Gempa Dahsyat Magnitudo 7,0 Guncang Tibet, Menyebabkan Banyak Korban Jiwa dan Luka-Luka; Video Warga Panik Menyelamatkan Diri Beredar

Gempa bumi bermagnitudo 7,0 mengguncang Kabupaten Baqing, Kota Nagqu, Tibet, pada Kamis, 22 Oktober malam. Hingga saat ini, gempa tersebut telah menyebabkan sedikitnya 16 orang tewas dan 76 orang terluka.

Warga yang mengalami langsung kejadian tersebut menggambarkan detik-detik gempa dengan berbagai ungkapan, seperti, “Rasanya seluruh gedung bergoyang,” “Seperti ratusan yak berlari bersamaan,” dan “Saat berlari keluar, tangan dan kaki saya terasa lemas hingga hampir terjatuh.”

EtIndonesia.com Pada pukul 22.33 tanggal 22 Oktober, gempa bermagnitudo 7,0 terjadi di Kabupaten Baqing, Tibet, pada koordinat 32,40 derajat lintang utara dan 93,79 derajat bujur timur, dengan kedalaman pusat gempa 10 kilometer.

Getaran gempa dirasakan di seluruh 10 kecamatan di Kabupaten Baqing. Wilayah yang berada dekat pusat gempa, termasuk Kecamatan Maru dan Kecamatan Gangqie, mengalami guncangan yang sangat kuat. Sejumlah rumah dilaporkan roboh, sementara fasilitas listrik dan komunikasi mengalami kerusakan.

Hingga pukul 07.00 pada 23 Oktober, tercatat sebanyak 413 gempa susulan. Gempa susulan terbesar sejauh ini bermagnitudo 4,3.

Warga Menggambarkan Detik-Detik Gempa

Menurut laporan gabungan media daratan Tiongkok, seorang warga Desa Gerutang, Kota Zase, Kabupaten Baqing, bernama Zunzhi Cicheng, mengatakan, “Tiba-tiba terdengar suara gemuruh yang sangat keras. Dalam keadaan setengah sadar, rasanya seperti ratusan yak berlari bersamaan.”

Ia mengatakan bahwa ketika gempa terjadi, seluruh anggota keluarganya sudah tidur. Setelah terbangun karena guncangan, ia mendengar lemari dan tiang kayu di dalam rumah berderit keras. Ia segera membangunkan ayahnya yang sudah berusia 80-an tahun, lalu membantunya berlari keluar rumah.

Menurut Zunzhi Cicheng, anggota keluarga yang berada di kamar lain juga bergegas keluar rumah. Karena khawatir akan terjadi gempa susulan pada malam itu, keluarganya memutuskan agar sang ayah tidur di dalam mobil, sementara anggota keluarga lainnya bersiap menghabiskan malam di halaman rumah.

Seorang pria bermarga Wang, warga Zhejiang yang bekerja di Kota Nagqu, mengatakan bahwa ketika gempa terjadi, ia sedang lembur di tempat kerjanya.

“Awalnya, komputer saya bergerak sendiri. Saya belum sempat menyadari apa yang terjadi, lalu tiba-tiba terasa seluruh gedung bergoyang. Dalam waktu hanya empat atau lima detik, gedung berguncang tiga kali berturut-turut,” katanya.

“Guncangan saat itu bahkan belum berhenti. Rekan kerja di ruangan sebelah berlari sambil berteriak menyuruh semua orang mengungsi,” ujar Wang.

Ia mengatakan bahwa dalam sekejap, hampir semua orang di gedung tersebut berlari keluar dari ruangan mereka. “Ada yang masuk ke mobil untuk berlindung, sementara yang lain berpindah ke area terbuka di luar gedung.”

Karyawan Hotel Ketakutan, Warga Berlarian Keluar

Sekitar pukul 23.00 pada 22 Oktober malam, Wang, seorang petugas resepsionis di Hotel Bisnis Huayi di Kabupaten Baqing, mengatakan, “Saat gempa terjadi, saya benar-benar ketakutan setengah mati. Para tamu sekarang semuanya berada di luar. Ada juga yang berada di lobi lantai satu. Semua orang sangat tegang.”

Wang mengatakan bahwa ia belum pernah mengalami gempa dengan kekuatan sebesar itu.

“Guncangannya sangat kuat. Kepala saya terasa sangat pusing, kaki dan tangan saya gemetar. Saat berlari keluar, saya hampir terjatuh,” ujarnya.

Hotel tempat Wang bekerja tergolong baru sehingga hampir tidak mengalami kerusakan. Namun, ia mengatakan, “Di hotel yang lebih tua, ubin-ubin sampai berjatuhan. Barang-barang di toko kelontong sebelah hotel kami juga berjatuhan akibat guncangan. Gelas dan barang pecah belah lainnya semuanya hancur.”

Warganet setempat juga membagikan pengalaman mereka.

“Baqing mengalami gempa bermagnitudo 7,0 dengan guncangan sangat kuat. Lantai retak lebih dari 10 sentimeter. Kami selamat, tetapi ada orang yang terluka di kawasan penggembalaan. Semoga semua orang selamat.”

“Gempa bumi, ya ampun, benar-benar membuat takut setengah mati.”

“Guncangannya sangat terasa. Bahkan di lantai 18 sebuah gedung di Nyingchi, orang-orang sampai sulit berjalan dengan stabil. Benar-benar menakutkan.”

Seorang warganet lainnya menulis, “Gempa di Kabupaten Baqing juga membuat orang-orang di Kabupaten Biru keluar rumah. Ini pertama kalinya saya mengalami gempa sekuat ini dan berlangsung selama ini. Semua orang ketakutan. Ada yang keluar rumah dengan menyelimuti tubuh menggunakan selimut. Orang-orang yang memiliki rumah di daerah pedesaan bergegas pulang ke sana. Malam ini sepertinya tidak akan bisa tidur nyenyak.”

Longsoran Batu Mengganggu Lalu Lintas

Akibat gempa, sejumlah ruas Jalan Raya Nasional G317 terdampak longsoran batu dari lereng gunung. Saat ini, pengaturan dan pembatasan lalu lintas telah diberlakukan di ruas jalan yang terdampak.

Menurut laporan resmi pemerintah Partai Komunis Tiongkok (PKT), hingga pukul 13.00 pada 23 Oktober, gempa tersebut telah menyebabkan 16 orang meninggal dunia dan 76 orang terluka. Sebanyak 339 rumah dilaporkan roboh atau mengalami kerusakan, sementara 20 kandang ternak juga mengalami kerusakan.

Karena PKT kerap dituduh menutupi informasi mengenai bencana, kondisi sebenarnya dikhawatirkan lebih parah daripada angka yang diumumkan secara resmi.

Media pemerintah PKT melaporkan pada 23 Oktober bahwa setelah gempa terjadi, pemimpin PKT Xi Jinping memberikan instruksi. Ia menyatakan bahwa gempa bermagnitudo 7,0 di Kabupaten Baqing telah menyebabkan banyak korban jiwa dan luka-luka, serta memerintahkan agar upaya pencarian dan penyelamatan dilakukan semaksimal mungkin.

Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang juga memberikan arahan agar upaya penyelamatan dan perawatan korban luka dilakukan secara maksimal.

Seorang warganet berkomentar bahwa setiap kali instruksi Xi Jinping menyebutkan frasa “menyebabkan banyak korban jiwa dan luka-luka”, jumlah korban sebenarnya mungkin masih akan terus bertambah.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Menguak Mekanisme Otak dalam Melindungi Ingatan Tertentu

Shoba RajamaniJika seseorang ditanya apa yang mereka makan siang dua hari lalu, kemungkinan besar mereka hanya akan menatap dengan pandangan kosong. Namun, jika orang...

Jangan Menunda untuk Memaafkan

Setiap hari kita menunda memberikan maaf akan memperdalam lingkaran kebencian dan luka batin yang semakin sulit untuk dilepaskanMike DonghiaAda kalanya penulis berharap suatu hubungan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine