Benjamin Netanyahu : Israel Menyiapkan Pertarungan yang ‘Sangat Hebat’ di Perbatasan Utara, di Tengah Bentrokan yang Meningkat dengan Hizbullah

Ryan Morgan – The Epoch Times

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 5 Juni mengisyaratkan negaranya sedang bersiap untuk mengintensifkan aksi militer di sepanjang perbatasan utara Israel dengan Lebanon karena Israel terus berperang dengan Hizbullah.

Benjamin Netanyahu mengisyaratkan kesediaan untuk melawan Hizbullah—–yang ditunjuk pihak Amerika Serikat dan Israel sebagai kelompok teroris Lebanon–—dalam sebuah pernyataan saat mengunjungi pangkalan militer Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Gibor di komunitas Kiryat Shmona di utara Israel pada 5 Juni. Perdana Menteri Israel yang mengunjungi komunitas di utara Israel bertemu dengan para pemimpin Komando Utara Pasukan Pertahanan Israel untuk membahas berlanjutnya pertempuran lintas-batas antara Israel dengan Lebanon.

Pasukan militer di utara Israel telah berperang melawan Hizbullah selama berbulan-bulan. Kelompok teroris itu–—yang juga diorganisir sebagai entitas politik dalam pemerintahan Lebanon—–telah mengintensifkan serangan-serangan di dekat perbatasan Lebanon sejak Oktober 2023, sebagian besar pasukan militer Israel fokus pada wilayah selatan untuk memenuhi kampanye militer mereka yang sedang berlangsung di Jalur Gaza melawan Hamas, kelompok lain yang ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh Amerika Serikat dan Israel.

Israel telah mengevakuasi beberapa komunitas di perbatasan utaranya di tengah pertempuran lintas-batas yang sedang berlangsung. Pasukan Israel juga telah melakukan serangan-serangan responsif di Lebanon.

Pihak berwenang Israel mengatakan mereka yakin sebuah serangan roket Hizbullah memicu kebakaran yang menyebar ke seluruh Kiryat Shmona minggu ini, membakar ratusan hektar tanah. Benjamin Netanyahu mengamati kehancuran yang terjadi baru-baru ini selama kunjungannya pada 5 Juni dan berbicara kepada pasukan-pasukan  dan petugas pemadam kebakaran Israel setempat yang telah bekerja bersama-sama untuk memadamkan api.

“Kemarin tanah di sini terbakar dan saya senang anda telah  memadamkannya,” kata Benjamin Netanyahu. “Tetapi tanah Lebanon juga terbakar.”

Perdana Menteri Israel menegaskan kembali bahwa ia tidak akan gagal untuk menanggapinya serangan-serangan Hizbullah.

“Siapa pun yang mengira ia dapat menyakiti kami dan kami akan meresponsnya dengan berdiam diri maka ia sedang membuat kesalahan besar. Kami bersiap untuk aksi yang sangat intens di wilayah utara. Dengan cara apa pun, kami akan memulihkan keamanan di wilayah utara,” kata Benjamin Netanyahu.

Hassan Nasrallah, Sekretaris Jenderal Hizbullah, menegaskan bahwa Hizbullah bertindak untuk mendukung rakyat Palestina dan Hizbullah akan terus menyerang melintasi perbatasan Lebanon-Israel selama Israel melanjutkan kampanye militernya di Jalur Gaza.

Sekutu-Sekutu Benjamin Netanyahu Menyerukan untuk Mengirim Pasukan Israel ke Libanon

Meskipun kantor Benjamin Netanyahu tidak merinci tindakan militer baru apa pun yang akan dilakukan di wilayah utara dalam pernyataan 5 Juni, anggota-anggota kabinet Benjamin Netanyahu menyarankan agar pasukan Israel mengambil tindakan yang lebih ekspansif untuk mengalahkan Hizbullah, termasuk menciptakan zona keamanan di dalam perbatasan Lebanon.

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir mengatakan pada 4 Juni bahwa tidak dapat diterima jika tanah Israel diserang sementara Lebanon menikmati keadaan relatif damai, menambahkan, “Semua benteng Hizbullah harus dibakar, dihancurkan.”

“Perdana Menteri, dapatkan kekuatan dari banyak orang yang ada di sini dan memberi pesanan. Berperanglah dengan Hizbullah, taklukkan Hizbullah, hancurkan Hizbullah, pindahkan garis keamanan dari Galilea hingga Lebanon selatan,” kata Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich kepada kerumunan pendukungnya saat berpidato di Yerusalem pada 5 Juni.

Sebaliknya, pemerintahan Presiden Amerika Serikat Joe Biden telah berupaya mencegah pertempuran di perbatasan Israel-Lebanon supaya tidak meluas.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Matthew Miller mengatakan pada 4 Juni bahwa Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dan pemerintah Amerika Serikat secara keseluruhan telah berusaha untuk mencegah pertempuran di wilayah utara “dari penembakan melintasi perbatasan dan serangan udara melintasi perbatasan hingga terjadi kesengsaraan yang lebih parah.”

Matthew Miller mengatakan pemerintahan Joe Biden berharap tercapainya kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza juga akan membawa ketenangan di perbatasan utara Israel, mengizinkan warga sipil Israel dan Lebanon untuk kembali ke rumah mereka di kedua sisi perbatasan. (Vv)

FOKUS DUNIA

NEWS