Rudal Pertahanan Udara Ukraina Menipis, Zelenskyy Kirim Surat Mendesak kepada Trump untuk Meminta Bantuan

EtIndonesia.com. Baru-baru ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengirim surat darurat kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk meminta bantuan, dengan menyatakan bahwa sistem pertahanan udara Ukraina, terutama rudal anti-balistik, mengalami kekurangan serius.

Menurut laporan The Kyiv Independent, dalam surat tersebut Zelensky mengakui bahwa saat ini Ukraina sangat bergantung pada sekutu Barat dalam pertahanan rudal, terutama untuk mencegat rudal balistik yang “hampir sepenuhnya bergantung pada Amerika Serikat.”

Belakangan ini, Rusia tidak hanya sering melancarkan serangan rudal dan drone, tetapi juga mengancam akan melakukan gelombang baru serangan jarak jauh terhadap Kyiv, bahkan secara khusus menyebut “pusat pengambilan keputusan” Ukraina sebagai target.

Pejabat Ukraina khawatir jumlah rudal pencegat Patriot PAC-3 yang terbatas kini semakin sulit menghadapi serangan Rusia yang makin intensif. Seorang sumber yang mengetahui situasi tersebut mengatakan: “Dalam hal pertahanan anti-balistik, situasinya memang sangat sulit.”

Menurut laporan, Duta Besar Ukraina untuk Amerika Serikat, Olga Stefanishyna, telah mendistribusikan surat tersebut kepada Gedung Putih, Ketua DPR AS Mike Johnson, dan anggota Kongres lainnya.

Dalam surat itu juga disebutkan bahwa kecepatan pengiriman senjata melalui program “Priority Ukraine Requirements List” (PURL) sudah tidak mampu mengikuti perkembangan situasi medan perang saat ini. Zelensky meminta Amerika membantu Ukraina mempertahankan wilayah udaranya dari serangan rudal Rusia.

Pada malam 24 Mei, Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Ukraina. Angkatan Udara Ukraina menyatakan bahwa Rusia menembakkan 90 rudal dan 600 drone dalam satu serangan.

Sebenarnya, sejak April tahun ini Zelensky sudah memerintahkan komandan angkatan udara untuk segera menghubungi negara-negara sekutu guna menambah stok rudal Patriot. Saat itu ia telah memperingatkan bahwa cadangan rudal pencegat Ukraina mendekati titik kritis.

Sementara itu, ancaman dari Rusia terus meningkat. Pada 25 Mei, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dalam pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa Moskow siap menyerang “pusat pengambilan keputusan” Ukraina dan mendesak Washington untuk mengevakuasi staf kedutaan AS di Kyiv.

Menghadapi perang yang terus meningkat, Zelensky menegaskan dalam suratnya bahwa wilayah udara Ukraina sebenarnya masih dapat dipertahankan.

Ia mengatakan:“Sebagian besar rudal Rusia sebenarnya bisa dicegat.”

sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine