Serangan Udara Rusia Hantam Konsulat PKT di Ukraina, Komponen Drone Ditemukan Buatan Tiongkok

Baru-baru ini, militer Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Ukraina. Pihak berwenang Ukraina menyatakan bahwa salah satu serangan tersebut menghantam gedung konsulat Partai Komunis Tiongkok. Bahkan, dari puing-puing drone yang menyerang Kyiv ditemukan komponen buatan Suzhou, Tiongkok.

EtIndonesia. Berdasarkan pernyataan dari Dinas Keamanan Ukraina (SBU), pada bangkai drone Shahed buatan Iran yang telah dimodifikasi oleh Rusia, ditemukan bagian peluncur yang diberi label “Suzhou Ecod Precision Manufacturing Co., Ltd.” (Perusahaan Manufaktur Presisi Suzhou Ecod). Drone ini digunakan dalam serangan malam ke Kyiv pada 4 Juli.

SBU juga merilis bukti foto dan menyatakan bahwa komponen-komponen tersebut, khususnya peluncur roket, diambil dari drone yang digunakan oleh militer Rusia dalam serangan terhadap ibu kota Ukraina.

Drone Shahed sendiri diproduksi oleh Iran.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, juga menuduh bahwa: “Kami menemukan salah satu komponen Shahed-136/Geran-2 di Kyiv, dan komponen ini buatan Tiongkok serta baru-baru ini dikirimkan.”

Sybiha menambahkan bahwa sehari sebelumnya, serangan udara Rusia telah merusak gedung Konsulat Jenderal PKT di Odesa.

Ia menegaskan bahwa Rusia telah menyeret negara ketiga ke dalam peperangan. Ukraina kini tidak hanya melawan militer Rusia, tetapi juga menghadapi tentara Korea Utara, senjata Iran, serta pemasok dari Tiongkok.

Sybiha menekankan bahwa keamanan global saling terkait, dan keamanan Eropa, Timur Tengah, serta kawasan Indo-Pasifik tidak dapat dipisahkan. Amerika Serikat dan komunitas internasional harus meningkatkan tekanan tidak hanya terhadap Kremlin, tetapi juga terhadap semua pihak yang mendukung perang Rusia.

Meski Partai Komunis Tiongkok secara terbuka mengklaim bersikap “netral” dalam perang Rusia-Ukraina, kenyataannya mereka terus memberikan bantuan ekonomi dan militer kepada Rusia. Menurut Badan Intelijen Luar Negeri Ukraina, Tiongkok terus mendukung produksi amunisi dan drone Rusia.

Dilaporkan bahwa hingga awal tahun 2025, 80% komponen elektronik dalam drone Rusia berasal dari Tiongkok. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine