Jangan Menjadi Sebuah Cangkir, Jadilah Sebuah Danau

EtIndonesia. Di sisi seorang guru besar India yang telah lanjut usia, ada seorang murid muda yang selalu mengeluh tentang hidup.

Suatu hari, sang guru menyuruh murid itu pergi membeli garam. 

Setelah murid tersebut kembali, guru itu memberi perintah kepada murid yang murung itu: “Ambil segenggam garam, masukkan ke dalam segelas air, lalu minumlah.”

“Bagaimana rasanya?” tanya sang guru.

“Asin,” jawab murid itu sambil meringis dan meludah sedikit.

Kemudian sang guru menyuruhnya menuangkan sisa garam itu ke sebuah danau di dekat sana. Murid itu pun menuruti perintah dan menuangkan garam ke danau.

Sang guru lalu berkata:  “Sekarang, cicipilah air danau itu.”

Murid itu mengambil sedikit air danau dengan kedua tangannya, lalu mencicipinya.

“Bagaimana rasanya?” tanya sang guru.

“Segar,” jawab murid itu.

“Apakah kamu merasakan rasa asin?” tanya sang guru lagi.

“Tidak,” jawab murid itu.

Saat itulah sang guru berkata dengan tenang: “Penderitaan dalam hidup ini seperti garam.
Jumlahnya tidak lebih dan tidak kurang—memang segitu adanya. Namun rasa asin yang kita rasakan bergantung pada seberapa besar wadah yang menampungnya.

Karena itu, ketika kamu berada dalam penderitaan, yang perlu kamu lakukan adalah meluaskan hatimu. Jangan menjadi sebuah cangkir, jadilah sebuah danau.”

Renungan / Hikmah Cerita

Dunia ini luas, namun tak ada air yang lebih asin daripada air laut. Membaca kisah yang sederhana namun penuh makna ini, membuat kita merenung akan hal tersebut.

Rasa pahit dalam hidup tidak hanya ditentukan oleh wadah penerimaan—yakni kesabaran, kelapangan hati, dan kapasitas diri seseorang—tetapi juga oleh cara kita mengelolanya.

Karena itu, selain memiliki kecerdasan emosional (EQ) dan kelapangan dada, manusia juga perlu kebijaksanaan untuk mengolah kepahitan dalam hati.

Seperti air laut yang tidak dapat diminum begitu saja, namun bisa menjadi air tawar melalui proses penguapan, demikian pula manusia—dengan kesadaran diri dan perenungan, kita dapat memisahkan kepahitan dari kejernihan batin, hingga hati kembali tenang dan bening hingga ke dasarnya.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine