Gadis 5 Tahun di Taiwan Tenggelam Setelah Ibunya Memasukkannya ke Dalam Bak Mandi untuk Menurunkan Demam

EtIndonesia. Kebanyakan orangtua akan segera membawa anaknya ke klinik atau rumah sakit setelah mengetahui bahwa anaknya demam.

Namun, seorang ibu di Taiwan mengambil pendekatan berbeda dan memutuskan untuk memasukkan putrinya yang berusia lima tahun ke dalam bak mandi untuk meredakan demam yang diderita gadis tersebut.

Sayangnya, gadis itu tenggelam setelah ditinggalkan selama beberapa menit.

Akibatnya, sang ibu dituduh melakukan kelalaian, namun jaksa mengakui penyesalannya yang mendalam dan memberinya penundaan penuntutan.

Menurut ETtoday, kejadian tragis itu terjadi sekitar pukul 11 ​​pagi pada tanggal 5 November tahun lalu.

Setelah mengetahui putrinya menderita demam, seorang ibu tunggal di New Taipei City memilih untuk merendam putrinya di bak mandi berisi air untuk menurunkan suhu tubuhnya daripada mencari pertolongan medis.

Setelah meninggalkan putrinya sebentar tanpa pengawasan, sang ibu kembali dan menemukan putrinya telah tertelungkup di bak mandi.

Karena terkejut, sang ibu membawa gadis itu ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan darurat.

Sayangnya, putrinya meninggal pada malam tanggal 24 November.

United Daily News melaporkan penyebab kematiannya adalah tenggelam, infeksi saluran pernapasan, ensefalopati hipoksik-iskemik (sejenis kerusakan otak), edema serebral (pembengkakan otak), dan pneumonia.

Sebagai bagian dari penyelidikan, jaksa melakukan wawancara dengan pacar ibu tersebut, tetangga, dan guru gadis tersebut.

Dari wawancara tersebut, mereka mengetahui bahwa sang ibu tidak memiliki riwayat kekerasan dan sangat menyayangi putrinya.

Untuk menghilangkan kecurigaan, penyelidik juga memeriksa catatan medis asuransi kesehatan almarhum dan tidak menemukan bukti penipuan asuransi.

Selama penyelidikan, sang ibu menangis berkali-kali dan tampak terpukul karena kesalahannya.

Mengingat gadis tersebut adalah kerabat terdekatnya dan sang ibu mengakui penyesalannya yang mendalam, pihak berwenang memberinya penundaan penuntutan selama satu tahun.

Selain itu, ibu tersebut harus membayar denda sebesar 50.000 dolar Taiwan (sekitar Rp 24 juta) ke kas negara. (yn)

Sumber: mustsharenews

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine