Malam Pergantian Tahun Dunia Tak Tenang, Laporan Gabungan Bencana dari Berbagai Negara

EtIndonesia. Malam pergantian tahun seharusnya dipenuhi suasana perayaan dan menjadi simbol harapan. Namun di banyak tempat, malam tersebut justru diselimuti bayang-bayang kecelakaan kembang api, cuaca ekstrem, dan tragedi migran. Dari Eropa hingga Asia, dari Timur Tengah hingga Afrika, berbagai tragedi terjadi secara beruntun menjelang dan saat Tahun Baru. Berikut rangkuman peristiwanya.

Di Eropa, Belanda mengalami sejumlah insiden terkait kembang api pada malam tahun baru. Polisi menyatakan bahwa di banyak daerah, aksi kekerasan yang dipicu oleh pembakaran dan penyalaan kembang api menyebabkan sekitar 250 orang ditangkap. Selain itu, kecelakaan kembang api menewaskan sedikitnya dua orang.

Pada saat yang sama, di pusat kota Amsterdam, sebuah bangunan bergaya Neo-Gotik bernama Gereja Vondel (Vondelkerk) yang dibangun pada tahun 1872, dilalap api tak lama setelah tengah malam dan hancur total. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Di Asia Tenggara, Filipina juga mengawali tahun baru dengan duka. Menurut data Departemen Kesehatan Filipina (DOH), secara nasional terdapat 235 orang yang terluka atau meninggal akibat insiden kembang api dan petasan. Sekitar 69% korban berusia di bawah 19 tahun, dengan Manila sebagai wilayah terdampak paling parah.

Sementara itu, Afghanistan dilanda cuaca ekstrem selama pergantian tahun. Gelombang pertama hujan lebat dan salju memang mengakhiri kekeringan berkepanjangan, namun memicu banjir bandang yang menewaskan sedikitnya 17 orang dan melukai 11 lainnya. Bencana ini melanda sejumlah provinsi, menewaskan banyak ternak, dan berdampak pada sekitar 1.800 keluarga.

Di Afrika, tragedi terjadi di Gambia. Sebuah kapal migran yang diduga membawa lebih dari 200 orang terbalik di perairan barat laut negara tersebut. Hingga kini, tujuh jenazah telah ditemukan, 96 orang berhasil diselamatkan, sementara banyak lainnya masih dinyatakan hilang. Jalur penyelundupan laut menuju Spanyol ini telah lama dikenal sebagai salah satu rute migrasi paling berbahaya di dunia. Badan Penjaga Perbatasan Uni Eropa (Frontex) menyebutkan bahwa meskipun jumlah migran ilegal di rute Afrika Barat menurun hingga 60%, kecelakaan fatal tetap terus terjadi.

Dari kecelakaan kembang api hingga bencana alam dan tragedi kemanusiaan, berbagai insiden pada malam pergantian tahun ini kembali mengingatkan masyarakat dunia bahwa keselamatan publik, pencegahan bencana, dan kepedulian kemanusiaan tetap menjadi tantangan berat yang tak terhindarkan di tahun yang baru. (Hui)

Laporan gabungan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Tian Xin.

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine