Trump: Penangguhan Misi Pengawalan Selat Hormuz dan Kegagalan Perundingan Perdamaian dapat Menyebabkan Perang

EtIndonesia. Operasi pengawalan kapal dagang oleh kapal perang Amerika Serikat di selat dimulai pada Senin (4 Mei), namun berakhir pada Selasa (5 Mei). Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa perundingan dengan Iran telah mencapai kemajuan besar. Meski pihak Iran dianggap “bermuka dua”, mereka tetap ingin mencapai kesepakatan.

Berikut laporan langsung bersama reporter NTD dari Washington, Zhang Liang.

Presiden AS Donald Trump pada 5 Mei mengumumkan di platform Truth Social bahwa militer AS akan menangguhkan sementara operasi ““Project Freedom ” di Selat Hormuz.

 “Berdasarkan permintaan Pakistan dan negara-negara lain, serta fakta bahwa perwakilan Iran dan kami telah mencapai kemajuan signifikan menuju kesepakatan menyeluruh dan final, kedua pihak telah sepakat bahwa sambil tetap mempertahankan efektivitas penuh operasi blokade, operasi kebebasan akan dihentikan sementara untuk waktu singkat guna melihat apakah kesepakatan tersebut dapat benar-benar diselesaikan dan ditandatangani,” ujarnya. 

Pada Rabu (6 Mei), Trump kembali menegaskan melalui unggahannya bahwa meskipun ini mungkin masih sebuah asumsi besar, jika Iran menyetujui kesepakatan yang telah dicapai, maka perang “Epic Pury” akan berakhir dan Selat Hormuz akan terbuka bagi semua pihak, termasuk Iran sendiri. Namun jika mereka tidak setuju, maka pemboman akan dimulai, dan sayangnya skalanya serta intensitasnya akan jauh lebih besar daripada sebelumnya.

Perubahan situasi ini tampak cukup mendadak, namun sebenarnya sejalan dengan tujuan dan prinsip Washington yang sejak awal ingin menyelesaikan masalah nuklir Iran melalui jalur diplomatik.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, pada Selasa juga mengatakan bahwa Presiden Trump sangat bersimpati kepada rakyat Iran. Sasaran yang ingin ditekan adalah rezim Iran, dengan tujuan utama agar Iran tidak memiliki senjata nuklir.

Berikut pernyataan Trump sebelumnya:

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (5 Mei 2026):  “Iran ingin mencapai kesepakatan. Hal yang tidak saya sukai dari Iran adalah, ketika berbicara dengan saya secara pribadi mereka sangat hormat, tetapi kemudian muncul di televisi dan berkata: ‘Kami tidak berbicara dengan Presiden Amerika Serikat, kami tidak berbicara.’ Padahal saya baru saja berbicara dengan mereka, lalu mereka mengatakan ‘kami tidak berbicara dengan presiden’. Jadi mereka sedang bermain tipu muslihat. Tetapi saya katakan kepada Anda, mereka ingin mencapai kesepakatan.”

Trump menegaskan bahwa meskipun Iran bersikap “bermuka dua”, pemerintah Iran tetap ingin mencapai kesepakatan.

Namun demikian, selama operasi “Project Freedom” yang singkat itu berlangsung, militer AS dilaporkan telah menenggelamkan tujuh kapal cepat Iran. 

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine