Perusahaan-perusahaan Tiongkok Bangkrut dalam Skala Besar, Para Bos Mengeluh Nasib Pilu yang Menimpa Mereka

EtIndonesia. Perang dagang antara AS dan Tiongkok memperburuk kondisi ekonomi Tiongkok yang sudah tertekan. Hampir semua sektor industri terkena dampak. Para pemilik perusahaan yang terlilit utang besar kini ramai-ramai membagikan kisah pilu mereka di media sosial—bagaimana perusahaan mereka bangkrut akibat kondisi ekonomi makro yang memburuk.

 “Lima tahun lalu, saya masih memiliki kekayaan lebih dari RMB.100 juta . Dalam waktu setahun, perusahaan bangkrut dan saya malah menanggung utang hingga RMB.100 juta,” kata Ketua Grup Baolong, Qu Libao. 

Pada 18 Juni, “Ketua Grup Baolong” mengunggah video yang mengungkapkan bahwa dirinya kini tidak hanya memiliki hutang besar, tapi juga menghadapi ratusan tuntutan hukum.

Ketua Donglin Interior Design Ltd., Lu Donglin:  “Sepuluh tahun lalu, saya adalah pemilik perusahaan dengan omzet tahunan puluhan juta yuan, bisa dibilang pengusaha lokal. Sekarang semuanya sirna. Saya sudah menjual seluruh aset, namun masih punya utang lebih dari RMB.20 juta .”

Baru-baru ini, Lu Donglin juga mengunggah video curhat. Ia mengatakan kekayaannya yang miliaran sudah habis, kini dikejar hutang, sulit tidur, kehilangan nafsu makan, dan hidupnya terasa lebih buruk dari kematian.

Pengusaha Shanghai, Hu Liren:  “Banyak pengusaha di Tiongkok yang setelah bangkrut benar-benar mengalami kehancuran total—rumah tangga berantakan, hidup hancur. Apa yang terjadi saat ini adalah keruntuhan sistemik. Semua sektor industri runtuh bersamaan. Jadi tidak mungkin lagi mengambil dana dari satu sektor untuk menambal sektor lain.”

Ketua perusahaan konstruksi di Jiangsu, Zong Yuyan, dulunya memiliki aset lebih dari RMB.100 juta , kini justru terlilit hutang lebih dari RMB.40 juta . Ia mengatakan dalam videonya, dana investasi dari perusahaan utamanya tidak bisa ditarik kembali.

Direktur Eksekutif Asosiasi Motivasi Taiwan (TIA), Lai Rongwei:  “Selama beberapa tahun terakhir, ekonomi Tiongkok merosot tajam, dan ekonomi spekulatif seperti gelembung akhirnya meledak. Kini, karena gejolak ekonomi terlalu besar, para pejabat partai tidak lagi mendukung ekonomi seperti sebelumnya. Jadi piutang tak tertagih, utang tidak bisa dilunasi, dan perputaran uang macet. Inilah yang kita lihat sekarang.”

Para pakar menilai, meskipun Partai Komunis Tiongkok sangat ketat dalam mengontrol internet, mereka justru membiarkan curhatan para bos bangkrut ini menyebar. Hal ini diduga untuk mengalihkan perhatian publik.

Lai Rongwei, TIA:  “Salah satu tujuannya adalah memberikan ruang bagi rakyat untuk menyalurkan ketidakpuasan terhadap pemerintah. Mereka ingin menggunakan gelombang video-video curhat ini untuk mengalihkan perhatian dari kegagalan kebijakan pemerintah.” (Hui/asr)

Laporan wartawan NTD, Li Yun dan Qiu Yue

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine