EtIndonesia. Pasukan perbatasan etnis di Negara Bagian Karen, Myanmar, mengumumkan rencana pembebasan 7.141 korban penipuan, dengan mayoritas berasal dari Tiongkok sebanyak 4.860 orang. Namun, mereka belum menetapkan tanggal pasti untuk pembebasan ini. Sementara itu, pihak Thailand menyatakan bahwa mereka tidak akan mengizinkan orang-orang ini masuk ke wilayahnya kecuali pemerintah negara asal mereka menjamin pemulangan warganya.
Pasukan Perbatasan Myanmar (Border Guard Forces) dan kelompok militan etnis Demokratik Karen Buddhist Army (DKBA) menyampaikan kepada pihak Thailand bahwa mereka tidak memiliki cukup sumber daya dan fasilitas untuk menampung para korban ini. Oleh karena itu, mereka meminta Thailand segera membantu dalam proses pemulangan mereka.
Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Thailand, Phumtham Wechayachai, menyatakan bahwa dia telah menginstruksikan Kementerian Luar Negeri Thailand untuk menghubungi perwakilan pemerintah negara-negara terkait agar segera menjemput warga mereka.
Phumtham juga menegaskan bahwa kedutaan besar negara-negara asal harus bekerja sama dengan Thailand untuk mengidentifikasi siapa yang benar-benar korban dan siapa yang merupakan anggota sindikat penipuan.
“Kecuali jika pemerintah negara asal memberikan jaminan pemulangan warganya, kami tidak akan mengizinkan mereka masuk ke Thailand. Begitu mereka masuk ke Thailand, mereka harus segera dipulangkan ke negara masing-masing,” ujarnya.
Menurut laporan dari Central News Agency, total korban yang akan dibebaskan berasal dari 28 negara, dengan 4.860 orang dari Tiongkok, diikuti oleh 572 orang dari Vietnam dan 526 orang dari India, serta 25 orang dari Taiwan.
Kasus penculikan aktor Tiongkok Wang Xing pada awal Januari menjadi sorotan publik setelah ia ditipu oleh kelompok penipuan dengan tawaran pekerjaan, yang kemudian membawanya ke pusat penipuan di Myanmar setelah transit di Thailand.
Berita ini sangat merusak citra Thailand di dunia internasional. Sebagai respons, pemerintah Thailand menerapkan berbagai langkah tegas untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat, termasuk memutus pasokan listrik, internet, dan bahan bakar ke beberapa wilayah di perbatasan Myanmar guna menekan kelompok-kelompok penipuan yang beroperasi di sana.
Setelah pemutusan listrik dan jaringan oleh Thailand, kelompok-kelompok etnis di Negara Bagian Karen mulai membebaskan para korban sejak 12 Februari di perbatasan Thailand-Myanmar. Mereka yang dipastikan bukan bagian dari sindikat penipuan akan langsung dipulangkan ke negara asalnya.
Hingga saat ini, sekitar 600 warga Tiongkok telah dipulangkan dengan penerbangan sewaan, dan warga negara lainnya juga secara bertahap dikembalikan ke negara masing-masing. (Hui)
Sumber : NTDTV.com