‘Batu Cantik’ Milik Balita Ternyata Adalah Jimat Berusia 3.800 Tahun

EtIndonesia. Selama liburan keluarga di dekat Beit Shemesh di Israel, Ziv Nitzan yang berusia 3,5 tahun menemukan sesuatu yang luar biasa—jimat scarab Kanaan kuno yang berusia 3.800 tahun!

Ziv dan keluarganya sedang berjalan-jalan di dekat Tel Azeka ketika dia membungkuk dan mengambil sesuatu yang dia kira hanya sebuah batu cantik.

“Dia mengambil semua yang ada di tanah,” kata ayahnya, Shahar, dalam sebuah wawancara telepon. “Dia selalu menemukan benda-benda kecil dan membawanya.”

Kakaknya, Omer, segera menyadari bahwa benda itu adalah sesuatu yang istimewa.

“Kami sedang berjalan di sepanjang jalan setapak, lalu Ziv membungkuk – dan dari semua batu di sekitarnya, dia mengambil batu ini,” kenang Omer Nitzan, saudara perempuan Ziv. “Saya menelepon orangtua saya untuk datang melihat batu yang indah itu, dan kami menyadari bahwa kami telah menemukan temuan arkeologi!”

Keluarga itu segera menghubungi Otoritas Purbakala Israel (IAA), memastikan artefak itu akan dilestarikan untuk studi sejarah.

Para ahli kemudian mengonfirmasi objek itu sebagai scarab dari Zaman Perunggu Pertengahan, segel kecil berukir rumit yang digunakan di Kanaan dan Mesir kuno. Scarab ini, yang berbentuk seperti kumbang kotoran, melambangkan pembaruan dan penciptaan ilahi dalam budaya Mesir.

“Segel scarab adalah objek hiasan kecil, yang berasal dari Mesir kuno dan dirancang dalam bentuk kumbang kotoran,” ungkap IAA. “Kumbang ini, yang dianggap suci di mata orang Mesir kuno, merupakan simbol kehidupan baru, karena bola kotoran yang dibuatnya dan kemudian bertelur di dalamnya, yang darinya kehidupan baru akan menetas. Namanya dalam bahasa Mesir berasal dari kata kerja ‘menjadi ada’, atau ‘diciptakan’. Ini karena orang Mesir melihat scarab sebagai simbol inkarnasi Tuhan Sang Pencipta.”

Sebagai bentuk pengakuan atas penemuannya yang luar biasa, IAA memberikan Ziv sertifikat penghargaan, dan penemuannya kini akan dipamerkan di Jay and Jeanie Schottenstein National Campus for the Archaeology of Israel selama pameran khusus Paskah.

Menurut juru bicara IAA Yoli Schwartz, anak-anak menemukan artefak kuno beberapa kali setiap tahun.

“Kadang-kadang setelah hujan, tanah menjadi kaya dengan temuan arkeologi dan berbagai hal muncul,” katanya. (yn)

Sumber: sunnyskyz

INSPIRASI ERABARU

Nasib Dinasti Berutang Kesuksesannya pada Penghormatan Kaisar dan Persembahan Kurban kepada Langit

Di Tiongkok kuno, ritual persembahan kurban bukan sekadar upacara seremonial. Ritual tersebut berlandaskan sebuah prinsip yang dipetik Dinasti Zhou dari keruntuhan dua dinasti sebelumnya:...

Memahami Bersyukur: Menemukan Kembali Keindahan Hidup yang Penuh Apresiasi

Oleh Shoba Rajamani Di dunia yang semakin terhubung secara digital dan terus mendorong kita untuk meraih lebih banyak prestasi, memperoleh lebih banyak penghasilan, serta menjadi...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine