Ukraina: Rusia Melancarkan Serangan Besar-besaran, Termasuk Menggunakan Rudal Hipersonik

EtIndonesia. Perang Rusia-Ukraina terus memanas dengan ritme serangan dan pertahanan kedua pihak semakin meningkat. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa berdasarkan intelijen terbaru yang diperoleh Ukraina bersama sekutu Amerika Serikat dan Eropa, Rusia sedang mempersiapkan gelombang baru serangan besar-besaran terhadap Ukraina, bahkan kemungkinan menggunakan rudal balistik hipersonik “Oreshnik”.

Pada saat yang sama, pihak Ukraina juga mengumumkan telah melancarkan serangan jarak jauh terhadap sejumlah target industri militer dan energi di wilayah Rusia, sehingga situasi perang terus meningkat.

Zelenskyy pada Sabtu (23/5/2026) melalui platform media sosial mengatakan bahwa intelijen terbaru Ukraina menunjukkan Rusia sedang merencanakan operasi serangan terkoordinasi terhadap berbagai wilayah Ukraina. Serangan itu kemungkinan akan menargetkan sejumlah kota penting termasuk Kyiv, dengan kombinasi berbagai jenis senjata yang digunakan secara bersamaan, termasuk kemungkinan rudal balistik hipersonik “Oreshnik”.

Ia menegaskan bahwa informasi intelijen tersebut telah dibagikan kepada Amerika Serikat dan sekutu Eropa, dan para mitra internasional kini memantau perkembangan situasi dengan sangat serius.

Zelenskyy juga memperingatkan bahwa jika senjata tersebut benar-benar digunakan, hal itu bukan hanya akan meningkatkan intensitas konflik di medan perang, tetapi juga berpotensi memperluas perang ke wilayah yang lebih besar dan menimbulkan risiko jangka panjang terhadap keamanan global.

“ Hari ini kami berhasil melaksanakan ‘sanksi (serangan)’ jarak jauh terhadap Rusia. Target berada di wilayah Perm, Rusia, sekitar 1.700 kilometer dari perbatasan Ukraina. Fasilitas tersebut merupakan perusahaan militer yang memasok industri pertahanan serta memproduksi bahan peledak dan komponen pesawat maupun drone,” kata Zelenskyy mengenai operasi Ukraina. 

Militer Ukraina juga menyatakan telah menyerang sebuah fasilitas minyak penting di kawasan Laut Hitam dan menyebabkan kebakaran.

Sementara itu, terkait langkah Rusia, Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya meminta militer menyusun rencana pembalasan. Alasannya, Rusia menuduh pasukan Ukraina melancarkan serangan drone terhadap sebuah asrama mahasiswa di wilayah Luhansk. Namun, militer Ukraina telah membantah tuduhan tersebut.

Publik internasional juga terus memperhatikan dua penggunaan sebelumnya dari rudal balistik hipersonik “Oreshnik” oleh Rusia. Rudal ini disebut mampu melaju dengan kecepatan lebih dari 10 kali kecepatan suara, sehingga sangat sulit untuk dicegat.

Hingga kini, pihak Rusia belum memberikan tanggapan lengkap terkait operasi Ukraina tersebut.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine