Perang Iran Picu Krisis Energi di Beijing? Xi Jinping Gelar Pertemuan Darurat dengan Pemimpin Turkmenistan

EtIndonesia. Pada Rabu (18 Maret), pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT)  Xi Jinping mengadakan pertemuan darurat di Beijing dengan presiden Turkmenistan, Serdar Berdimuhamedow, dalam upaya memperluas kerjasama gas alam guna menutup kekurangan energi.

Pada saat yang sama, otoritas Beijing juga mengkonfirmasi telah mulai menggunakan cadangan minyak strategis, yang menunjukkan bahwa perang Iran telah berdampak nyata terhadap keamanan energi Tiongkok.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Tiongkok menekankan pentingnya “memperluas skala kerja sama di bidang gas alam”.

Turkmenistan memiliki cadangan gas alam terbesar keempat di dunia dan selama ini merupakan pemasok utama gas pipa ke Tiongkok. Langkah Xi memperkuat hubungan dengan negara energi di Asia Tengah ini dinilai sebagai upaya untuk menutup kekurangan pasokan akibat memburuknya situasi di Iran.

Baru-baru ini, lalu lintas di Selat Hormuz sempat turun hingga nol, menyebabkan pasokan sekitar 1,5 hingga 2 juta barel minyak per hari ke Tiongkok dari Iran dan kawasan sekitarnya terhenti.

Sejak pecahnya perang, harga minyak global telah meningkat sekitar 45%. Bagi Tiongkok yang mengimpor lebih dari 500 juta ton minyak mentah per tahun, hal ini berarti tambahan beban devisa hingga miliaran dolar setiap bulan.

Menghadapi tekanan ganda berupa pasokan yang menyusut dan harga yang melonjak, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional serta otoritas energi Tiongkok mengonfirmasi bahwa negara telah mulai menggunakan cadangan minyak strategis untuk menstabilkan harga dan menjaga operasional kilang.

Para ekonom memperingatkan bahwa jika perang Iran terus berlanjut, Beijing akan dipaksa mempercepat peralihan ke pasokan dari Rusia dan Asia Tengah. Namun, jalur pipa darat membutuhkan waktu pembangunan yang lama dan kapasitasnya terbatas, sehingga sulit menggantikan sepenuhnya pengiriman melalui laut dalam jangka pendek.

Lebih berisiko lagi, jika harga minyak bertahan di atas 120 dolar AS per barel, daya saing ekspor Tiongkok dapat melemah secara signifikan, yang berpotensi memicu inflasi dan perlambatan ekonomi. (hui)

Reporter NTD Television, Ji Yuanren, melaporkan dari New York, Amerika Serikat.

INSPIRASI ERABARU

Nasib Dinasti Berutang Kesuksesannya pada Penghormatan Kaisar dan Persembahan Kurban kepada Langit

Di Tiongkok kuno, ritual persembahan kurban bukan sekadar upacara seremonial. Ritual tersebut berlandaskan sebuah prinsip yang dipetik Dinasti Zhou dari keruntuhan dua dinasti sebelumnya:...

Memahami Bersyukur: Menemukan Kembali Keindahan Hidup yang Penuh Apresiasi

Oleh Shoba Rajamani Di dunia yang semakin terhubung secara digital dan terus mendorong kita untuk meraih lebih banyak prestasi, memperoleh lebih banyak penghasilan, serta menjadi...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine