengalaman pribadinya adalah Kwai Teng, seorang juara Muay Thai dari Hong Kong.

Kwai Teng mengatakan, “Setiap praktisi Falun Gong sangat baik dan ramah. Saya sendiri sangat mendukung Falun Gong.”

Pada 2004, Kwai Teng pertama kali bertemu dengan para praktisi Falun Gong di Mong Kok, Hong Kong. Ia terkesan oleh keramahan dan keteguhan mereka. Bahkan ketika Falun Gong menghadapi kampanye pencemaran nama baik oleh PKT, pandangannya tidak berubah.

Kwai Teng mengatakan, “Saat itu, saya sangat mempercayai apa yang mereka katakan. Saya benar-benar yakin bahwa mereka adalah kelompok yang baik.”

Bertahun-tahun kemudian, setelah mengalami penganiayaan akibat keterlibatannya dalam gerakan protes menentang ekstradisi di Hong Kong, ia pindah ke Kanada. Di sana, ia kembali bertemu dengan para praktisi Falun Gong.

Melihat mereka terus berpegang pada prinsip “Sejati, Baik, Sabar” dan menentang penganiayaan secara damai selama bertahun-tahun, dukungannya terhadap Falun Gong semakin kuat.

Kwai Teng mengatakan, “Para praktisi Falun Gong sama seperti atlet Muay Thai kelas atas seperti kami. Mereka memiliki ketekunan dan daya juang yang luar biasa. Entah cuaca bersuhu 35 atau 36 derajat Celsius, maupun minus 10 derajat, mereka tetap tampil tanpa terpengaruh cuaca. Saya juga akan terus berdiri untuk mendukung Falun Gong.”

Warga Hong Kong lainnya, Mak Tsz-hin, baru tiga bulan menetap di Kanada. Sejak kecil, ia sudah pernah melihat para praktisi Falun Gong. Belakangan, setelah mengetahui tentang dugaan pengambilan organ secara paksa dari praktisi Falun Gong oleh PKT, ia merasa sangat terkejut.

Kini, setelah tiba di Toronto, ia secara langsung ikut serta dalam kegiatan untuk menyatakan dukungan kepada Falun Gong. Keteguhan para praktisi yang selama bertahun-tahun terus menentang penganiayaan kembali menyentuh hatinya.

Mak Tsz-hin, warga Hong Kong yang tinggal di Kanada, mengatakan, “Banyak praktisi Falun Gong sangat ramah dan rasional. Mereka berpegang pada prinsip ‘Sejati, Baik, Sabar’. Tidak peduli angin, hujan deras, atau cuaca buruk, mereka tetap berada di sini. Menurut saya, semangat ini sangat layak kita pelajari. Baik selama 100 tahun maupun 1.000 tahun, kita harus terus bertahan untuk mengakhiri tirani ini dan mengakhiri kekuasaan iblis ini.”

Menjelang Hari Thanksgiving, ketiga warga Hong Kong tersebut menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada pendiri Falun Gong, Li Hongzhi. Mereka mengagumi para praktisi yang menjalankan nilai-nilai universal “Sejati, Baik, Sabar”.

Dino Chan mengatakan, “Saya ingin menyampaikan penghargaan kepada pendiri Falun Gong karena telah menyebarluaskan ajaran Falun Gong. Hingga saat ini, ajaran tersebut masih dapat membimbing lebih banyak orang untuk menerapkan konsep ‘Sejati, Baik, Sabar’.”

Mak Tsz-hin mengatakan, “Saya sangat berterima kasih atas keteguhan mereka selama 27 tahun. Falun Dafa baik!”

Kwai Teng mengatakan, “Saya sangat menghormati dan mengagumi pendiri Falun Gong. Bahkan, saya bisa mengatakan bahwa dia adalah salah satu idola saya. Ia menyampaikan nilai-nilai inti yang sangat baik, yaitu ‘Sejati, Baik, Sabar’, yang membuat banyak orang teguh meyakini Falun Gong dan memberanikan banyak orang untuk menentang komunisme serta Partai Komunis yang jahat ini.

“Saya sangat mendukungnya dan berterima kasih kepada kalian semua. Semoga kalian terus berpegang teguh pada ‘Sejati, Baik, Sabar’. Falun Dafa baik!”

Laporan wawancara dari biro New Tang Dynasty Television (NTD) di Toronto, Kanada.

INSPIRASI ERABARU

Bukan Sekadar Sensasi Terbakar, Makanan Pedas Punya Sejumlah Manfaat bagi Tubuh

Makanan pedas sering digambarkan sebagai makanan yang “panas”, dan hal ini mungkin berkaitan dengan pengaruhnya terhadap tubuh.Ahli gizi Barat akan menjelaskan bahwa cabai bekerja...

Mengapa Anak Perempuan (Memang Sepantasnya) Menyukai Cinderella

Jauh sebelum kisahnya dilengkapi sepatu kaca dan ibu peri, Cinderella telah mengisahkan keberanian, keadilan, dan keluhuran budi.Walker LarsonSaya dan istri mengizinkan putri kami menonton...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine