VIDEO : Hujan Lebat di Darjeeling, India dan Nepal Tewaskan Hampir 80 Orang, Ratusan Wisatawan Terjebak 

Pada 6 Oktober 2025, hujan deras mengguyur wilayah Siliguri, India. Warga berjalan dengan payung di tengah hujan deras yang semalam suntuk menyebabkan tanah longsor mematikan di wilayah Darjeeling, menewaskan sekitar 20 orang di distrik Mirik dan Darjeeling.

EtIndonesia. Menurut laporan terbaru pada 5 Oktober, hujan lebat di Darjeeling, wilayah terkenal di timur laut India yang merupakan daerah penghasil teh, telah memicu tanah longsor besar yang menewaskan sedikitnya 24 orang. Tim penyelamat masih terus mencari korban hilang pada 6 Oktober, namun upaya penyelamatan terhambat akibat jalan-jalan yang rusak parah.

Di Nepal, hujan deras selama beberapa hari juga menyebabkan sedikitnya 50 orang tewas.

Menurut laporan Associated Press (AP), hujan deras akhir pekan lalu di Darjeeling memicu longsor yang menghancurkan rumah-rumah dan infrastruktur penting, serta menjebak ratusan wisatawan di wilayah tersebut.

▼ Di daerah Darjeeling Mirik Sureni, warga berusaha menyelamatkan seorang gadis dan membawanya ke rumah sakit.

Pejabat negara bagian Benggala Barat (West Bengal), Udayan Guha, mengatakan bahwa tentara India dan tim penanggulangan bencana nasional telah dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan. Namun, beberapa pejabat menuturkan bahwa hujan deras dan jalan yang terputus membuat tim penyelamat sulit menjangkau desa-desa yang paling terdampak.

Kepala Menteri Benggala Barat, Mamata Banerjee, menulis di platform media sosial X bahwa dua jembatan rel ambruk akibat hujan deras. Daerah yang terdampak termasuk Darjeeling, Kalimpong, Jalpaiguri, dan Alipurduar — semuanya merupakan kawasan perkebunan teh terkenal.

Kota Darjeeling, yang terletak di kawasan pegunungan Himalaya, merupakan kota utama di wilayah tersebut dan terkenal akan tehnya yang mendunia serta pemandangan megah Gunung Kanchenjunga, puncak tertinggi ketiga di dunia. Banerjee mendesak para wisatawan untuk tetap berada di tempat sampai evakuasi dapat dilakukan dengan aman.

Menurut laporan Reuters, juru bicara Kepolisian Bersenjata Nepal mengatakan bahwa jumlah korban tewas akibat banjir dan tanah longsor telah meningkat menjadi 50 orang, dengan 37 korban di wilayah timur Ilam, yang berbatasan langsung dengan India.

Pejabat memperingatkan bahwa jumlah korban kemungkinan masih akan bertambah seiring masuknya laporan dari daerah-daerah terpencil.

Dinas Meteorologi India memprediksi bahwa hujan lebat akan terus berlanjut hingga 7 Oktober. (Hui/asr)

INSPIRASI ERABARU

Nasib Dinasti Berutang Kesuksesannya pada Penghormatan Kaisar dan Persembahan Kurban kepada Langit

Di Tiongkok kuno, ritual persembahan kurban bukan sekadar upacara seremonial. Ritual tersebut berlandaskan sebuah prinsip yang dipetik Dinasti Zhou dari keruntuhan dua dinasti sebelumnya:...

Memahami Bersyukur: Menemukan Kembali Keindahan Hidup yang Penuh Apresiasi

Oleh Shoba Rajamani Di dunia yang semakin terhubung secara digital dan terus mendorong kita untuk meraih lebih banyak prestasi, memperoleh lebih banyak penghasilan, serta menjadi...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine