ETIndonesia. Pada Sabtu (28 Desember) lalu, dua perusahaan telekomunikasi besar Amerika Serikat untuk pertama kalinya mengkonfirmasi bahwa mereka telah menjadi target kegiatan mata-mata siber terkait PKT yang dikenal sebagai “Topan Garam.”
Perusahaan telekomunikasi AS, AT&T dan Verizon, mengonfirmasi serangan tersebut.
Dalam pernyataannya, AT&T menyebutkan bahwa berdasarkan penyelidikan saat ini, “Tiongkok (Partai Komunis Tiongkok) menargetkan sejumlah kecil individu yang terkait dengan kepentingan intelijen eksternal.”
Meskipun hanya beberapa kasus kebocoran informasi yang ditemukan, AT&T menyatakan bahwa pihaknya sedang memantau dan memperbaiki jaringan untuk melindungi data pelanggan.
Sementara itu, Verizon dalam pernyataannya mengatakan bahwa “sejumlah kecil pelanggan terkenal di kalangan pemerintah dan politik” menjadi target serangan tersebut.
“Topan Garam” pertama kali ditemukan oleh perusahaan Microsoft pada musim panas tahun ini, yang memicu perhatian besar di Amerika Serikat.
Anne Neuberger, Wakil Penasehat Keamanan Nasional untuk urusan siber dan teknologi baru, pada 27 Desember menyatakan bahwa daftar perusahaan telekomunikasi yang menjadi korban “Topan Garam” telah bertambah menjadi sembilan perusahaan, termasuk satu yang tidak disebutkan namanya. Ia menjelaskan bahwa peretas terkait PKT telah menyusup ke jaringan dan mendapatkan akses luas serta komprehensif, memungkinkan mereka melacak lokasi jutaan orang dan merekam panggilan secara sembarangan.
Namun, AT&T dan Verizon menekankan bahwa jaringan nirkabel mereka di AS saat ini aman dan mereka bekerja sama dengan pihak berwenang serta pejabat pemerintah untuk menyelesaikan masalah tersebut. (Hui)
Sumber : NTDTV.com