Houthi Diduga Diam-diam Bangun Industri Rudal Bawah Tanah, Komponen dalam Jumlah Besar Disembunyikan di Kontainer 

Kelompok bersenjata Houthi yang didukung Iran baru-baru ini melancarkan serangan terhadap Arab Saudi yang mengakibatkan ratusan orang tewas dan terluka. Hari ini, terungkap dugaan rencana Houthi untuk memproduksi rudal di Yaman. Sementara itu, muncul laporan bahwa militer AS mungkin akan menggunakan bom “Mother of All Bombs” dalam operasi berikutnya terhadap Iran untuk menyerang fasilitas energi dan sasaran lainnya.

EtIndonesia.com Konflik di Yaman terus meningkat. Hari ini, koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan bahwa kelompok bersenjata Houthi berupaya menyerang puluhan bandara, pelabuhan, dan fasilitas minyak di wilayah Arab Saudi.

Sejak Oktober, Houthi dilaporkan telah melancarkan 20 serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid, yang mengakibatkan 17 orang tewas dan 333 lainnya terluka.

Sebelumnya, kelompok Houthi juga meluncurkan sejumlah rudal ke kompleks gedung kepresidenan di Aden, Yaman. Hingga kini, belum ada laporan mengenai korban jiwa, korban luka, ataupun kerusakan properti akibat serangan tersebut.

Di tengah meningkatnya konflik, Prancis pada 16 Oktober menyatakan sedang melaksanakan ketentuan sebuah kesepakatan untuk membantu melindungi fasilitas minyak Arab Saudi dari serangan Houthi.

Sementara itu, otoritas Yaman sebelumnya menyita empat kontainer yang berisi sejumlah besar komponen, termasuk struktur badan rudal, komponen mesin roket, bahan baku, peralatan mekanis, serta instrumen pengujian.

Lembaga Conflict Armament Research (CAR) menyatakan bahwa sejumlah komponen tersebut sesuai dengan bagian-bagian rudal “Khaibar Shekan”. Temuan ini mengindikasikan dugaan upaya Houthi untuk memproduksi rudal di wilayah Yaman.

Namun, meskipun konflik semakin memanas, harga minyak di pasar relatif stabil.

Hari ini, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 31 sen menjadi US$95,40 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah Brent turun 1,1% menjadi US$104,91 per barel.

Badan Energi Internasional (IEA)  menyatakan bahwa negara-negara anggotanya akan mempercepat pelepasan cadangan minyak darurat guna meredakan tekanan pasokan energi.

Saat ini, sekitar 330 juta barel minyak telah dilepas, sementara sekitar 100 juta barel lainnya masih menunggu untuk disalurkan ke pasar. Jumlah total minyak yang akhirnya dilepas diperkirakan dapat melampaui rencana awal sebesar 400 juta barel.

Sejak awal Oktober, Arab Saudi juga telah meningkatkan volume minyak mentah yang disalurkan melalui jaringan pipa minyak Timur-Barat menuju terminal ekspor di Laut Merah.

CNN melaporkan hari ini bahwa jika Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan baru, rencana operasi militer AS akan mencakup sasaran berupa infrastruktur energi dan fasilitas nuklir Iran. Militer AS juga mungkin akan menggunakan bom “Mother of All Bombs”.

Presiden AS Donald Trump mengatakan:

“Pihak mereka (otoritas Iran) meminta saya menjamin bahwa tidak akan ada lagi orang yang disingkirkan. Saya menyetujuinya dan telah memberikan jaminan tersebut. Namun, sekarang tidak ada seorang pun yang ingin menjadi presiden Republik Islam Iran.”

Presiden Trump juga mengungkapkan bahwa seseorang diduga telah membocorkan waktu lepas landas dan kedatangan pesawat pengebom B-2 sebelum militer AS melancarkan serangan udara terhadap fasilitas nuklir Iran tahun lalu.

Trump mengecam pelaku kebocoran tersebut karena telah membahayakan keamanan operasi militer. Ia mengatakan bahwa pelaku seharusnya “ditembak mati atau dipenjara seumur hidup”.

Laporan gabungan Wang Ziyi, New Tang Dynasty Television.

INSPIRASI ERABARU

Bukan Sekadar Sensasi Terbakar, Makanan Pedas Punya Sejumlah Manfaat bagi Tubuh

Makanan pedas sering digambarkan sebagai makanan yang “panas”, dan hal ini mungkin berkaitan dengan pengaruhnya terhadap tubuh. Ahli gizi Barat akan menjelaskan bahwa cabai bekerja...

Mengapa Anak Perempuan (Memang Sepantasnya) Menyukai Cinderella

Jauh sebelum kisahnya dilengkapi sepatu kaca dan ibu peri, Cinderella telah mengisahkan keberanian, keadilan, dan keluhuran budi. Walker Larson Saya dan istri mengizinkan putri kami menonton...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine