20 Poin Rencana Perdamaian di Gaza Memasuki Fase Berikutnya, Tetapi Gencatan Senjata Masih Menghadapi Tantangan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan dukungan penuh terhadap pembentukan “Komite Administrasi Negara Gaza”, yang menandai bahwa rencana gencatan senjata Gaza yang didorong Amerika Serikat kini memasuki tahap baru menuju pemerintahan transisi. Namun demikian, situasi di Jalur Gaza tetap serius. Dalam serangan udara terbaru Israel di berbagai wilayah Gaza, sedikitnya 10 orang dilaporkan tewas, termasuk seorang petinggi Hamas.

EtIndonesia. Presiden Trump mengumumkan melalui platform media sosial Truth Social bahwa “Rencana Perdamaian Gaza 20 Poin” telah memasuki tahap berikutnya. Ia menyatakan dukungannya terhadap pemerintahan teknokrat Palestina yang baru dibentuk, yakni Komite Administrasi Negara Gaza. Komite ini, dengan dukungan para perwakilan tingkat tinggi, akan bertanggung jawab atas tata kelola Gaza selama masa transisi.

Dalam unggahannya pada Kamis (15 Januari), Trump menulis: “Dengan dukungan Mesir, Turki, dan Qatar, kami akan mencapai kesepakatan pelucutan senjata ‘menyeluruh’ dengan Hamas, termasuk penyerahan ‘seluruh’ senjata dan pembongkaran ‘setiap’ terowongan. Hamas harus ‘segera’ memenuhi komitmennya, mengembalikan jenazah terakhir kepada Israel, serta menyelesaikan pelucutan senjata secara penuh tanpa penundaan.”

Pada Jumat (16 Januari), komite yang terdiri dari 15 pakar Palestina ini menggelar pertemuan di Kairo, Mesir. Komite tersebut dipimpin oleh Ali Shaath, doktor teknik sipil dan mantan pejabat Otoritas Palestina. Shaath memiliki ambisi besar terhadap pemulihan Gaza dan mengajukan rencana rekayasa besar untuk membersihkan sekitar 68 juta ton puing-puing pascaperang di wilayah Gaza.

Ali Shaath mengatakan: “Jika saya menggunakan buldoser untuk mendorong puing-puing ke laut dan membangun pulau serta daratan baru di atas laut, apa yang akan saya dapatkan? Saya bisa memenangkan daratan baru bagi Gaza sekaligus membersihkan puing-puing. Berapa lama waktu yang dibutuhkan?” “350 kilometer persegi—saya jamin pembersihan dan daur ulang puing-puing tidak akan memakan waktu lebih dari tiga tahun.”

Menurut rencana Trump, pemerintahan teknokrat Palestina ini akan beroperasi di bawah pengawasan “Komite Perdamaian”. Dalam unggahan lainnya, Trump menyatakan bahwa Komite Perdamaian yang dipimpinnya secara pribadi telah dibentuk, dan daftar anggotanya akan segera diumumkan.

Meski terdapat kemajuan di tingkat diplomatik, situasi di Jalur Gaza tetap genting. Pada Kamis, Israel melancarkan serangan udara di berbagai wilayah Gaza, menewaskan sedikitnya 10 orang, termasuk seorang petinggi Hamas, seorang polisi Hamas, serta seorang anggota senior kelompok Jihad Islam.

Dalam mendorong tahap kedua rencana tersebut, Amerika Serikat dan para mitra mediatornya akan menghadapi tantangan yang lebih besar, termasuk bagaimana melucuti senjata kelompok bersenjata Hamas yang masih menolak menyerahkan senjata, serta bagaimana mengerahkan pasukan penjaga perdamaian internasional.

Laporan oleh jurnalis New Tang Dynasty Television, Liu Jiajia, dari Amerika Serikat.

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine