Jepang Membangun Pagar Anti Turis di Jembatan Populer dengan Pemandangan Gunung Fuji yang Menakjubkan

EtIndonesia. Pada bulan April, otoritas Jepang mengumumkan rencana untuk membangun penghalang di toko serba ada Lawson yang populer dengan latar belakang pemandangan Gunung Fuji, karena perilaku turis yang tidak bertanggung jawab.

Pada hari Kamis (6 Juni), seorang pejabat Jepang mengumumkan bahwa pagar logam akan dibangun di Jembatan Impian Gunung Fuji — tempat foto populer lainnya dengan latang belakang pemandangan menakjubkan dari gunung berapi ikonik tersebut.

Seorang pejabat dari Kota Fuji, tempat jembatan itu berada, mengatakan mereka berencana untuk menyelesaikan pembangunan pagar tersebut pada akhir Juni.

Pejabat Kota Fuji mengatakan pagar tersebut akan dibangun untuk menghalangi turis dari jembatan lokal yang telah menjadi atraksi populer.

Jembatan Impian Gunung Fuji adalah jalan layang biasa yang melintasi sungai. Kepopulerannya berasal dari pemandangan luar biasa yang ditawarkannya dari Gunung Fuji.

Meskipun telah ada selama sekitar satu dekade, jembatan ini baru mendapatkan popularitas belakangan ini. Seorang pejabat mengatakan bahwa turis mulai berkerumun di jembatan tersebut sekitar bulan November lalu.

Jembatan ini memberikan ilusi seolah-olah itu adalah tangga yang mengarah langsung ke Gunung Fuji.

Namun, turis yang mencari foto indah menyebabkan mereka terlibat dalam perilaku berisiko dan mengganggu.

Menurut Japan Times, pejabat menuduh turis melakukan pelanggaran lalu lintas saat mencari sudut baru untuk mengambil foto.

Setelah berada di tempat tersebut, turis sering berputar-putar untuk video atau berkeliaran dengan koper mereka. Selain itu, warga setempat mengeluhkan kebisingan yang dibuat oleh turis ketika mereka saling berteriak saat mengambil foto dari kejauhan.

Selain itu, warga juga mengeluhkan turis yang parkir secara ilegal di lingkungan tersebut.

Minggu ini, kota tersebut telah mendirikan area parkir dan toilet di dekat jembatan untuk menampung semakin banyaknya pengunjung yang datang ke daerah tersebut.

Seorang pejabat mengatakan bahwa kota tersebut berencana membangun pagar jala logam setinggi 1,8 meter.

Pagar tersebut dijadwalkan selesai pada akhir Juni.

Langkah ini dimaksudkan untuk mengurangi “frustrasi penduduk setempat,” kata pejabat tersebut.

Warga menyambut baik pengunjung, asalkan mereka mengikuti aturan dasar, tambahnya.

Dia menyarankan agar mereka mungkin menyelenggarakan “kursus wisata” untuk mendorong “penjelajahan yang bertanggung jawab”.(yn)

Sumber: mustsharenews

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine