“Rasanya Seperti Bom Mendadak”: Saksi Mata Letusan Gunung Berapi Ethiopia

EtIndonesia. Sebuah gunung berapi yang telah lama tidak aktif meletus di wilayah timur laut Ethiopia untuk pertama kalinya dalam hampir 12.000 tahun, menyemburkan gumpalan abu dan asap tebal hingga 14 km ke angkasa dan melintasi Laut Merah menuju Yaman dan Oman.

Gunung berapi Hayli Gubbi, yang terletak di wilayah Afar, Ethiopia, yang rawan gempa bumi, meletus selama beberapa jam pada Minggu pagi, menyebabkan Desa Afdera, sebuah objek wisata di dekatnya, tertutup abu.

Ahmed Abdela, seorang penduduk wilayah Afar, mengatakan dia mendengar suara keras dan apa yang dia gambarkan sebagai gelombang kejut setelah gunung berapi tersebut meletus.

“Rasanya seperti bom tiba-tiba yang dilempar bersama asap dan abu,” kata Abdela.

Desa Afdera masih tertutup abu pada hari Senin, dan para wisatawan serta pemandu yang menuju Gurun Danakil di dekatnya terdampar di desa tersebut, menurut Abdela.

Mohammed Seid, seorang pejabat daerah, mengatakan tidak ada korban jiwa, tetapi letusan tersebut dapat berdampak ekonomi bagi komunitas peternak setempat.

Seid mengatakan kepada The Associated Press bahwa tidak ada catatan letusan gunung berapi Hayli Gubbi sebelumnya dan dia mengkhawatirkan mata pencaharian penduduk.

“Meskipun sejauh ini tidak ada korban jiwa dan ternak yang hilang, banyak desa tertutup abu, dan akibatnya, ternak mereka kekurangan makanan,” ujarnya.

Abu Melayang ke India, Pakistan

Gunung berapi ini, yang menjulang setinggi sekitar 500 meter, berada di dalam Lembah Rift, zona aktivitas geologis yang intens di mana dua lempeng tektonik bertemu. Setelah letusan mendadak tersebut, awan abu dari gunung berapi melayang di atas Yaman, Oman, India, dan Pakistan utara, kata Pusat Peringatan Abu Vulkanik Toulouse (VAAC) di Prancis, yang mengamati letusan tersebut melalui citra satelit.

Dalam video yang dibagikan di media sosial, yang tidak dapat diverifikasi secara independen , gumpalan asap putih tebal terlihat mengepul.

‘Letusan Pertama yang Diketahui’

Program Vulkanisme Global Smithsonian Institution menyatakan bahwa Hayli Gubbi tidak pernah mengalami letusan selama Holosen, yang dimulai sekitar 12.000 tahun yang lalu di akhir Zaman Es terakhir.

Simon Carn, seorang ahli vulkanologi dan profesor di Universitas Teknologi Michigan, mengonfirmasi di Bluesky bahwa Hayli Gubbi “tidak memiliki catatan letusan Holosen”. (yn)

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine