Jaringan Listrik Kuba Mati Lagi, 4 Kali dalam 48 Jam Saat Diterjang Badai Oscar

EtIndonesia. Pada Minggu (20/10) jaringan listrik Kuba kembali mengalami pemadaman, kejadian ini merupakan yang keempat dalam 48 jam. Sementara itu, hantaman Badai Oscar memperparah kondisi di negara kepulauan tersebut dan bisa menambah kerusakan pada infrastruktur yang sudah tua.

Menurut laporan dari Reuters, Kuba sebelumnya telah menyatakan bahwa mereka sedang membuat kemajuan dalam pemulihan layanan setelah beberapa kali upaya menghidupkan kembali jaringan gagal. Namun, lebih dari dua hari setelah listrik pertama kali padam, jutaan orang masih tanpa listrik. Kementerian Energi dan Pertambangan Kuba di media sosial X menyatakan: “Pekerjaan perbaikan dimulai segera.”

Badai Oscar mendarat di pulau Karibia ini, membawa angin kencang, gelombang badai yang kuat, dan hujan di beberapa bagian timur Kuba, yang bisa membuat usaha pemerintah untuk memulihkan pasokan listrik menjadi sangat sulit. 

Lembaga Meteorologi Kuba memperingatkan tentang “situasi yang sangat berbahaya” di timur, sementara Pusat Badai Nasional AS melaporkan bahwa Badai Oscar melanda Kuba dengan kecepatan angin 120 kilometer per jam. 

Pusat Badai Nasional AS menyatakan: “Berdasarkan prediksi, pusat Oscar diperkirakan akan terus bergerak melintasi bagian timur Kuba pada Minggu malam (20/10) dan Senin keesokannya, kemudian akan keluar ke laut di pesisir utara Kuba Senin malam, dan bergerak melintasi Bahama tengah lusa keesokannya (22/10).”

Pemerintah yang dipimpin oleh Partai Komunis ini mengumumkan penutupan sekolah hingga tanggal 23 Oktober sebagai alasan badai dan pemadaman listrik yang berkepanjangan, yang hampir tidak pernah terjadi di Kuba. Para pejabat mengatakan, hanya pekerja yang penting yang diharapkan masuk kerja besok. Para pejabat mengatakan bahwa hanya pekerja esensial yang harus bekerja pada Selasa keesokannya (22/10). 

Warga sudah kelelahan karena kekurangan makanan, obat-obatan, dan bahan bakar yang parah. Pemadaman listrik yang berulang menyiratkan pemerintah menghadapi kemunduran besar dalam upaya untuk memulihkan listrik bagi warga ini dengan segera. 

AFP melaporkan bahwa Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel, memperingatkan bahwa setelah terjadi pemadaman listrik besar-besaran selama tiga hari terakhir, pemerintah Kuba tidak akan mentolerir tindakan yang mengganggu ketertiban umum. Diaz-Canel, yang mengenakan seragam militer, mengatakan dalam sebuah acara berita televisi bahwa Minggu kemarin (20/10) ada orang yang mencoba “mengganggu ketertiban umum,” dan pelaku akan dikenai hukuman “yang keras.” (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine