Militer Israel Perluas Operasi di Gaza, Mulai Kerahkan Puluhan Ribu Pasukan Cadangan

Pada Selasa (2 September), Israel mengaktifkan program mobilisasi pasukan cadangan untuk memperluas serangan terhadap Gaza. Kepala Staf Angkatan Pertahanan Israel (IDF), Letjen Eyal Zamir, menyatakan bahwa operasi darat di Gaza telah dimulai. Sementara itu, terkait Iran, Departemen Perdagangan AS mengumumkan akan memperketat sanksi terhadap Teheran dengan menargetkan jaringan penyelundupan minyak Iran di Irak.

EtIndonesia. Israel terus memperkuat gempuran terhadap Gaza. Pada Selasa (2/9) dini hari, sejumlah ledakan besar mengguncang wilayah Gaza, cahaya api membelah langit malam.

Hari itu, Israel memulai mobilisasi puluhan ribu pasukan cadangan. Letjen Eyal Zamir meninjau salah satu pangkalan militer Israel dan berpidato di hadapan pasukan cadangan.

 “Kita sedang bersiap untuk perang yang akan datang, pertempuran yang berkelanjutan. Kita akan memperluas dan memperkuat serangan militer. Itulah sebabnya kalian semua dipanggil kembali,” katanya. 

 “Kami telah memulai operasi darat di Gaza — pastikan kalian memahami hal ini,” tambahnya. 

Bulan lalu, pihak militer Israel menyatakan akan secara bertahap memobilisasi sedikitnya 60.000 pasukan cadangan, sekaligus memperpanjang masa tugas 20.000 prajurit aktif.

Pasukan darat Israel kini terus bergerak maju menuju Kota Gaza, yang merupakan basis politik dan militer Hamas. Meski kota tersebut telah berulang kali diserang Israel, jaringan terowongan Hamas yang luas masih bertahan di bawah tanah.

Pada hari yang sama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada pasukan aktif maupun cadangan bahwa perang melawan Hamas telah memasuki “tahap krusial.”

PM Benjamin Netanyahu menyatakan:  “Kami bertekad untuk mengalahkan Hamas, tetapi dalam proses itu kami juga telah menciptakan keajaiban — karena kami berhasil melemahkan poros kekuatan Iran: baik di Gaza, Hizbullah di Lebanon, maupun rezim Assad yang kini runtuh.”

Netanyahu berterima kasih atas pengorbanan para prajurit, serta menyerukan mereka untuk terus berjuang di tahap berikutnya dari perang ini.

Netanyahu menambahkan:  “Dalam perang ini, kami membuat keputusan-keputusan yang sangat sulit. Banyak yang meragukan apakah keputusan itu bisa dijalankan. Tetapi berkat kekuatan yang kalian berikan kepada kami, Israel kini bisa melangkah menuju kemenangan penuh.”

Pada hari yang sama, AS mengumumkan peningkatan sanksi terhadap Iran dengan menargetkan jaringan penyelundupan minyak di Irak.

Kantor Pengendalian Aset Asing (OFAC) Departemen Keuangan AS mengumumkan sanksi terhadap jaringan perusahaan pelayaran dan kapal yang dipimpin oleh pengusaha Irak–Saint Kitts, Waleed al-Samarra’i.

Jaringan itu dituduh menyamarkan minyak mentah Iran sebagai minyak mentah Irak untuk diperdagangkan, menghasilkan ratusan juta dolar bagi rezim Iran dan Samarra’i sendiri.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dalam pernyataannya menegaskan bahwa Irak tidak boleh menjadi tempat aman bagi teroris, dan AS berkomitmen untuk membatasi pengaruh Iran di negara tersebut.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine