Balasan Houthi atas Serangan Udara Israel : 11 Staf PBB Ditahan

Serangan udara Israel pada 28 Agustus terhadap ibu kota Yaman, Sanaa, menewaskan Perdana Menteri Houthi (Gerakan Pemuda/Ansarullah) Ahmed al-Rahawi serta sejumlah menterinya. Menurut laporan media asing, pada hari yang sama Houthi menyerbu beberapa kantor lembaga PBB di Sanaa dan menahan sedikitnya 11 pegawai.

EtIndonesia. Menurut informasi dari pejabat PBB maupun pejabat Houthi, kantor Program Pangan Dunia (WFP), UNICEF, dan WHO menjadi sasaran dalam operasi tersebut.

Juru bicara WFP, Abeer Etefa, menyatakan bahwa sedikitnya satu staf mereka di Sanaa telah ditahan, dan ada staf lain di wilayah berbeda yang juga ditahan.

Menurut laporan AFP, pada 31 Agustus PBB mengumumkan bahwa sedikitnya 11 pegawai PBB di Yaman diculik oleh Houthi. Kelompok itu melancarkan aksi penculikan setelah perdana menteri mereka tewas dalam serangan udara Israel pekan lalu.

Utusan khusus PBB untuk Yaman, Hans Grundberg, dalam sebuah pernyataan mengkonfirmasi dan mengecam Ansarullah (nama resmi kelompok Houthi) atas gelombang baru penangkapan sewenang-wenang terhadap staf PBB di Sanaa dan Hodeidah.

Pejabat itu juga mengecam tindakan Houthi yang menyerang fasilitas PBB dan menyita aset organisasi tersebut.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres segera mengeluarkan pernyataan yang “sangat mengecam” penangkapan itu, menyebutnya sebagai “sewenang-wenang”. Ia menyerukan pembebasan segera tanpa syarat terhadap ke-11 pegawai tersebut, serta “semua pegawai PBB, LSM internasional dan nasional, masyarakat sipil, dan staf misi diplomatik yang ditahan secara sewenang-wenang.”

Sedikitnya 5 Pejabat Tinggi Houthi Tewas dalam Serangan Udara

Serangan udara Israel pada 28 Agustus menewaskan perdana menteri Houthi dan sejumlah anggota kabinet pentingnya, sehingga memberikan pukulan telak bagi kelompok bersenjata pro-Iran tersebut.

Mereka yang tewas termasuk:

  • Perdana Menteri Ahmed al-Rahawi
  • Menteri Luar Negeri Gamal Amer
  • Wakil PM merangkap Menteri Pembangunan Daerah Mohammed al-Medani
  • Menteri Listrik Ali Seif Hassan
  • Menteri Pariwisata Ali al-Yafei
  • Menteri Informasi Hashim Sharafuldin
  • Wakil Menteri Dalam Negeri Abdel-Majed al-Murtada

Sementara itu, Menteri Pertahanan Mohamed Nasser al-Attefi dan Menteri Dalam Negeri Abdel-Karim al-Houthi berhasil selamat.

Ketua Dewan Politik Tertinggi Houthi, Mahdi al-Mashat, bersumpah untuk membalas dendam.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine