Penyakit Misterius di Kongo Menewaskan Lebih dari 50 Orang, Kematian Terjadi dalam 48 Jam

EtIndonesia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa sebuah virus tak dikenal telah ditemukan di barat laut Republik Demokratik Kongo . Pada 5 Oktober 2024, sebelum kampanye vaksinasi cacar air dimulai, tenaga medis di sebuah rumah sakit di Kongo mengadakan kegiatan sosialisasi kesehatan.

Pada hari Senin (25/2), dokter di Kongo dan WHO mengumumkan bahwa sebuah penyakit misterius telah menyebar di barat laut negara tersebut, menyebabkan lebih dari 50 kematian.

Kematian dalam 48 Jam, Dokter Mengkhawatirkan Wabah Ini

Direktur medis Rumah Sakit Bikoro (Bikoro Hospital), Serge Ngalebato, mengatakan kepada Associated Press (AP) bahwa sebagian besar pasien meninggal dalam waktu 48 jam setelah menunjukkan gejala, dan menambahkan: “Inilah yang benar-benar mengkhawatirkan.”

Wabah ini pertama kali muncul pada 21 Januari 2025, dan hingga kini telah tercatat 419 kasus, dengan 53 kematian.

Menurut kantor regional WHO di Afrika, penyakit ini pertama kali muncul di Kota Boloko, di mana tiga anak mengalami gejala demam berdarah setelah mengonsumsi daging kelelawar, dan meninggal dalam waktu 48 jam.

Penyakit Zoonosis di Afrika Meningkat 60% dalam 10 Tahun

Dalam beberapa dekade terakhir, para ilmuwan telah memperingatkan bahwa kebiasaan konsumsi satwa liar dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit dari hewan ke manusia.

WHO mencatat bahwa selama 10 tahun terakhir, jumlah wabah penyakit zoonosis di Afrika meningkat lebih dari 60%, yang mengindikasikan bahwa patogen berbahaya semakin sering berpindah dari hewan ke manusia.

Penyebaran Kedua di Kota Bomate, Semua Tes Ebola dan Marburg Negatif

Pada 9 Februari, WHO melaporkan bahwa penyakit misterius ini kembali muncul di Kota Bomate, menyebabkan 13 kasus tambahan. Sampel dari pasien telah dikirim ke Institut Nasional Penelitian Biomedis di ibu kota Kinshasa untuk dilakukan pengujian.

Hasil laboratorium menunjukkan bahwa semua sampel dinyatakan negatif untuk Ebola dan virus penyebab demam berdarah lainnya, seperti virus Marburg (juga dikenal sebagai virus “Green Monkey” atau penyakit monyet hijau).

Namun, beberapa sampel pasien menunjukkan hasil positif untuk malaria, sehingga kemungkinan penyakit ini berkaitan dengan wabah malaria yang lebih ganas atau mutasi patogen lainnya.

Wabah Misterius Sebelumnya di Kongo

Pada tahun lalu, di wilayah lain di RD Kongo, terjadi wabah penyakit misterius yang menyerupai flu, menyebabkan puluhan kematian. Setelah penyelidikan lebih lanjut, penyakit tersebut akhirnya diidentifikasi sebagai malaria.

Hingga saat ini, para ilmuwan dan otoritas kesehatan global masih berusaha mengidentifikasi penyakit baru ini, sambil terus memantau situasi untuk mencegah penyebaran yang lebih luas.(jhn/yn)

FOKUS DUNIA

NEWS