Polisi Israel Tangkap Pria Terkait Serangan terhadap Biarawati di Dekat Situs Alkitab di Yerusalem

Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan bahwa negara Israel mengutuk insiden serangan dan memandang serangan itu “dengan sangat serius.”

EtIndonesia. Polisi Israel pada 29 April menyatakan telah menangkap seorang pria yang diduga melakukan serangan bermotif rasial, setelah rekaman video menunjukkan aksi penyerangan terhadap seorang biarawati di Yerusalem.

Dalam pernyataannya, polisi mengatakan menerima laporan serangan terhadap perempuan Kristen tersebut pada 28 April di kawasan Makam Daud (David’s Tomb), sebuah situs suci di luar Gerbang Zion di sisi selatan Kota Tua, yang berada di Yerusalem timur yang dikuasai Israel.

“Setelah menerima laporan, polisi wilayah David di distrik Yerusalem melakukan pencarian luas dan operasi investigasi terarah, hingga akhirnya tersangka berusia 36 tahun berhasil ditemukan dan ditangkap,” demikian pernyataan tersebut.

Polisi menyatakan tersangka telah dipindahkan untuk diperiksa dan saat ini masih dalam tahanan.

Melalui akun X berbahasa Inggris, Kepolisian Israel juga mengecam serangan tersebut.

“Kepolisian Israel menangani setiap serangan terhadap anggota rohaniwan dan komunitas keagamaan dengan sangat serius serta menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap segala bentuk kekerasan,” tulis pernyataan itu.

“Di kota yang suci bagi umat Yahudi, Kristen, dan Muslim, kami tetap berkomitmen melindungi semua komunitas dan memastikan pelaku kekerasan dimintai pertanggungjawaban.”

Pada 30 April, Kepolisian Israel merilis video melalui akun X berbahasa Ibrani yang menunjukkan seorang biarawati berjalan di jalan, kemudian seorang pria berlari dari belakang dan mendorongnya hingga jatuh ke tanah.

Pria tersebut sempat berbalik dan berjalan menjauh saat korban masih tergeletak, lalu kembali, memberi isyarat ke arah korban, dan menendangnya. Korban tampak menahan tendangan tersebut dengan kakinya. Sejumlah orang di sekitar lokasi kemudian turun tangan untuk melerai.

Universitas Ibrani Kecam Insiden Serangan

Fr. Olivier Poquillon, Direktur Sekolah Penelitian Biblika dan Arkeologi Prancis (EBAF) di Yerusalem, menyatakan bahwa biarawati tersebut adalah warga negara Prancis dan peneliti di lembaga tersebut.

“Kami dengan tegas mengutuk tindakan kekerasan sektarian ini dan berharap pihak berwenang bertindak cepat dan tegas,” ujar Poquillon dalam unggahan di X pada 28 April, yang kemudian dibagikan ulang oleh akun resmi EBAF.

Fakultas Humaniora di Universitas Ibrani Yerusalem menyebut EBAF sebagai “mitra akademik yang berharga” dan mengecam serangan terhadap biarawati tersebut, yang mereka sebut sebagai rekan mereka.

Dalam unggahan di Facebook pada 29 April, fakultas tersebut menyatakan bahwa insiden ini bukan kasus terpisah, melainkan “bagian dari pola mengkhawatirkan berupa meningkatnya permusuhan terhadap komunitas Kristen dan simbol-simbolnya.” Mereka menambahkan bahwa kekerasan ini merupakan “serangan langsung” terhadap nilai pluralisme agama di Yerusalem.

Konsulat Prancis di Yerusalem juga menyatakan “mengutuk keras agresi” terhadap biarawati tersebut.

“Kami mendoakan pemulihan cepat bagi korban dan terus memantau kondisinya secara dekat. Prancis menyerukan agar pelaku dibawa ke pengadilan dan keadilan ditegakkan,” demikian pernyataan pada 29 April.

Israel Serukan Perlindungan Kebebasan Beragama

Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan pada 29 April bahwa negara Israel memandang serangan tersebut “dengan sangat serius.”

“Kami mengutuk keras serangan tercela ini. Kekerasan terhadap individu tak bersalah, terutama terhadap anggota komunitas keagamaan, tidak memiliki tempat dalam masyarakat kami,” kata kementerian tersebut.

“Tindakan memalukan ini bertentangan langsung dengan nilai-nilai penghormatan, hidup berdampingan, dan kebebasan beragama yang menjadi dasar berdirinya Israel dan yang terus kami junjung tinggi.”

Kementerian juga menyampaikan simpati kepada korban dan solidaritas kepada Patriarkat Latin di Yerusalem.

“Israel tetap berkomitmen kuat untuk melindungi kebebasan beragama dan kebebasan beribadah bagi semua keyakinan, serta memastikan Yerusalem tetap menjadi kota di mana setiap komunitas dapat hidup, berdoa, dan menjalankan keyakinannya dengan aman dan bermartabat.”

Patung Yesus Dirusak

Penangkapan ini menjadi insiden anti-Kristen terbaru yang mendapat sorotan, setelah seorang tentara Israel menjatuhkan patung Yesus Kristus di Lebanon selatan dan merusaknya lebih lanjut dengan palu godam. Foto kejadian tersebut beredar luas di media sosial.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam tindakan itu dan menyatakan pada 20 April, “Kami menyesalkan insiden ini dan setiap luka yang ditimbulkannya bagi umat beriman di Lebanon dan di seluruh dunia.”

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pada 21 April mengumumkan bahwa dua tentaranya—yang merusak patung dan yang mengambil foto—akan dikenai hukuman penahanan militer selama satu bulan.

“IDF menyampaikan penyesalan mendalam atas insiden tersebut dan menegaskan bahwa operasi kami di Lebanon semata-mata ditujukan terhadap organisasi teroris Hizbullah dan kelompok teroris lainnya, bukan terhadap warga sipil Lebanon,” demikian pernyataan IDF.

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine