Villa Seharga Satu Dolar

EtIndonesia. The New York Times pernah memuat sebuah iklan mencolok: sebuah vila mewah di kota pantai dijual—menghadap laut, menghadap matahari, lengkap dengan taman dan halaman rumput—dan harganya hanya satu dolar. Di bawahnya, tercantum nomor telepon serta alamat lengkap vila itu.

Iklan tersebut dipasang selama sebulan penuh, tetapi tidak ada seorang pun yang tertarik. Diperpanjang lagi sebulan, tetap tak ada yang datang.

Sampai suatu hari, seorang pensiunan membaca iklan itu lagi. 

Dia berpikir: “Kota ini tidak jauh dari rumahku. Vila seharga satu dolar? Aneh juga, coba lihat sendiri ah.”

Maka berangkatlah dia menuju kota pantai itu.

Begitu tiba di alamat yang tertera, dia nyaris tidak percaya pada matanya. Vila itu memang benar-benar megah dan indah. Dia menekan bel pintu, dan seorang nenek tua membukakan pintu.

Dengan ragu, dia menjelaskan maksud kedatangannya. 

Sang nenek tersenyum dan berkata: “Betul, vila ini memang dijual seharga satu dolar.”

Si pensiunan girang bukan main. Cepat-cepat dia mengeluarkan uang satu dolar, siap untuk membeli vila tersebut. Namun, nenek itu menunjuk seorang pria yang sedang duduk menandatangani dokumen di meja, lalu berkata: “Maaf, Pak. Beliau datang 15 menit lebih awal dari Anda, dan sekarang sedang menandatangani kontrak pembelian.”

Sekejap, hati si pensiunan jatuh dari rasa penasaran menjadi penyesalan mendalam. Dia terus menyalahkan dirinya sendiri: “Kenapa aku tidak datang lebih cepat?”

Sebelum pulang, dia tak bisa menahan rasa ingin tahunya. 

Dia bertanya pada sang nenek :“Mengapa vila secantik ini dijual hanya satu dolar?”

Nenek itu pun menjelaskan: vila tersebut adalah warisan dari suaminya. Dalam surat wasiat, sang suami menuliskan bahwa seluruh harta jatuh kepada istrinya, kecuali vila ini—hasil penjualannya harus diberikan kepada selingkuhannya.

Nenek itu sangat terpukul saat mengetahui kenyataan pahit itu. Suami yang begitu dia cintai ternyata memiliki wanita lain. Karena marah sekaligus sakit hati, dia memutuskan menjual vila mewah itu hanya dengan harga satu dolar, lalu menyerahkan uangnya sesuai hukum kepada selingkuhan suaminya.

Banyak hal yang tampak tidak masuk akal, sering kali ternyata sederhana dan masuk akal jika kita tahu alasannya. Tetapi karena kita hidup di zaman penuh kepalsuan, kita sering kali lebih memilih meragukan segalanya. Dan justru karena terlalu curiga, kita sering kehilangan kesempatan berharga.

Satu dolar bisa jadi tampak sepele. Tapi kadang, dengan satu dolar kita bisa mendapatkan sebuah vila mewah di tepi laut—jika saja kita berani percaya.

Seorang pernah bertanya kepada filsuf eksistensialis Jean-Paul Sartre tentang pandangannya mengenai hidup. 

Sartre menjawab singkat: “Aku datang, aku melakukan, hanya itu.”

Kebenaran memang seringkali sesederhana itu.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine