Hamas: Bersedia Melakukan Pertukaran Tahanan Massal dan Menjamin Gencatan Senjata 5 Tahun di Gaza

Perwakilan negosiasi dari organisasi, Hamas, melakukan perundingan dengan mediator Mesir. Pada 26 April, seorang pejabat mengatakan bahwa Hamas bersikap terbuka terhadap kesepakatan yang mencakup pembebasan semua sandera serta menjamin gencatan senjata selama 5 tahun.

EtIndonesia. Pada 7 Oktober 2023, Hamas melancarkan serangan mendadak ke Israel, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menculik sekitar 250 orang sebagai sandera. Menanggapi itu, Israel melancarkan operasi militer ke Jalur Gaza, wilayah yang dikuasai Hamas.

Melalui mediasi berbagai pihak, kedua belah pihak sempat menyepakati gencatan senjata yang mulai berlaku pada 19 Januari tahun ini, dan beberapa sandera berhasil dibebaskan. Namun, setelah kesepakatan itu runtuh, Israel kembali melanjutkan operasi militer di Gaza pada 18 Maret dan membatasi masuknya bantuan kemanusiaan.

Militer Israel baru-baru ini memperingatkan bahwa jika para sandera Israel tidak segera dibebaskan, mereka akan melancarkan serangan yang lebih besar ke Gaza.

Seorang pejabat Hamas, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan kepada AFP bahwa Hamas “siap untuk melakukan pertukaran tahanan dalam satu tahap sekaligus, disertai kesepakatan gencatan senjata selama 5 tahun.”

Pada awal bulan ini, Hamas sempat menolak proposal yang diajukan Israel, dengan alasan bahwa proposal tersebut “tidak lengkap.” Proposal baru yang disampaikan kini menyerukan adanya kesepakatan “menyeluruh” untuk mengakhiri perang yang meletus sejak Oktober 2023.

Menurut pejabat senior Hamas, dalam proposal yang sebelumnya ditolak itu, Israel hanya menawarkan gencatan senjata selama 45 hari dengan imbalan pembebasan 10 sandera yang masih hidup.

Hamas sendiri menetapkan tiga syarat utama untuk kesepakatan gencatan senjata:

  1. Mengakhiri perang sepenuhnya,
  2. Penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza,
  3. Peningkatan besar-besaran bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Sementara itu, pada 23 April, Presiden Palestina Mahmoud Abbas sempat menyerukan agar Hamas mengakhiri kontrolnya atas Jalur Gaza dan menyerahkan senjata kepada Otoritas Palestina (PA) untuk menjadi partai politik tanpa sayap militer. Namun, hingga kini Hamas belum memberikan tanggapan. (Hui)

Sumber : NTDTV.com 

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine