33 Tahun Kemudian, Pembantaian di Lapangan Tiananmen Masih Penting bagi Dunia

Dorothy Li

Tanggal 3 Juni 1989, adalah malam berdarah bagi para pengunjuk rasa mahasiswa pro-demokrasi. Kala itu, tank-tank meluncur menuju ke Lapangan Tiananmen, Beijing untuk memusnahkan orang-orang dan apapun di jalanan. Gas air mata dan peluru tajam membanjiri alun-alun.

Para pengunjuk rasa yang panik menyandarkan tubuh-tubuh yang lemas ke sepeda, bus, dan ambulans untuk mengangkut mereka pergi. Ribuan pengunjuk rasa tak bersenjata diperkirakan tewas.

Pembunuhan massal tersebut mengejutkan dunia. Sebagai tanggapan, kala itu Presiden AS George H.W. Bush mengutuk pembantaian tersebut. Kemudian menangguhkan pengiriman senjata ke Tiongkok dan memberlakukan beberapa sanksi.

“Tapi mereka segera beralih,” kata Li Hengqing, mantan pemimpin mahasiswa 1989 yang sekarang tinggal di Washington. Li menunjukkan bahwa sebagian besar sanksi langsung dicabut dan hubungan ekonomi kembali dilanjutkan.

“Kebetulan saya percaya bahwa kontak komersial telah memimpin, pada esensinya adalah pencarian lebih banyak terhadap kebebasan ini,” kata Bush pada konferensi pers yang diadakan sehari setelah pembantaian Tiananmen. 

“Saya pikir karena orang memiliki insentif komersial, apakah itu di Tiongkok atau  sistem totaliter lainnya, langkah menuju demokrasi menjadi lebih tak terhindarkan,” katanya. 

Teori itu digambarkan  “sangat konyol,” kata Yuan Hongbing, seorang cendikiawan Tiongkok yang kemudian diskors dari tugasnya karena berpartisipasi dalam aksi protes Tiananmen. Ia mengatakan kebijakan keterlibatan Washington dengan Tiongkok menguntungkan PKT. Bahkan, membantu rezim komunis mengumpulkan kekuatan ekonomi selama tiga dekade. 

“[Respon] Barat menguatkan PKT,” kata Chen Weijian, seorang komentator Tiongkok yang meninggalkan daratan Tiongkok ke Selandia Baru dua tahun setelah tindakan keras Tiananmen.

Setelah 33 tahun, “pembangunan ekonomi tak mengarah ke Tiongkok yang bebas,” kata Chen, yang merupakan pendiri majalah pro-demokrasi Tiongkok dan diselidiki karena mendukung demonstrasi 1989. Sebaliknya, PKT berusaha menggunakan kekuatan ekonomi untuk “mengubah aturan komunitas internasional” dan mengekspor model kontrol penindasannya ke seluruh dunia.

Chen mengutip percakapan antara Xi Jinping dan Presiden AS Joe Biden.

Selama pidato baru-baru ini di kelas kelulusan Akademi Angkatan Laut, Biden mengatakan bahwa Xi mengatakan kepadanya bahwa demokrasi akan jatuh dan “otokrasi akan menjalankan dunia.”

“Ketika dia menelepon saya untuk memberi selamat kepada saya pada malam pemilihan, dia mengatakan kepada saya apa yang dia katakan berkali-kali sebelumnya,” kata Biden pada 27 Mei, merujuk pada Xi. 

“Dia berkata, ‘Demokrasi tidak dapat dipertahankan di abad ke-21. Otokrasi akan menjalankan dunia. Mengapa? Hal-hal berubah begitu cepat. Demokrasi membutuhkan konsensus, dan itu membutuhkan waktu, dan Anda tidak punya waktu.’

“Dia salah,” kata Biden.

Disensor di Tiongkok

Hong Kong, sebagai tempat terakhir untuk memperingati para korban pembantaian 1989 di pulau yang dikuasai PKT, melarang peringatan massal sejak tiga tahun lalu, dengan alasan pandemi, di tengah pengekangan kebebasan Hong Kong yang lebih luas di tangan rezim komunis.

Para pemimpin kelompok di balik acara nyala lilin tahunan  ditahan setelah didakwa melakukan subversi di bawah undang-undang keamanan nasional yang diberlakukan PKT. Mereka termasuk di antara lebih dari 150 orang yang  didakwa atau dihukum berdasarkan Undang-Undang kejam yang telah digunakan untuk menghapus perbedaan pendapat di pusat demokrasi yang pernah berkembang pesat.

Pada peringatan tahun ini, puluhan polisi berpatroli di Victoria Park, tempat acara penyalaan lilin tahunan  yang pernah digelar sebelumnya.

Di daratan Tiongkok, aksi protes Lapangan Tiananmen, sebuah gerakan dipimpin oleh pemuda yang mengadvokasi reformasi demokrasi, masih merupakan topik yang tabu. Sampai hari ini, rezim partai komunis Tiongkok tidak akan mengungkapkan jumlah atau nama mereka yang terbunuh akibat kekejamannya. 

Rezim mencoba untuk menghapus semua kenangan pembantaian berdarah dengan menghapus setiap penyebutan peristiwa dari internet negara. Lebih parah lagi, kerap menekan para kerabat korban untuk memastikan agar mereka tetap bungkam. Akibatnya, generasi muda Tionghoa tidak menyadari apa yang terjadi pada malam itu.

Meskipun rezim terus menekan kenangan pada hari itu, Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan Amerika Serikat akan “terus berbicara dan mempromosikan akuntabilitas atas kekejaman rezim Tiongkok dan pelanggaran hak asasi manusianya termasuk yang terjadi di Hong Kong, Xinjiang, dan Tibet.”

“Kepada rakyat Tiongkok dan mereka yang terus menentang ketidakadilan dan mencari kebebasan, kami tidak akan melupakan 4 Juni,” katanya dalam pernyataan 3 Juni.

Pandemi

Tahun ini, Lapangan Tiananmen dilockdown beberapa minggu sebelum 4 Juni, sebagai  langkah pencegahan pandemi di bawah kebijakan “nol-COVID” rezim. 

Pendekatan kejam, yang dimaksudkan untuk menghilangkan setiap kasus infeksi dalam komunitas dengan memberlakukan lockdown dan karantina wajib, menyebabkan terjadinya kekurangan makanan dan penundaan perawatan medis bagi jutaan orang yang dilockdown di seluruh Tiongkok. 

“[PKT] ingin mengendalikan virus melalui pendekatan yang tidak menghormati hak asasi manusia, yang sama seperti yang dilakukan pada 4 Juni,” kata Chen.

Bagi Chen, kasus Li Wenliang, seorang dokter yang termasuk orang pertama memperingatkan tentang wabah COVID-19 awal di Wuhan, adalah alarm bagi dunia tentang bagaimana penindasan PKT dapat mempengaruhi mereka. Dokter tersebut ditegur oleh polisi pada Januari 2020 ketika pihak berwenang meremehkan tingkat keparahan wabah. Li kemudian meninggal dunia karena virus.

Chen mengatakan pandemi saat ini akan berbeda jika rezim tidak menyensor whistleblower dan pihak lain yang mencoba membunyikan alarm. “Akhirnya dunia mulai memahami PKT sekarang.”

Luo Ya dan Eva Fu berkontribusi pada laporan ini.

Konflik Tiongkok-Filipina Kembali Terjadi di Laut Tiongkok Selatan, Kapal PKT Menabrak Kapal Pemerintah Filipina

EtIndonesia.com Kapal Tiongkok dan Filipina kembali terlibat konflik di Laut Tiongkok Selatan pada Sabtu (19/9/2026). Filipina menuduh kapal Penjaga Pantai Partai Komunis Tiongkok (PKT) “sengaja menabrak” sebuah kapal sipil pemerintah yang sedang menjalankan misi kemanusiaan dan mendukung kebutuhan mata pencaharian masyarakat.

Video yang dirilis Penjaga Pantai Filipina menunjukkan kapal Penjaga Pantai Tiongkok mendekat dan melakukan tindakan provokatif. Sesaat sebelum tabrakan, awak kapal Filipina terdengar berteriak kepada pihak Tiongkok, “Kita akan bertabrakan!”

Juru bicara Penjaga Pantai Filipina untuk Laut Filipina Barat, Laksamana Muda Jay Tarriela, mengatakan bahwa ketika insiden terjadi, kapal Filipina sedang mengangkut bahan bakar untuk para nelayan. Setelah ditabrak kapal Tiongkok, beberapa bagian lambung kapal mengalami deformasi dan kerusakan hingga patah. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.

Insiden tersebut terjadi di Sabina Shoal (Xianbin Jiao) di Laut Tiongkok Selatan. Kapal pemerintah Filipina telah lama melakukan patroli, memasok kebutuhan, dan memberikan dukungan kepada sektor perikanan di wilayah tersebut.

Ini merupakan konflik maritim kedua antara Tiongkok dan Filipina sejak Juli tahun ini. Kapal Penjaga Pantai Tiongkok disebut kerap menggunakan meriam air bertekanan tinggi, bahkan menyerang awak kapal Filipina dengan tongkat kayu, sehingga memicu sejumlah protes dari pemerintah Filipina.

Laporan gabungan An Qi dan Chi Xiao, NTD Television

Jumlah Kasus COVID-19 Melonjak, Sejumlah Sekolah di Jiangsu, Zhejiang, dan Shanghai, Tiongkok Diliburkan

Berdasarkan angka resmi Partai Komunis Tiongkok (PKT), pada Agustus 2026 jumlah kasus COVID-19 di Tiongkok melebihi 770.000 kasus, meningkat 47,64% dibandingkan Juli. Sejumlah sekolah dan kelas di Jiangsu, Zhejiang, dan Shanghai telah diliburkan, sementara siswa menjalani isolasi di rumah. Namun, media propaganda Partai Komunis Tiongkok (PKT) justru gencar memberitakan wabah influenza dan pemerintah mendorong pemberian vaksin flu gratis kepada lansia dan pelajar, yang menurut laporan ini bertujuan mengalihkan perhatian dan menutupi wabah COVID-19.

EtIndonesia.com Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok (Tiongkok CDC) merilis “Gambaran Umum Wabah Penyakit Menular Nasional Agustus 2026”.  Menurut laporan tersebut, jumlah kasus COVID-19 di seluruh Tiongkok mencapai 770.671 kasus, naik 47,64% dari sekitar 522.000 kasus pada Juli. Terdapat 6 kasus kematian. 

Namun demikian, seorang pegawai Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok (NHC) mengungkapkan bahwa angka yang diumumkan pemerintah hanya berasal dari laporan rumah sakit sentinel, sehingga jumlah sebenarnya diyakini lebih tinggi.

“Sekarang banyak sekolah di Jiangsu, Zhejiang, dan Shanghai yang diliburkan. Mereka yang tertular diminta beristirahat di rumah, sementara yang belum tertular diminta melakukan pemantauan di rumah. Ada yang diisolasi selama 4 hari, ada pula yang 14 hari. Ini baru permulaan,” ujar Seorang pegawai NHC bermarga Li (nama samaran). 

“Yang cukup parah adalah Jiangsu, Zhejiang, Shanghai, tiga provinsi di timur laut, serta Guangdong dan Guangxi. Daerah lain juga mulai mengalami hal serupa. Tidak ada yang menghitung data secara spesifik dan tidak ada yang akan mengumumkannya,” katanya. 

Pegawai NHC tersebut juga mengungkapkan bahwa media propaganda PKT gencar memberitakan wabah influenza. Pemerintah bahkan meluncurkan kebijakan pemberian vaksin influenza gratis kepada lansia dan pelajar. Menurutnya, langkah tersebut bertujuan mengalihkan perhatian masyarakat untuk menutupi wabah COVID-19 yang sedang merebak.

“Media memberitakan influenza dan tidak membicarakan virus COVID-19, sehingga membuat masyarakat mengabaikannya. COVID-19 lebih parah, jadi kita harus menyadarinya sendiri dan jangan sampai diarahkan oleh pemberitaan,” kata Li. 

“Influenza tidak akan menyebabkan begitu banyak orang meninggal, tidak akan menyebabkan gejala sisa pada begitu banyak orang, tidak akan menyebabkan masalah dan penyumbatan pembuluh darah, serta tidak akan menyebabkan herpes zoster,” ujarnya. 

Pegawai NHC tersebut mengingatkan bahwa berbagai penelitian di dalam dan luar negeri menunjukkan bahwa selain menyerang sistem pernapasan secara langsung dan menyebabkan pneumonia atau kondisi paru-paru yang disebut “paru-paru putih”, virus COVID-19 juga dapat menyebar melalui aliran darah ke seluruh tubuh dan menyerang bagian tubuh yang paling lemah. Karena itu, gejalanya sangat beragam dan dapat memicu penyakit lainnya.

Li (nama samaran) mengatakan: “Sekarang COVID-19 berada di urutan pertama. Setiap orang yang tertular dapat mengalami gejala yang berbeda. Saat ini ada banyak jenis virus. Setelah terinfeksi COVID-19, kekebalan tubuh menurun sehingga seseorang dapat kembali tertular virus lain. Akibatnya, bisa terjadi banyak infeksi secara bersamaan.”

Menurut data pemantauan terbaru yang dirilis Tiongkok CDC, selama 7 hingga 13 September, dari 216 rumah sakit sentinel, tiga virus dengan tingkat positif tertinggi pada pasien rawat jalan dan unit gawat darurat adalah virus influenza, virus corona baru (COVID-19), dan rhinovirus.

Seorang ahli virologi Tiongkok bermarga Wang (nama samaran) mengatakan bahwa berdasarkan data virus yang terdeteksi melalui pemantauan air limbah di berbagai wilayah, kadar COVID-19 dan influenza A sama-sama tinggi. Seseorang bahkan mungkin dapat terinfeksi beberapa jenis virus secara bersamaan.

Wang (nama samaran) mengatakan: “COVID-19 di Jiangsu, Zhejiang, dan Shanghai selama ini memang cukup tinggi. Namun, saat ini konsentrasi virus dalam air limbah di wilayah utara justru paling tinggi. Bukan hanya COVID-19, influenza A juga sangat tinggi. Karena COVID-19 dapat menekan sel T dan menurunkan kekebalan tubuh, influenza A menjadi lebih mudah menginfeksi. Virus lain yang menyebabkan pilek berkepanjangan, seperti rhinovirus, juga memiliki kemungkinan menginfeksi yang sangat tinggi.”

Laporan wawancara Xiong Bin dan Peng Xinyu, NTD Television

Misteri 7 Tahun Terungkap: Wanita Tiongkok yang Hilang Ditemukan Tewas Setelah Muncul dalam Mimpi Sahabatnya 

EtIndonesia.com Seorang perempuan di Tiongkok menghilang secara misterius selama 7 tahun. Sahabat dekatnya terus dihantui mimpi buruk yang sama. Dalam mimpinya, sahabatnya terjebak di tepi sungai. Pada akhirnya, ia benar-benar menemukan kerangka sahabatnya setelah menggali di tepi sungai tersebut.

Baru-baru ini, Sichuan Radio and Television melaporkan bahwa seorang perempuan asal Sichuan bernama Li Yu (nama samaran) secara misterius menghilang selama 7 tahun di Kabupaten Zhengding, Provinsi Hebei. Tidak ada jejak yang ditinggalkan, tidak ada saksi mata, dan tidak ada petunjuk apa pun.

Sahabat dekat Li Yu, Zhang Yao (nama samaran), sambil menangis menceritakan bahwa selama bertahun-tahun Li Yu terus hadir dalam mimpinya. Mimpi itu selalu sama: Li Yu mengenakan gaun putih dan berdiri di tanah berlumpur di tepi sungai. 

Tanah berlumpur tersebut semakin lama semakin ambles. Dalam mimpi itu, Li Yu berkata kepada sahabatnya, “Aku tidak meninggalkan Zhengding. Seseorang menahanku di suatu tempat, dan orang yang menahanku tidak mengizinkanku mencarimu.”

Li Yu kemudian berkata kepadanya, “Aku akan membawamu ke sana. Aku sudah susah payah menemukanmu.”

Setelah itu, Zhang Yao bermimpi bahwa sahabatnya berjalan di depan, sementara ia mengikuti dari belakang. Dalam perjalanan, mereka melihat sebuah sungai. Banyak perahu berada di sungai tersebut, dan lentera-lentera tergantung di atas perahu. Namun, seluruh tanah di sekitar mereka berlumpur sehingga ia tidak dapat melanjutkan perjalanan. Kemudian, ia terbangun.

Zhang Yao mengatakan, “Setelah menceritakan semuanya, saya merasa pasti telah terjadi sesuatu. Saya yakin dia telah menjadi korban pembunuhan.” Ia juga menduga kuat bahwa pelakunya kemungkinan adalah Wang, kekasih Li Yu.

Dalam keterangannya kepada polisi, Wang kemudian mengaku bahwa pada 23 Juni 2018, Li Yu mendesaknya untuk menceraikan istrinya. Keduanya kemudian bertengkar. Li Yu membanting pintu dan pergi. Wang takut Li Yu akan menemui istrinya. Dalam pertengkaran kedua, Wang akhirnya secara tidak sengaja membunuh Li Yu.

Lokasi tempat jasad Li Yu dikuburkan ternyata memang berada di tepi Sungai Hutuo, sesuai dengan lokasi yang muncul dalam mimpi Zhang Yao.

Setelah dilakukan penggalian selama delapan hari di tepi sungai tersebut, ditemukan kerangka seorang perempuan. Hasil pemeriksaan DNA memastikan bahwa kerangka tersebut adalah Li Yu. (***)

Menjelang Perubahan Besar? 4 Sinyal Utama “Keruntuhan Seketika” Partai Komunis Tiongkok 

EtIndonesia.com Ketika seruan untuk perubahan dalam masyarakat Tiongkok semakin kuat dan birokrasi menghadapi konflik serta pemborosan internal, kemungkinan terjadinya keruntuhan mendadak rezim menjadi tantangan bagi strategi global. Pakar Tiongkok dari lembaga pemikir Amerika Serikat Hudson Institute, Miles Yu, menerbitkan sebuah artikel yang menganalisis krisis pada era pasca-PKT.

Pakar Tiongkok dari Hudson Institute, Miles Yu, menerbitkan artikel di The Washington Times pada 14 September. Ia menunjukkan bahwa salah satu tantangan strategis terbesar yang ditimbulkan Tiongkok bagi dunia adalah pertanyaan: apa yang akan terjadi jika Tiongkok tiba-tiba runtuh?

Gagasan utama yang dibahas dalam artikel tersebut adalah bahwa dunia bebas dan masyarakat internasional tidak seharusnya menjadikan asumsi bahwa “PKT akan terus ada untuk jangka panjang” sebagai satu-satunya dasar strategi. Sebaliknya, mereka perlu menghadapi kemungkinan bahwa Partai Komunis Tiongkok tiba-tiba runtuh atau kehilangan kendali terpusat, serta mempersiapkan strategi untuk menghadapi kemungkinan tersebut sejak dini.

Pada saat yang sama, sebuah artikel yang diterbitkan oleh seorang warganet di media sosial membahas kemungkinan keruntuhan mendadak PKT dari tiga aspek: adanya tuntutan perubahan dari masyarakat, keinginan sistem untuk melepaskan diri dari tekanan, dan kemungkinan PKT mengalami keruntuhan mendadak. 

Yu Maochun, pakar masalah Tiongkok dari Hudson Institute (tangkapan layar)

Pandangan dalam artikel internet tersebut mengenai “matangnya secara bersamaan kondisi untuk transisi politik Tiongkok” melengkapi peringatan strategis yang disampaikan Miles Yu dan Hudson Institute. 

Artikel pertama berfokus pada logika perubahan struktur internal dan dinamika sosial, sedangkan yang kedua berfokus pada persiapan strategis masyarakat internasional.

“Faktor potensial utama bagi transisi politik PKT adalah faktor ekonomi, misalnya stagnasi pertumbuhan ekonomi, krisis keuangan pemerintah daerah, dan tingginya tingkat pengangguran di kalangan anak muda,” ujar Shen Ming-shih, peneliti Institute for National Defense and Security Research (INDSR) Taiwan. 

“Dari sisi sistem, PKT semakin totaliter, sementara mekanisme suksesi kepemimpinan semakin tidak pasti. Konflik internal PKT telah berubah dari persoalan pembangunan menjadi krisis kelangsungan hidup,” jelasnya. 

“Semakin banyak orang menghadapi kesulitan dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. Ketika mereka sudah tidak dapat melakukan apa pun, dan akhirnya merasa hanya bisa mengambil risiko dengan prinsip ‘mati bersama’, tentu hal itu dapat menyebabkan runtuhnya rezim PKT,” katanya. 

Shen Ming-shih menilai bahwa faktor paling penting adalah apakah terjadi perpecahan terbuka di dalam kelompok penguasa PKT.

Shen Ming-shih juga berkata: “Jika perebutan kekuasaan sudah mencapai tingkat terbuka, tentu kemampuan rezim untuk mengendalikan keadaan akan melemah. Kedua adalah kemampuan mengendalikan masyarakat. Ketiga adalah goyahnya kekuatan militer, kepolisian, dan aparat keamanan dalam mempertahankan stabilitas. Militer, polisi, dan Polisi Bersenjata merupakan garis pertahanan terakhir untuk mempertahankan kekuasaan.” 

“Jika bahkan militer dan polisi tidak lagi bersedia mematuhi kepemimpinan Partai Komunis, tentu itu juga menjadi salah satu faktor utama. Keempat, jika terjadi demonstrasi besar-besaran atau aksi memperjuangkan hak, aksi tersebut dapat dengan mudah terhubung dan berkembang menjadi tuntutan atau gerakan berskala nasional. Tentu saja, ini juga merupakan tanda penting terjadinya transisi politik.”

Artike tersebut berpendapat bahwa persoalan lapangan kerja, pendapatan, harga rumah, pensiun, asuransi kesehatan, utang pemerintah daerah, serta kepercayaan dunia usaha saat ini tidak lagi merupakan krisis lokal yang berdiri sendiri. Semua persoalan tersebut telah saling berkelindan menjadi sebuah jaring besar yang menekan masyarakat.

Xing Tianxing, komentator isu terkini yang berbasis di Amerika Serikat: “Sebelum suatu rezim mengalami tanda-tanda perubahan, hal yang paling jelas biasanya adalah perubahan fenomena alam, dengan berbagai bencana besar terjadi secara berturut-turut.” 

“Jika tidak ada bencana-bencana tersebut, tekanan ekonomi saja sudah membuat masyarakat merasa sangat sulit. Namun ketika bencana seperti ini terjadi, semakin banyak orang terdorong ke dalam situasi yang sangat sulit. Karena itu, kita melihat sekarang mereka (PKT) mengeluarkan berbagai kebijakan, yang juga bertujuan menghindari krisis sosial seperti ini.”

Pengamatan warganet mengenai matangnya kondisi untuk perubahan internal PKT dinilai sejalan dengan penekanan Miles Yu bahwa “rezim otoriter yang tampaknya tidak tergoyahkan sering kali dapat runtuh dalam sekejap”. 

Keduanya sama-sama mengarah pada satu kesimpulan utama: tidak peduli berapa lama lagi rezim PKT dapat menunda perubahan, kerentanan struktur internal dan kuatnya tuntutan transformasi sosial telah membentuk dua gelombang tekanan yang besar.

Shen Ming-shih: “Apakah kondisinya sudah matang atau apakah waktunya sudah pasti, menurut saya itu adalah dua hal yang berbeda. Ketika kondisi sudah matang, mungkin hanya diperlukan pemicu atau suatu peristiwa tak terduga. Hal itu dapat menjadi seperti percikan api yang kemudian menimbulkan kebakaran besar.” 

“Kita melihat bahwa baik runtuhnya Uni Soviet maupun peristiwa Musim Semi Arab terjadi karena sebuah peristiwa kecil yang muncul secara tiba-tiba, kemudian berkembang menjadi keruntuhan secara menyeluruh.” 

“Menurut saya, jika melihat sistem politik PKT saat ini, kondisi tersebut sudah matang. Namun yang masih kurang adalah percikan api atau peristiwa tertentu yang dapat menghubungkan berbagai persoalan dan menghasilkan dukungan berskala nasional.”

Xing Tianxing: “Tiongkok dapat mengalami transisi yang relatif damai—ini adalah model yang ideal. Saat ini seluruh masyarakat menghadapi berbagai krisis, termasuk krisis yang dihadapi mereka (PKT) sendiri.” 

“Jika krisis tersebut dapat mendorong terjadinya transformasi, maka bagi rakyat Tiongkok hal itu mungkin merupakan sesuatu yang baik. Namun jika tidak demikian, dan akhirnya terjadi ‘keruntuhan seketika seperti sambaran petir’, maka jika benar terjadi dengan pola seperti itu, bencana yang ditimbulkan kemungkinan juga akan sangat besar.”

Sejarah seringkali berbelok ketika orang tidak siap menghadapinya. Para komentator menilai bahwa baik keinginan masyarakat untuk mengalami perubahan maupun “asuransi strategis” yang sedang dipersiapkan masyarakat internasional merupakan langkah untuk mengantisipasi kemungkinan datangnya perubahan besar tersebut.

Huang Yimei/Chang Chun/Chen Jianming

Terima Kapal Induk Bekas Italia, Indonesia Menjadi Negara Kedua di Asia Tenggara yang Memiliki Kapal Induk

Indonesia resmi menerima kapal induk ringan pertamanya, sehingga menjadi negara kedua di Asia Tenggara yang memiliki kapal induk setelah Thailand. Pihak berwenang mengatakan kapal tersebut akan digunakan untuk memperkuat keamanan maritim dan kemampuan tanggap bencana. 

EtIndonesia.com Di tengah upaya Indonesia untuk meningkatkan peralatan militernya, pada Jumat (18 September) pagi, sebuah kapal induk ringan (Light Aircraft Carrier) yang didonasikan Italia, ITS Giuseppe Garibaldi, tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Dengan demikian, Indonesia menjadi negara kedua di Asia Tenggara yang memiliki kapal induk setelah Thailand.

Kapal perang Angkatan Laut Italia tersebut memiliki dek penerbangan penuh dan landasan peluncur model ski-jump. Kapal ini memiliki bobot perpindahan sekitar 14.000 ton dan terutama cocok untuk operasi regional atau misi dukungan. 

Kapal yang telah berusia 41 tahun ini dipensiunkan pada 2024. Kapal tersebut dapat mengoperasikan helikopter serta pesawat yang mampu melakukan lepas landas jarak pendek dan mendarat secara vertikal.

Pemerintah mengatakan kapal tersebut akan dimodifikasi menjadi platform untuk helikopter dan drone, yang digunakan untuk meningkatkan keamanan maritim dan kemampuan menghadapi bencana alam. 

Jika diperlukan, kapal tersebut juga dapat dikerahkan untuk menjalankan misi tempur. Angkatan Laut Indonesia mengatakan kapal sepanjang 180 meter itu dapat membawa hingga 18 helikopter dan menampung 830 orang, serta masih dapat digunakan selama 15 hingga 20 tahun.

Pada Maret lalu, Italia menyetujui pengalihan kapal induk tersebut kepada Indonesia guna memperkuat kerja sama pertahanan kedua negara. Pengalihan kapal induk yang telah dipensiunkan ini juga menghindarkan Italia dari sebagian biaya yang diperlukan untuk membongkar dan menanganinya sendiri.

TNI Angkatan Laut mengatakan serah terima kapal tersebut diperkirakan selesai pada 24 September. Pada saat itu, bendera Italia akan diganti dengan bendera Indonesia dan kapal tersebut secara resmi akan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya.

Kementerian Keuangan Indonesia pada 2025 menyetujui pembiayaan proyek kapal induk tersebut sebesar US$450 juta.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia juga memperdalam kerja sama pertahanan dengan sejumlah negara besar. 

Pada 2022, Indonesia membeli jet tempur Rafale dari Prancis. Tahun ini, Indonesia membeli rudal jarak jauh dan rudal supersonik dari India, mencapai kerjasama pertahanan besar dengan pemerintahan Trump di Amerika Serikat, serta menandatangani perjanjian keamanan dengan Australia.

Laporan gabungan Guo Yuexi, NTD Television

Di Balik 90.000 Kasus Pelanggaran, Perusahaan Swasta Tiongkok Diperas Dua Kali

Baru-baru ini, Kementerian Kehakiman Partai Komunis Tiongkok (PKT) mengumumkan bahwa pihaknya telah menemukan dan memperbaiki lebih dari 90.000 kasus pelanggaran dalam penegakan hukum administratif yang melibatkan perusahaan, sehingga membantu perusahaan memulihkan kerugian hampir 31 miliar yuan RMB. 

Namun, pada hari yang sama, platform pariwisata Tiongkok Ctrip (携程) mengumumkan laporan keuangan kuartal keduanya. Terbebani oleh hukuman antimonopoli, perusahaan tersebut mencatat kerugian bersih sebesar 2,5 miliar yuan. 

Para pakar menunjukkan bahwa angka besar terkait kasus yang ditemukan dan dikoreksi tersebut, jika disandingkan dengan kasus perusahaan yang dikenai hukuman berat, menunjukkan bahwa perusahaan swasta menghadapi bukan hanya risiko pasar, tetapi juga tekanan dari kekuasaan administratif yang kurang memiliki pengawasan.

EtIndonesia.com  Pada 16 September, pejabat Kementerian Kehakiman PKT dalam konferensi pers mengklaim bahwa sejak tahun lalu pemerintah telah meluncurkan kampanye khusus untuk menertibkan penegakan hukum administratif yang berkaitan dengan perusahaan. 

Hingga kini, lebih dari 90.000 kasus bermasalah telah ditemukan dan dikoreksi, dengan nilai sekitar 31 miliar yuan. Masalah yang dicantumkan pemerintah antara lain pungutan ilegal, denda sewenang-wenang, pemeriksaan berlebihan, penyitaan sewenang-wenang, penegakan hukum demi keuntungan, penyalahgunaan kekuasaan, serta pelanggaran hukum demi kepentingan pribadi.

Wu Shaoping, ketua Overseas Chinese Human Rights Lawyers Alliance, mempertanyakan klaim tersebut. Menurutnya, lebih dari 90.000 kasus itu bukan merupakan hasil keberhasilan penertiban oleh aparat penegak hukum, melainkan bukti kegagalan sistem PKT.

“Data ini sudah menunjukkan bahwa fenomena perusahaan yang menjadi korban denda sewenang-wenang, pungutan sewenang-wenang, dan penyitaan sewenang-wenang bukan sekadar masalah kasus individual. Ini merupakan kelemahan yang melekat pada sistem politik PKT, sebuah persoalan yang tidak mampu mereka selesaikan,” katanya. 

“Itulah sebabnya lebih dari 90.000 kasus dapat ditemukan. Jelas masih banyak kasus lain yang belum masuk dalam lingkup pemeriksaan mereka. Karena itu, menurut saya, jumlah perusahaan yang sebenarnya menjadi korban dan jumlah kasus sebenarnya hanya akan lebih besar,” jelasnya. 

Wu Shaoping mengatakan bahwa di tengah krisis keuangan pemerintah daerah, pemerintah menjadikan penegakan hukum sebagai sarana untuk memperoleh pendapatan. 

Bahkan, jumlah denda yang dijatuhkan digunakan sebagai indikator penilaian aparat penegak hukum, sehingga mendorong munculnya berbagai bentuk penegakan hukum yang berorientasi pada keuntungan. Namun, lembaga dan aparat yang melakukan penegakan hukum secara sewenang-wenang tersebut tidak dimintai pertanggungjawaban.

“Yang kami sebut sebagai ‘penangkapan ikan di laut lepas’ maupun ‘penangkapan ikan di perairan dekat pantai’—banyak tindakan seperti ini secara langsung didukung oleh pemerintah. Kepolisian, kejaksaan, pengadilan, dan aparat penegak hukum setempat menyita harta perusahaan atau individu dari provinsi dan kota lain. Karena pendapatan fiskal PKT sudah tidak mampu menutupi pengeluaran, pemerintah daerah justru mendorong terjadinya tindakan seperti ini,” ujarnya. 

Wu Shaoping mengatakan bahwa PKT menjadikan hukum sebagai alat yang dapat ditafsirkan, diubah, dan diterapkan secara sewenang-wenang sesuai kebutuhan politik. Independensi peradilan lemah, kekuasaan tidak diawasi, dan pejabat saling melindungi. Akibatnya, ketika perusahaan menerima hukuman yang tidak semestinya, mereka juga sulit memperjuangkan haknya.

“Orang-orang di pemerintahan daerah ini bahkan lebih kuat daripada para penguasa lokal. Ketika perusahaan berusaha memperjuangkan haknya, biaya yang harus dikeluarkan bahkan bisa lebih besar daripada kerugian akibat denda dan pungutan sewenang-wenang yang mereka terima. Karena biaya memperjuangkan hak terlalu tinggi, mekanisme pertanggungjawaban tidak memadai, dan kekuasaan tidak diawasi, keadaan seperti ini terus memburuk,” katanya. 

Pada hari yang sama ketika Kementerian Kehakiman mengumumkan lebih dari 90.000 kasus tersebut, platform pariwisata Ctrip juga merilis laporan keuangan kuartal kedua. Ctrip mencatat kerugian bersih sekitar 2,5 miliar yuan dan mengungkapkan bahwa sebelumnya perusahaan tersebut telah dikenai hukuman antimonopoli oleh pemerintah sebesar 5,2 miliar yuan. 

Selain denda besar tersebut, pada 15 September regulator juga memanggil Ctrip, Meituan, Douyin, JD.com, dan platform lainnya untuk meminta mereka mencegah masalah “harga terendah di seluruh internet” serta persaingan internal yang berlebihan.

Para pakar menunjukkan bahwa bagi perusahaan, hukuman administratif dalam jumlah besar bukan hanya dapat menggerus keuntungan, tetapi juga membuat perusahaan sulit memperkirakan batas-batas regulasi, sehingga meningkatkan ketidakpastian dalam menjalankan usaha.


“Perusahaan kini tidak hanya menghadapi risiko pasar, tetapi juga ketidakpastian kekuasaan administratif dan sifat kekuasaan administratif yang tidak terbatas. Hal terpenting dalam ekonomi pasar adalah stabilitas ekspektasi,” ujar Davy J. Wong, ekonom Amerika Serikat. 

“Perusahaan masih dapat menerima tinggi-rendahnya biaya pajak, tetapi yang paling mereka khawatirkan adalah bagaimana aturan akan diterapkan hari ini. Orang yang menerapkannya bisa berbeda menurut daerah, waktu, dan standar, sementara kewenangan diskresionernya sangat besar. Hal ini sering kali membuat perusahaan tidak dapat menjalankan bisnis secara normal,” jelasnya. 

Ekonom Amerika Serikat Davy J. Wong mengatakan bahwa jika perusahaan tidak dapat menghindari denda administratif dan intervensi administratif yang berada di luar kendali mereka, akan sulit bagi mereka untuk bertahan dan berkembang.

“Terutama bagi perusahaan asing, mereka jauh lebih takut terhadap hal ini. Jadi, titik pentingnya saat ini bukan apakah lebih dari 90.000 kasus tersebut telah dikoreksi. Pertanyaannya adalah: setelah 90.000 lebih kasus itu dikoreksi, apakah dapat dibentuk mekanisme kelembagaan yang benar-benar mampu mengendalikan kewenangan penegakan hukum dan memasukkan kekuasaan tersebut ke dalam ‘kerangkeng’, sehingga terdapat pengawasan yang memadai?” katanya. 

Selama bertahun-tahun, PKT terus mengeruk kekayaan dari perusahaan swasta. Seiring pecahnya gelembung properti dan terkurasnya keuangan pemerintah daerah, tekanan terhadap perusahaan swasta semakin meningkat. 

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan dan pelaku usaha perseorangan menjadi sasaran pemeriksaan pajak dan tuntutan pembayaran pajak tambahan, bahkan ada yang diperiksa kembali untuk transaksi hingga 30 tahun sebelumnya, hingga akhirnya bangkrut dan gulung tikar.

Editor/Peliputan: Li Yun/Tony

Perang Mendekati Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh, Otoritas Aktifkan Peringatan Serangan Udara

EtIndonesia.com  Pertempuran di Timur Tengah semakin mendekati ibu kota Arab Saudi. Pada Jumat (18 September) dini hari waktu setempat, terdengar suara ledakan di Riyadh. Sebelumnya, pihak berwenang telah mengeluarkan peringatan serangan udara kepada warga, memperingatkan bahwa wilayah tersebut sedang menghadapi “ancaman udara dari pihak musuh”.

Ini merupakan pertama kalinya sejak konflik di Yaman meningkat pada Juli, ibu kota Arab Saudi terkena dampak langsung. Belakangan ini, kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran terus melancarkan serangan terhadap Arab Saudi.

Saat ini, sumber pasti ancaman udara tersebut, lokasi ledakan, serta apakah terdapat korban jiwa atau luka-luka masih menunggu konfirmasi lebih lanjut.

Bentrokan Arab Saudi dan Houthi Meningkat

Sementara itu, pertempuran di Yaman juga meningkat dengan cepat.

Kelompok Houthi pada Jumat (18 September) mengatakan bahwa Arab Saudi telah melancarkan 26 serangan terhadap wilayah yang mereka kuasai dalam 24 jam terakhir. Dalam satu minggu terakhir, jumlah serangan telah mencapai 300 kali, dengan sasaran tersebar di berbagai wilayah Yaman yang dikuasai Houthi.

Arab Saudi selama ini membantu pasukan pemerintah Yaman merebut kembali sejumlah wilayah yang sebelumnya kehilangan kendali. Bagi Arab Saudi, Selat Bab el-Mandeb memiliki arti strategis yang sangat penting karena sejumlah besar minyak diekspor melalui Laut Merah dan jalur pelayaran strategis tersebut.

Pekan lalu, setelah kelompok Houthi merebut kota pelabuhan strategis Mocha di Laut Merah, kehidupan warga setempat nyaris terhenti.

Seorang warga mengatakan kepada AFP bahwa dirinya sudah tidak pergi bekerja selama satu minggu dan hanya berani pergi ke toko kelontong jika benar-benar diperlukan. Setelah pukul 8 malam, jalan-jalan hampir sepenuhnya gelap.

Badan Pengungsi PBB (UNHCR) mengatakan bahwa seiring meningkatnya pertempuran, hampir 3.000 orang telah meninggalkan rumah mereka dalam waktu kurang dari satu minggu. Lebih dari separuh di antaranya adalah perempuan dan anak-anak, sementara ribuan lainnya masih menunggu untuk dievakuasi dari zona konflik. (***)

AS Memperoleh Hak Militer “Permanen” di Greenland, Tiongkok dan Rusia Terhalang Masuk

Amerika Serikat, Denmark, dan Greenland telah mencapai kesepakatan “tanpa batas waktu” mengenai keamanan Arktik. Kedaulatan Greenland tidak akan dialihkan kepada Amerika Serikat, tetapi AS akan memperoleh hak penggunaan militer tanpa batas waktu dan dapat mencegah Tiongkok, Rusia, serta negara-negara pesaing lainnya membangun pangkalan militer di wilayah tersebut.

EtIndonesia.com Pada Jumat 18 September 2026, Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat, Denmark, dan Greenland telah mencapai kesepakatan yang memberikan AS hak permanen untuk menempatkan pasukan, menggunakan pangkalan, serta melakukan penerbangan militer di Greenland. AS juga dapat membangun fasilitas militer tambahan jika diperlukan.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Partai Komunis Tiongkok (PKT), Rusia, serta negara-negara non-NATO lainnya tidak diperbolehkan membangun pangkalan militer atau menempatkan pasukan di Greenland. Kesepakatan itu juga membatasi investasi pesaing AS dalam bidang-bidang sensitif yang berpotensi mengancam keamanan nasional Amerika Serikat.

Yang perlu diperhatikan, kesepakatan ini tidak memiliki tanggal kadaluarsa. Pejabat AS mengatakan bahwa sekalipun Greenland kelak memisahkan diri dari Denmark dan menjadi negara merdeka, kesepakatan tersebut akan tetap berlaku.

Kesepakatan Dicapai Setelah Berbulan-bulan Negosiasi Rahasia

Kesepakatan ini bukanlah sesuatu yang dicapai secara tiba-tiba.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Fox News bahwa sejak Februari lalu, perwakilan Amerika Serikat, Denmark, dan Greenland telah mengadakan beberapa putaran negosiasi rahasia. Seluruh proses negosiasi tersebut tidak pernah diumumkan kepada publik dan tidak ada informasi yang bocor sebelumnya.

Pejabat tersebut mengatakan bahwa seiring berjalannya negosiasi, pihak Denmark dan Greenland secara bertahap menilai bahwa kesepakatan tersebut juga sejalan dengan kepentingan keamanan mereka sendiri.

Tokoh-tokoh utama AS yang terlibat dalam negosiasi antara lain Menteri Luar Negeri Marco Rubio, penasihat Gedung Putih Stephen Miller, serta para pejabat Departemen Luar Negeri dan Dewan Keamanan Nasional. Setelah berbulan-bulan melakukan pembahasan, Amerika Serikat, Denmark, dan Greenland akhirnya mencapai kesepakatan.

Tidak Mengambil Kedaulatan, tetapi Mendapatkan Hak Militer Jangka Panjang

Hal ini berarti gagasan Trump sebelumnya untuk memperoleh kendali atas Greenland pada akhirnya diwujudkan dalam bentuk yang berbeda.

Greenland tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark. Amerika Serikat tidak memperoleh kedaulatan teritorial, tetapi Washington mendapatkan hak keamanan dan militer yang lebih luas dan berjangka panjang. Pihak Denmark dan Greenland menegaskan bahwa kesepakatan baru tersebut mengakui kedaulatan dan integritas teritorial Kerajaan Denmark, serta hak penentuan nasib sendiri rakyat Greenland.

Saat ini Amerika Serikat telah memiliki Pangkalan Antariksa Pituffik di Greenland. Fox News mengutip seorang pejabat senior AS yang mengatakan bahwa berdasarkan kesepakatan baru, jika Amerika Serikat di masa depan menilai perlu membangun fasilitas militer tambahan, Washington dapat memperluas pengerahan militernya di wilayah tersebut.

Trump mengatakan bahwa AS akan segera memulai proses untuk memperluas kehadiran militernya di Greenland. Ia juga mengatakan bahwa setiap pesaing Amerika Serikat tidak diperbolehkan mempertahankan kehadiran militer atau melakukan investasi sensitif di wilayah tersebut tanpa persetujuan tegas dari Washington.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa kesepakatan ini telah menyelesaikan kekhawatiran keamanan nasional Amerika Serikat terkait Greenland dan akan memasukkan Greenland ke dalam kerangka pertahanan strategis jangka panjang Amerika Utara.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat, Denmark, dan Greenland diperkirakan akan menandatangani kesepakatan tersebut secara resmi di New York pada pekan depan, bersamaan dengan Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia mengatakan bahwa kesepakatan tersebut akan memperkuat keamanan bersama di kawasan Arktik dan Atlantik Utara, tetapi masih harus melalui prosedur legislatif yang diperlukan di parlemen sebelum dapat berlaku.

Sumber : NTDTV.com

UFO Muncul Lagi? Benda Terbang Misterius Terlihat di Langit Kota Meksiko

Belakangan ini, sejumlah pilot dan warga sipil merekam benda terbang tak dikenal berbentuk berlian di atas Kota Meksiko, bahkan benda tersebut sempat terlihat dalam satu frame bersama pesawat militer. Video terkait dengan cepat memicu perbincangan dan berbagai spekulasi.

EtIndonesia.com  9 September 2026 merupakan Hari Kemerdekaan Meksiko. Ibu kota Kota Meksiko menggelar parade militer besar-besaran untuk memperingati 216 tahun kemerdekaan negara tersebut.

Menurut El Heraldo de México, sebuah video yang direkam saat parade militer pada 16 September menjadi viral di media sosial. Dalam video tersebut, ketika beberapa pesawat melakukan pertunjukan udara, warga melihat sebuah benda aneh yang tampak melayang di langit. Video ini dengan cepat memicu perdebatan, dan banyak orang mulai berspekulasi mengenai identitas benda misterius tersebut.

Video memperlihatkan tiga pesawat yang ikut dalam formasi penerbangan melakukan manuver udara di atas Kota Meksiko. Namun, yang menarik perhatian penonton adalah sebuah benda yang tampak tidak bergerak di bawah pesawat. Berbeda dengan pesawat yang terus terbang mengikuti jalurnya, benda tersebut tampaknya bertahan di udara selama beberapa detik sebelum akhirnya menghilang dari layar.

Setelah melakukan tangkapan layar dan memperbesar gambar secara digital, sejumlah warganet menemukan bahwa benda tersebut berbentuk berlian (wajik) dan berwarna abu-abu gelap. Beberapa warga mengatakan bahwa mereka juga melihat benda tersebut selama parade dan menduga benda itu mungkin merupakan benda terbang tak dikenal (UFO).

Namun, ada pula warganet yang berpendapat bahwa benda tersebut merupakan drone yang digunakan untuk pengambilan gambar udara atau pengawasan. Meski demikian, mereka menunjukkan bahwa benda itu tampak lebih besar daripada drone komersial pada umumnya. Karena itu, mereka menduga benda tersebut mungkin merupakan perangkat profesional tertentu, bahkan peralatan teknologi untuk keperluan militer.

Hingga saat ini, pihak berwenang belum mengeluarkan informasi apa pun yang dapat memastikan sebenarnya benda yang terekam dalam video tersebut.

Menurut laporan sebelumnya, Meksiko merupakan salah satu wilayah dengan frekuensi penampakan UFO yang tinggi dan telah berulang kali mencatat fenomena aneh di udara.

Pada 29 September 2025, sebuah kamera merekam fenomena tidak biasa di atas Gunung Berapi Popocatépetl. Dalam video pemantauan time-lapse selama 30 menit, gunung berapi tersebut terlihat mengeluarkan kepulan asap, sementara puluhan benda terbang tak dikenal yang bercahaya melintas di sekitar kawah, bergerak cepat ke berbagai arah seperti meteor.

Gunung berapi tersebut telah lama dianggap sebagai lokasi populer untuk mengamati UFO. Selama beberapa dekade terakhir, terus bermunculan laporan saksi mata yang melihat benda-benda tak dikenal terbang masuk ke kawah, berputar-putar di sekitar gunung, bahkan keluar dari kawah.

Pada 2023, seorang warga setempat bernama Luis Guerra mengatakan bahwa ketika gunung berapi tersebut meletus, ia melihat sebuah benda berbentuk piringan melayang di atas kawah. 

Laporan serupa berulang kali muncul ketika aktivitas gunung meningkat. Frekuensinya begitu tinggi sehingga selama bertahun-tahun muncul spekulasi bahwa Gunung Popocatépetl kemungkinan merupakan pangkalan rahasia makhluk luar angkasa.

Jurnalis investigasi UFO terkenal Jaime Maussan berspekulasi bahwa gunung berapi tersebut mungkin merupakan “pintu masuk wormhole” yang digunakan oleh kehidupan luar angkasa dan dapat terhubung langsung ke luar angkasa yang jauh. Ia mengutip rekaman video selama bertahun-tahun dan mengatakan bahwa bola atau piringan bercahaya yang terbang masuk ke kawah bersuhu sangat tinggi mungkin telah memasuki “portal lintas dimensi”, dan jalur tersebut juga dapat digunakan untuk kembali ke Bumi.

Pada Januari 2016, para penjelajah UFO mengatakan bahwa mereka menemukan UFO dalam rekaman pemantauan langsung Gunung Berapi Colima di Meksiko bagian barat. 

Rekaman tersebut menunjukkan sebuah benda terbang berbentuk memanjang muncul ketika gunung berapi sedang meletus dan melintas dengan cepat di lokasi yang sangat dekat dengan titik erupsi. Benda memanjang itu muncul dari sisi kanan layar, kemudian bergerak cepat dalam garis lurus secara horizontal menuju sisi kiri. Seluruh peristiwa tersebut berlangsung sekitar lima detik.

Sumber : NTDTV.com

150 Pecinta Yoga Padati Ballroom MYZE Hotel Sumenep, “Flow to Glow” Jadi Ajang Sehat dan Bahagia

Sumenep, 13 September 2026 – Minggu pagi itu, Ballroom Aryawiraraja MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL berubah menjadi lautan manusia berpakaian merah muda dan putih. Sekitar 150 peserta memadati acara “Indoor Yoga: Flow to Glow MYZE”, sebuah kegiatan gaya hidup sehat yang digelar sejak pukul 06.30 WIB.

Mereka bukan hanya datang untuk berolahraga. Para penggiat yoga dan komunitas di Sumenep ini ingin merasakan pengalaman menyegarkan: menggerakkan tubuh, mengatur napas, dan menenangkan pikiran di satu ruang yang hangat dan penuh energi positif.

Yoga Bukan Sekadar Olahraga

Bagi sebagian orang, yoga mungkin terdengar identik dengan gerakan sulit atau tubuh yang lentur. Padahal, yoga adalah latihan yang ramah untuk hampir semua usia. Gerakan-gerakannya membantu meningkatkan fleksibilitas, memperbaiki postur, dan melatih pernapasan.

Yang tak kalah penting, yoga juga efektif meredakan stres. Dalam sesi “Flow to Glow”, peserta diajak menyelaraskan gerakan dengan napas. Perlahan, ketegangan yang menumpuk dari rutinitas harian pun larut. Tidak heran jika setelah sesi usai, banyak peserta merasa lebih ringan dan bahagia.

Antusiasme Luar Biasa

General Manager MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL, Akfian Farado Gusti, menyampaikan rasa bangga dan syukurnya atas kesuksesan acara tersebut.

“Kami sangat bangga dan bersyukur atas kesuksesan serta antusiasme luar biasa dari 150 peserta yang telah memadati acara ‘Indoor Yoga: Flow to Glow MYZE’ hari ini. Melalui kegiatan ini, MYZE Hotel Sumenep ingin terus hadir bukan hanya sebagai tempat akomodasi pilihan, tetapi juga sebagai pusat gaya hidup yang aktif, inspiratif, dan dekat dengan masyarakat lokal. Semoga kegiatan ini memberikan kesegaran fisik maupun mental bagi seluruh peserta yang hadir,” ujarnya.

Tiket Terjangkau, Fasilitas Lengkap

Dengan harga tiket Rp85.000 nett per pax, peserta tidak hanya mendapatkan sesi yoga yang menyegarkan. Mereka juga menikmati fasilitas kuliner sehat berupa free snackfresh salad, dan healthy drink yang disiapkan khusus oleh Sae Rassa Restaurant, MYZE Hotel Sumenep.

Kombinasi olahraga, makanan sehat, dan suasana kebersamaan membuat acara ini terasa lengkap. Peserta pun pulang dengan tubuh lebih bugar dan pikiran lebih rileks.

Komitmen untuk Kegiatan Berkelanjutan

Melihat kesuksesan dan tingginya animo publik, MYZE Hotel Sumenep berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai kegiatan kesehatan dan komunitas yang inspiratif secara berkala. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang tergerak menjalani gaya hidup sehat dengan cara yang menyenangkan.

Rayakan Hari Bahasa Isyarat Internasional, Grand Mercure Malang Mirama Gelar Kelas Bahasa Isyarat Gratis

Malang, 19 September 2026 – Bahasa isyarat bukan sekadar alat komunikasi. Ia adalah jembatan yang menghubungkan manusia, membangun empati, dan membuka ruang kesetaraan. Semangat itulah yang diusung Grand Mercure Malang Mirama dalam memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional yang jatuh pada 23 September.

Bekerja sama dengan Omah Gembira, yayasan pemerhati disabilitas, hotel ini menggelar rangkaian kegiatan edukatif. Ada talkshow inspiratif bertajuk “Indahnya Bincang Isyarat” yang mengangkat advokasi hak kerja teman tuli dan pelayanan ramah disabilitas. Tidak hanya itu, Grand Mercure Malang Mirama juga membuka kelas pelatihan bahasa isyarat gratis bagi para karyawan (heartists) dan masyarakat umum.

Meningkatkan Kesadaran dan Keterampilan Non-Verbal

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesetaraan aksesibilitas, sekaligus membekali peserta dengan keterampilan komunikasi non-verbal. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap tamu, termasuk penyandang disabilitas rungu atau tuli, mendapatkan pengalaman menginap dan pelayanan yang hangat, aman, serta tanpa hambatan.

Inisiatif ini sejalan dengan pilar keberlanjutan dan kepedulian sosial hotel. Inklusivitas menjadi bagian integral dari budaya pelayanan sehari-hari. Lewat kolaborasi bersama Omah Gembira, peserta diajak memahami dasar-dasar bahasa isyarat serta etika berinteraksi dengan teman tuli secara ramah dan suportif.

“Sebagai hotel yang berkomitmen menerapkan prinsip ramah disabilitas, kami percaya bahwa pelayanan terbaik berasal dari pemahaman dan kesetaraan. Melalui kolaborasi dengan Omah Gembira ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh heartists kami siap memberikan pelayanan yang inklusif bagi seluruh tamu tanpa terkecuali,” ujar Sugito Adhi, Cluster General Manager Grand Mercure Malang Mirama & Mercure Surabaya Grand Mirama.

Membangun Ruang Publik yang Ramah Disabilitas

Selain pelatihan untuk staf dan masyarakat umum, acara ini juga membuka ruang diskusi interaktif mengenai pentingnya menciptakan ruang publik dan fasilitas akomodasi yang semakin mudah diakses oleh semua pihak di Kota Malang.

“Inklusivitas bukan sekadar menyediakan fasilitas fisik, tetapi bagaimana kita mampu berkomunikasi dan membangun empati tanpa hambatan. Kolaborasi bersama Grand Mercure Malang Mirama ini bukan yang pertama kali sehingga ini menjadi langkah nyata yang sangat luar biasa dalam membuka ruang kesetaraan. Melalui kelas bahasa isyarat ini, kami berharap para peserta tidak hanya mahir berkomunikasi non-verbal, tetapi juga siap menyambut teman tuli dengan hangat, ramah, dan penuh penghormatan,” ujar Riza Agung, Ketua Yayasan Omah Gembira.

Inspirasi bagi Industri Hospitality

Melalui kegiatan ini, Grand Mercure Malang Mirama berharap dapat menginspirasi pelaku industri hospitality lainnya untuk terus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas.

KPPU Dorong Pemda NTB Perkuat Kebijakan Pro-Persaingan

Surabaya (17/9) – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Surabaya mendorong Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat penerapan prinsip persaingan usaha dan kemitraan yang sehat dalam penyusunan maupun evaluasi kebijakan daerah. Dorongan tersebut disampaikan dalam sosialisasi “Peran Strategis Persaingan Usaha dan Kemitraan yang Sehat bagi Pemerintah Daerah di Nusa Tenggara Barat” yang dilaksanakan secara hybrid bersama Pemerintah Provinsi NTB, Kamis 17 September 2026.

Komisioner KPPU Dr. Eugenia Mardanugraha menekankan bahwa persaingan usaha yang sehat menjadi salah satu fondasi penting dalam menghadapi tekanan ekonomi, ketidakpastian investasi, serta dinamika harga dan rantai pasok. Persaingan yang berjalan secara sehat dapat mendorong efisiensi, inovasi, investasi produktif, sekaligus memperluas pilihan bagi konsumen. Karena itu, sinergi antara KPPU, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan UMKM diperlukan untuk memastikan kebijakan ekonomi tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga mendukung terciptanya pasar yang kompetitif.

Plt. Kepala KPPU Surabaya Dyah Paramita menjelaskan bahwa peran KPPU mencakup penegakan hukum terhadap praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat, penilaian merger dan akuisisi, serta pengawasan pelaksanaan kemitraan antara usaha besar dengan UMKM. Dalam kemitraan, hubungan usaha perlu dibangun berdasarkan prinsip saling membutuhkan, saling memperkuat, dan saling menguntungkan, dengan tetap mencegah terjadinya penguasaan atau hubungan yang merugikan usaha mikro dan kecil.

Sementara itu, Kepala Bidang Kajian dan Advokasi KPPU Surabaya Romy Pradhana Aryo menyoroti sejumlah sektor strategis di NTB yang perlu mendapat perhatian dari perspektif persaingan, antara lain pengadaan barang dan jasa pemerintah, pertanian dan perikanan, industri pengolahan, serta pariwisata. Dalam pengadaan, pemerintah daerah perlu mewaspadai potensi persekongkolan tender dan persyaratan yang mengarah pada pelaku usaha tertentu. Evaluasi juga diperlukan terhadap kebijakan yang dapat menciptakan hambatan masuk atau membatasi kesempatan pelaku usaha untuk bersaing.

Menurut KPPU, kebijakan daerah memiliki pengaruh terhadap struktur pasar, akses pelaku usaha, dan tingkat persaingan. Karena itu, tujuan pembangunan daerah tetap perlu berjalan seiring dengan pertimbangan terhadap dampak persaingan. Kebijakan yang memberikan perlakuan khusus atau membatasi pelaku usaha tertentu perlu dirancang secara proporsional agar tidak menciptakan hambatan persaingan yang tidak diperlukan serta mengurangi insentif bagi pelaku usaha untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi.

Aspek kemitraan dan pengembangan UMKM juga menjadi perhatian dalam diskusi. Perluasan ritel modern, pemanfaatan produk lokal dalam pengadaan pemerintah, akses pembiayaan, serta pelaksanaan kewajiban kemitraan antara perusahaan besar dan UMKM dibahas sebagai bagian dari upaya menciptakan kesempatan usaha yang lebih setara. KPPU mendorong pemerintah daerah untuk memastikan hubungan kemitraan berlangsung transparan, memiliki hak dan kewajiban yang jelas, serta menjaga keseimbangan posisi tawar para pihak.

Selain itu, pemerintah daerah perlu memperkuat pemantauan terhadap dinamika pasar, termasuk anomali berupa kelangkaan barang dan kenaikan harga yang tidak wajar. Pemantauan tersebut penting untuk membedakan perubahan harga yang terbentuk melalui mekanisme pasar dengan kondisi yang berpotensi dipengaruhi oleh perilaku antipersaingan. Dalam hal ditemukan dugaan pelanggaran, informasi dan laporan masyarakat maupun pelaku usaha dapat menjadi bagian dari proses penanganan KPPU sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebagai langkah lanjutan, KPPU mendorong Pemerintah Provinsi NTB dan pemerintah kabupaten/kota untuk berkonsultasi dengan KPPU Surabaya dalam penyusunan maupun evaluasi kebijakan daerah yang berpotensi memengaruhi persaingan. Pemerintah daerah juga dapat memanfaatkan competition checklist KPPU sebagai instrumen self-assessmentuntuk mengidentifikasi potensi dampak persaingan sejak tahap perumusan kebijakan. Penguatan perspektif persaingan sejak awal diharapkan dapat mendukung terbentuknya ekosistem usaha NTB yang terbuka, efisien, inklusif, dan berkelanjutan

Bukan Beef Wellington Biasa, The Southern Hotel Surabaya Hadirkan Meatloaf Wellington untuk Hampers Akhir Tahun

Surabaya, September 2026 – Penghujung tahun selalu identik dengan momen berbagi. Mulai dari Natal, Tahun Baru, Imlek, hingga Ramadhan, rangkaian perayaan itu menjadi kesempatan untuk kembali mempererat hubungan dengan keluarga, sahabat, maupun kolega. Menyambut periode spesial tersebut, The Southern Hotel Surabaya menghadirkan pilihan hampers yang berbeda: Meatloaf Wellington.

Sajian ini terinspirasi dari Beef Wellington, hidangan klasik Inggris yang biasanya menggunakan potongan daging sapi utuh (tenderloin) dan dilapisi pastry. Namun, The Southern Hotel Surabaya mengkreasikannya dengan daging sapi cincang yang diolah bersama racikan bumbu, lalu dibalut pastry hingga matang sempurna.

Lebih Praktis

Perbedaan utama terletak pada penggunaan daging cincang. Menurut Executive Chef The Southern Hotel Surabaya, Sarto, daging cincang memungkinkan bumbu meresap lebih merata dan menghasilkan cita rasa yang lebih familiar dengan lidah orang Indonesia.

“Kami mengambil inspirasi dari Beef Wellington yang biasanya menggunakan daging sapi utuh, kemudian mengkreasikannya menjadi meatloaf dengan daging cincang. Dengan bentuk ini, bumbu dapat lebih meresap dan kami sesuaikan dengan cita rasa yang lebih dekat dengan lidah orang Indonesia,” ujar Sarto.

Selain itu, tekstur meatloaf yang lebih lembut membuat sajian ini lebih praktis dinikmati, baik sebagai hidangan utama maupun sebagai isian hampers.

Hampers Lengkap dengan Kartu Ucapan

Meatloaf Wellington tidak hanya hadir sebagai sajian lezat, tetapi juga dikemas secara elegan. Setiap paket dilengkapi dengan kartu ucapan, sehingga penerima tidak hanya mendapatkan makanan istimewa, tetapi juga pengalaman berbagi yang lebih personal.

“Kami juga melengkapinya dengan kemasan dan kartu ucapan, sehingga menjadi hampers yang praktis dan lengkap untuk diberikan kepada keluarga maupun kolega,” tambah Sarto.

Satu Kreasi untuk Banyak Momen

Dengan rangkaian perayaan yang datang silih berganti, persiapan untuk berbagi bisa dimulai lebih awal. Meatloaf Wellington menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk melengkapi momen spesial, dari penghujung tahun hingga awal tahun baru.

Bagi Anda yang ingin memberikan hadiah yang berkesan namun tetap praktis, Meatloaf Wellington dari The Southern Hotel Surabaya bisa menjadi jawabannya.

Empat BPR Nusumma Resmi Bergabung, OJK: Bank Rakyat Kian Kuat, Layanan Makin Mudah

Surabaya, 27 Agustus 2026 – Kabar baik datang dari industri perbankan rakyat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mengumumkan penggabungan empat Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Nusumma menjadi satu entitas yang lebih besar dan kuat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya OJK mendorong konsolidasi industri BPR agar lebih tahan banting, efisien, dan mampu melayani masyarakat dengan lebih baik.

Penggabungan tersebut melibatkan PT BPR Nusumma Jateng (Tegal), PT BPR Nusumma Jawa Barat (Tasikmalaya), dan PT BPR Nusumma Jogja (Sleman) yang bergabung ke dalam PT BPR Nusumma Jatim (Jombang). Peresmian ditandai dengan penyerahan Salinan Keputusan Pemberian Izin Penggabungan di Kantor OJK Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Rabu (26/8).

Mengapa BPR Perlu Konsolidasi?

BPR adalah bank yang fokus melayani masyarakat di daerah, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan modal yang terbatas, BPR sering kesulitan bersaing dan mengembangkan layanan digital. Melalui penggabungan, BPR bisa memiliki modal yang lebih besar, infrastruktur teknologi yang lebih baik, serta manajemen risiko dan tata kelola yang lebih kuat.

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1 OJK Provinsi Jawa Timur, Nasirwan, menjelaskan bahwa konsolidasi ini diharapkan meningkatkan kapasitas BPR dalam menghadapi perkembangan industri jasa keuangan dan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.

“Dengan dilaksanakannya penggabungan keempat BPR, diharapkan konsolidasi ini dapat memperkuat struktur dan kapasitas BPR. Penggabungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketahanan permodalan, memperkuat kecukupan dan keandalan infrastruktur teknologi informasi, serta meningkatkan penerapan manajemen risiko dan tata kelola yang baik,” ujar Nasirwan.

Ia menambahkan, dengan kapasitas yang semakin kuat, BPR hasil konsolidasi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, kualitas layanan, dan daya saing, sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

BPR Tetap Sehat dan Bertumbuh

Di tengah proses konsolidasi, kinerja industri BPR dan BPR Syariah (BPR/S) secara nasional tetap positif. Hingga Mei 2026, total aset BPR/S tercatat Rp239,26 triliun atau tumbuh 4,16 persen secara tahunan. Dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp168,64 triliun (tumbuh 4,24 persen), sementara kredit yang disalurkan mencapai Rp178,52 triliun (tumbuh 3,89 persen).

Angka-angka ini menunjukkan bahwa BPR masih dipercaya oleh masyarakat sebagai tempat menyimpan dana dan mengakses pembiayaan. Dengan konsolidasi, diharapkan kepercayaan ini semakin meningkat.

Langkah Lanjutan OJK

OJK akan terus mendorong penguatan dan konsolidasi BPR/S untuk membangun industri yang sehat, efisien, berintegritas, dan berdaya saing. Tujuannya tak lain agar BPR mampu memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Bagi nasabah, penggabungan ini tidak perlu dikhawatirkan. Justru, dengan BPR yang lebih kuat, layanan perbankan di daerah akan semakin mudah diakses, aman, dan sesuai kebutuhan. (OJK)

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti sejenak untuk menyadari bahwa kita pun menjadi objek iri hati orang lain. Kita terpaku pada apa yang tidak kita miliki. Kita lupa bersyukur atas apa yang kita miliki.

Kebanyakan orang menganggap rasa syukur tidak lebih dari sekadar sikap ceria, lagu perusahaan yang diputar saat acara retret karyawan, atau perasaan positif yang menyenangkan tetapi tidak memberikan dampak nyata. 

Hampir tidak ada yang memahami bagaimana rasa syukur sebenarnya bekerja. Akibatnya, rasa syukur menjadi sesuatu yang hampa dan tidak efektif. Orang-orang yang menerapkan hukum rasa syukur melihat kehidupan mereka berubah.

Perumpamaan Dua Bersaudara dan Sebuah Tempayan Beras

Ada sebuah kisah tentang dua bersaudara yang hidup dalam kemiskinan. Suatu hari, mereka mendapati bahwa tempayan beras di rumah mereka hanya berisi beras yang cukup untuk satu hari.

Wajah sang kakak langsung muram. “Besok kita sudah tidak punya apa-apa lagi,” katanya. “Kita bekerja keras sepanjang hari, tetapi bahkan tidak bisa makan sampai kenyang. Kapan penderitaan ini akan berakhir? Langit telah berlaku kejam kepada kita.”

Sang adik melihat tempayan yang sama. “Kita masih punya beras,” katanya. “Langit belum melupakan kita. Aku bersyukur. Setidaknya hari ini kita masih bisa makan.”

Pada akhirnya, kedua bersaudara itu menjalani kehidupan masing-masing. Keadaan sang adik berubah dengan cepat. Sang kakak tetap hidup dalam kemiskinan.

Perhatian sang kakak tidak pernah lepas dari rasa kekurangan. Ia hidup dalam perasaan “tidak pernah cukup”, dan perasaan itu, tanpa pernah ia tantang, menjadi suasana batinnya: kekhawatiran, kecemasan, ketakutan, dan keluhan. Sebaliknya, perhatian sang adik tertuju pada apa yang dimilikinya. Suasana batinnya dipenuhi kelimpahan, kehangatan, dan kasih. Dunia batin masing-masing saudara membentuk dunia di luar diri mereka.

Apa yang Anda Lihat dalam Gelas Setengah Penuh Menentukan Apa yang Anda Dapatkan dari Kehidupan

Bayangkan gambaran yang sudah tidak asing lagi: segelas susu yang terisi setengah. Orang yang tidak memiliki rasa syukur melihat apa yang tidak ada. Orang yang memiliki rasa syukur melihat apa yang masih tersisa.

Ketika pikiran Anda berfokus pada apa yang sudah Anda miliki, pikiran itu membangkitkan perasaan penuh dan kasih. Perasaan tersebut kemudian menarik dan menciptakan lebih banyak hal serupa. Ketika pikiran Anda tertuju pada apa yang tidak Anda miliki, pikiran itu melahirkan kelangkaan, dan kelangkaan akan terus menghasilkan kelangkaan.

Ada sebuah adegan dalam film The Godfather yang menggambarkan hal ini dengan baik. Suatu malam, Vito Corleone muda pulang ke rumah hanya membawa sebuah apel. Istrinya mengangkat apel itu dan mengaguminya. Ia melihat kebaikan dalam sesuatu yang ada di hadapannya.

Rasa Syukur Mengarahkan Perhatian Anda, dan Perhatian Menentukan Apa yang Tumbuh

Ketika Anda memusatkan perhatian pada apa yang sudah Anda miliki, Anda membangkitkan perasaan cinta dan penghargaan, dan perasaan-perasaan itu menciptakan lebih banyak hal serupa.

Tidak ada seorang pun yang benar-benar tidak memiliki apa-apa. Begitu Anda mengalihkan fokus dari “apa yang tidak saya miliki” menjadi “apa yang saya miliki”, keadaan emosional Anda berubah. Rasa syukur muncul secara alami.

Bayangkan dua rekan kerja menerima bonus akhir tahun. Yang satu menerima 1.000 yuan, sedangkan yang lainnya menerima 1.500 yuan. Orang yang tidak memiliki rasa syukur berpikir: “Saya mendapat 500 yuan lebih sedikit daripada rekan saya.” Sementara orang yang bersyukur berpikir: “Perusahaan saya memberi saya 1.000 yuan. Mereka sebenarnya bisa saja tidak memberi saya apa-apa. Saya sungguh bersyukur.”

Orang yang bersyukur tidak pernah terjebak dalam perbedaan tersebut. Perhatiannya tetap tertuju pada apa yang diterimanya, dan keadaan emosionalnya tetap berada dalam kondisi berkelimpahan. Apa pun yang Anda syukuri, itulah yang Anda beri perhatian dan Anda tumbuhkan. Apa pun yang Anda abaikan atau Anda sesali, itulah yang Anda biarkan meredup.

Rasa Syukur yang Tulus Dirasakan dalam Tubuh, Bukan Sekadar Diucapkan

Banyak orang telah melakukan latihan rasa syukur selama bertahun-tahun tetapi tidak melihat hasil apa pun. Alasannya hampir selalu sama: mereka hanya melakukannya sebagai rutinitas. Mereka mengulangi kata-kata, tetapi tidak benar-benar merasakannya.

Rasa syukur yang tulus dirasakan dalam tubuh. Jika Anda benar-benar bersyukur, perasaan itu bahkan dapat membuat Anda meneteskan air mata. Hati Anda terasa penuh. Ada sesuatu yang berubah di dalam diri Anda.

Jika Anda mempraktikkan rasa syukur dengan kedalaman seperti itu, Anda mulai menyadari sesuatu: dunia di sekitar Anda seolah-olah mulai berpihak kepada Anda, bukan melawan Anda. Bahkan peristiwa-peristiwa sulit, bahkan hal-hal yang terjadi pada orang lain, mengandung sesuatu bagi diri Anda—sebuah pelajaran, sebuah kesempatan, atau hadiah yang tidak terduga. Tanpa rasa syukur, Anda hanya melihat apa yang salah, dan itulah yang terus Anda lihat dalam kehidupan.

Begitu perubahan itu terjadi, hal-hal yang layak disyukuri mulai terlihat di mana-mana.

Kedamaian di negara tempat Anda tinggal. Perekonomian yang berjalan. Tahun-tahun kehidupan yang masih terbentang di hadapan Anda. Keluarga yang utuh. Udara yang disediakan bumi tanpa meminta imbalan apa pun. Sinar matahari yang datang setiap pagi tanpa pernah gagal.

Semua itu nyata. Dan ketika semua itu benar-benar dirasakan, bukan sekadar dicatat dalam pikiran, masing-masing membangkitkan kasih. Dan kasih yang diarahkan ke luar diri akan menciptakan sesuatu.

Para Penyintas Bencana Memahami Nilai Sebenarnya dari Kehidupan Sehari-hari

Anda mungkin merasa bahwa tidak ada sesuatu pun dalam hidup Anda yang layak disyukuri secara khusus, bahwa apa yang Anda miliki hanyalah sesuatu yang memang pantas Anda dapatkan dan tidak ada yang istimewa.

Tanyakan kepada seseorang yang pernah selamat dari bencana, banjir, kebakaran, atau penyakit serius. Tanpa terkecuali, para penyintas biasanya keluar dari pengalaman tersebut dengan hubungan yang sama sekali berbeda terhadap kehidupan sehari-hari.

Di tengah bencana, mereka rela memberikan apa saja untuk dapat kembali menjalani kehidupan yang sebelumnya mereka anggap biasa dan remeh. Bertahan hidup mengubah mereka. Mereka memahami, hingga ke dalam lubuk hati, bahwa kehidupan itu sendiri bukanlah sesuatu yang biasa.

Sebagian besar dari kita hidup di tengah keajaiban tersebut tanpa menyadarinya.

Kita tidak merasakan betapa beruntungnya memiliki tubuh yang sehat sampai kita membayangkan bagaimana rasanya kehilangan salah satu anggota tubuh. Banyak penyandang disabilitas mengatakan bahwa mereka rela memberikan segala sesuatu yang mereka miliki demi kesehatan yang selama ini dianggap biasa saja oleh orang-orang yang tidak memiliki keterbatasan fisik.

Oleh Xiao Fang, Vision Times