Tentara Korea Utara Jadi Korban di Garis Depan Rusia-Ukraina, 1.000 Orang Tewas atau Terluka dalam Seminggu

 Tentara Korea Utara dilaporkan terlibat dalam serangan terhadap posisi Ukraina di wilayah Kursk, Rusia bagian barat. Namun, Gedung Putih mengonfirmasi bahwa dalam seminggu terakhir saja, sekitar 1.000 tentara Korea Utara tewas atau terluka.

ETIndonesia. Sejak Desember, pasukan Korea Utara telah dikerahkan ke garis depan di wilayah Kursk untuk berpartisipasi dalam pertempuran. Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS, John Kirby, membenarkan perkiraan Korea Selatan bahwa sekitar 1.000 tentara Korea Utara mengalami korban jiwa dalam waktu seminggu.

Kirby menjelaskan kepada media bahwa strategi perang gelombang manusia yang digunakan pasukan Korea Utara tidak efektif, malah menyebabkan korban yang sangat besar. Beberapa tentara yang dikirim untuk memperkuat pasukan Rusia dilaporkan lebih memilih bunuh diri daripada ditangkap, karena takut keluarga mereka akan dihukum.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengungkapkan bahwa tentara Rusia sering kali mengirim tentara Korea Utara ke medan perang tanpa perlindungan memadai, dan bahkan beberapa dari mereka dieksekusi.

Zelenskyy juga menekankan bahwa jika Tiongkok benar-benar ingin menghindari eskalasi perang, maka negara tersebut harus menekan Korea Utara.


“Rakyat Korea Utara tidak seharusnya mati dalam pertempuran di Eropa. Ini adalah masalah yang bisa dipengaruhi oleh negara-negara tetangga Korea Utara, termasuk Tiongkok. Jika Tiongkok benar-benar percaya bahwa perang tidak boleh meluas, maka mereka harus memberikan tekanan yang sesuai kepada Pyongyang,” demikian pernyataan Zelenskyy (27/12/2024). 

Kirby juga mengungkapkan bahwa Amerika Serikat sedang bersiap untuk memberikan lebih banyak bantuan keamanan kepada Ukraina, guna membantu negara tersebut mempertahankan diri dari serangan Rusia dan pasukan Korea Utara. (Hui)

Sumber : New Tang Dynasty Asia-Pacific Television

FOKUS DUNIA

NEWS