Pria di Tiongkok Menderita Batuk Selama 2 Tahun, Pemindaian Mengungkapkan Cabai di Paru-parunya

EtIndonesia. Seorang pria berusia 54 tahun di Hangzhou, Tiongkok, yang hanya dikenal dengan nama keluarga Xu, dikira menderita kanker paru-paru oleh dokternya.

Namun, setelah dilakukan bronkoskopi, mereka menemukan bahwa itu adalah ujung cabai yang tersangkut di paru-parunya.

Menurut surat kabar Tiongkok Dushi Kuaibao, Xu menderita batuk terus-menerus selama dua tahun dan tidak pernah membaik meski sudah minum obat.

Pada bulan Juni, dia akhirnya memutuskan untuk mengunjungi Departemen Bedah Toraks di Rumah Sakit Zhejiang untuk mendapatkan perawatan.

Hasil CT scan menunjukkan adanya massa berukuran 1 sentimeter di paru-paru kanan bawah Xu serta pembesaran kelenjar getah bening mediastinum, yang membuat dokter mencurigai bahwa dia menderita kanker paru-paru.

Menurut dr. Luo Jing, rencana awalnya adalah mengangkat sebagian jaringan paru-paru Xu melalui torakoskopi invasif minimal sehingga dia dapat mengidentifikasi sifat dari massa tersebut.

Namun, saat intubasi trakea dimasukkan, benda asing berwarna hitam dan merah tersedot.

Setelah dilakukan bronkoskopi, ditemukan benda asing tersebut adalah ujung cabai yang tersedak saat makan hotpot dua tahun lalu.

Dalam kebanyakan kasus, benda asing di bronkus mungkin tidak memiliki gejala yang jelas, kata dr. Luo, seperti dilansir Mirror.

Namun, dalam kasus Xu, benda asing tersebut tetap berada di saluran bronkial dalam waktu lama, menyebabkan batuk kronis atau infeksi paru-paru.

Tersedak mungkin menyebabkan ujung cabai keluar dari trakea ke paru-parunya, jelas dr. Zhu Xinhai, direktur bedah toraks.

Ujung cabai merangsang paru-paru sehingga menyebabkan hiperplasia, yang seringkali merupakan tanda awal kanker.

Di bawah jaringan hiperplastik, ujung cabai sulit dideteksi melalui metode pemeriksaan normal.

Setelah kejadian tersebut, para ahli mengingatkan bahwa jika seseorang telah batuk dalam jangka waktu lama dan penyebabnya tidak dapat ditentukan, mereka harus mempertimbangkan kemungkinan adanya benda asing yang tersangkut di bronkusnya.

Individu yang mengalami hal tersebut disarankan untuk memeriksakan diri ke rumah sakit untuk mengetahui penyebabnya melalui bronkoskopi.

Kepala dokter dan Direktur Departemen Pengobatan Pernapasan Ye Jian juga mencatat bahwa jika benda asing tidak dikeluarkan tepat waktu, dampaknya dapat berkisar dari infeksi saluran pernapasan dan paru-paru kolaps hingga kematian karena mati lemas, Mirror melaporkan. (yn)

Sumber: mustsharenews

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine