Bersiap Mengintensifkan Serangan ke Gaza, Militer Israel : Serangan IDF Melumpuhkan Hamas

Pada Kamis (14 Agustus), militer Israel menyatakan sedang bersiap untuk meningkatkan operasi militer di Gaza demi sepenuhnya melumpuhkan kelompok  Hamas demi mengakhiri perang. Sementara itu, Menteri Keuangan garis keras Israel, Bezalel Smotrich, mengumumkan rencana pembangunan permukiman baru di Tepi Barat.

EtIndonesia. Serangan Israel ke Gaza masih berlangsung. Kamis lalu, asap terus membumbung di dekat Khan Younis, Gaza selatan. Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Letjen Eyal Zamir, mengatakan pasukan sedang mempersiapkan tahap lanjutan operasi ofensif.

 “Beberapa hari ini, IDF sedang menyelesaikan persiapan untuk memperdalam serangan di Jalur Gaza, yang akan melumpuhkan kemampuan Hamas di Gaza, baik dari sisi pemerintahan maupun militer. Perang ini akan berakhir ketika keamanan dan masa depan kami terjamin,” katanya. 

Pada hari yang sama, Wakil Menteri Luar Negeri Israel mengunjungi perbatasan Kerem Shalom. Ia menegaskan kembali lima syarat untuk mengakhiri perang di Gaza: perlucutan senjata Hamas, pembebasan seluruh sandera, demiliterisasi Gaza, kontrol keamanan, dan pembentukan pemerintahan sipil di Gaza.

Wakil Menlu Israel Sharon Haskel mengatakan, “Kelima, Gaza harus memiliki pemerintahan sipil damai non-Israel, yang tidak mengajarkan kebencian pada anak-anaknya, tidak memberi hadiah pada terorisme, dan tidak menyerang warga Israel.”

Dalam wawancara media, lembaga militer Israel yang mengkoordinasikan bantuan ke Gaza menyatakan telah melakukan upaya besar dalam pendistribusian bantuan. Dalam beberapa minggu terakhir, sekitar 300 truk bantuan—sebagian besar berisi makanan—masuk ke Gaza setiap hari.

Hari itu pula, operasi bantuan kemanusiaan lewat udara untuk Gaza masih terus berlangsung.

Di hari yang sama, Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich dalam konferensi pers mengumumkan bahwa Israel akan membangun permukiman baru di Tepi Barat.

Smotrich menyatakan, “Hari ini kami akhirnya memenuhi janji untuk menghubungkan Ma’ale Adumim dengan Yerusalem, satu-satunya ibu kota kami. Koneksi strategis, keamanan, dan demografis ini memastikan ibu kota bersatu untuk generasi mendatang.”

Sebelumnya, rencana pembangunan permukiman di Ma’ale Adumim telah dua kali dibekukan karena penolakan sebagian sekutu Israel dan negara lain. Langkah ini dinilai  dapat mengancam tercapainya kesepakatan damai dengan Palestina di masa depan.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine