Kabut asap terus menyelimuti Malaysia. Status darurat kabut asap di Serian, Sarawak, baru dicabut kurang dari sehari, tetapi indeks polusi udara Selasa (8 September) kembali masuk kategori “berbahaya”. Dokter menyarankan masyarakat memakai masker saat berada di luar ruangan. Di daerah dengan tingkat polusi tinggi, masyarakat dapat mempertimbangkan penggunaan masker N95 untuk mengurangi dampak kabut asap terhadap saluran pernapasan.
EtIndonesia.com Dokter praktik di Kuching, Sarawak, Malaysia Timur, Wong Kai Siong, dalam wawancara dengan Central News Agency (CNA) pada Selasa 8 September mengatakan bahwa selama periode kabut asap parah, keluhan yang paling sering ditemui pasien di klinik adalah infeksi saluran pernapasan atas dan gejala alergi, termasuk batuk dan tenggorokan gatal. Sebagian pasien juga mengalami ketidaknyamanan pada mata, kulit gatal, atau reaksi alergi lainnya.
Ia mengatakan bahwa saat ini pemerintah setempat belum mewajibkan masyarakat memakai masker, tetapi menyarankan dan mendorong masyarakat untuk memakainya ketika berada di luar ruangan. Untuk daerah dengan kabut asap yang lebih parah, seperti Serian dan Kuching, masyarakat dapat mempertimbangkan penggunaan masker N95. Namun, permintaan masker belakangan ini meningkat tajam sehingga pasokan harus didatangkan dari wilayah lain di Sarawak.

Indeks polusi udara Serian sempat melonjak hingga 519
Menurut sistem pengelolaan Indeks Polusi Udara (APIMS) milik Departemen Lingkungan Hidup Malaysia (DOE), indeks polusi udara (API) antara 201 hingga 300 dikategorikan sebagai “sangat tidak sehat”, sedangkan angka di atas 300 masuk kategori “berbahaya”.
Pada 4 September, indeks polusi udara di Serian sempat melonjak hingga 519, membuat hampir seluruh kota diselimuti kabut asap. Menghadapi memburuknya kondisi kabut asap, Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim pada hari itu menyetujui penetapan Serian dalam status darurat kabut asap.
Seiring dengan sempat membaiknya kualitas udara setempat, Yang di-Pertuan Agong pada hari berikutnya menyetujui pencabutan status darurat tersebut. Namun, kurang dari sehari setelah status itu dicabut, indeks polusi udara di Serian kembali meningkat menjadi 303 pada pukul 06.00 pagi, sehingga kembali masuk tingkat “berbahaya”. Pada pukul 09.00 pagi, indeks masih berada di angka 302. Hingga siang hari, indeks sedikit turun menjadi 282, tetapi masih berada dalam kategori “sangat tidak sehat”.

Kabut asap terus menyelimuti berbagai wilayah, jarak pandang menurun
Kabut asap belakangan ini terus menyelimuti berbagai wilayah di Malaysia. Di sejumlah daerah, jarak pandang menurun secara signifikan dan kualitas udara memburuk.
Menteri Pendidikan Malaysia Fadhlina Sidek mengatakan bahwa jika orang tua khawatir terhadap dampak kabut asap terhadap anak-anak, mereka dapat memilih untuk sementara tidak mengirim anak ke sekolah, tetapi harus terlebih dahulu memberitahukan pihak sekolah.
Departemen Lingkungan Hidup Malaysia menyarankan agar sekolah, taman kanak-kanak, dan tempat penitipan anak ditutup apabila indeks polusi udara melebihi 200. Instansi terkait juga harus terus memantau indeks polusi udara sehingga dapat segera mengambil langkah lebih lanjut apabila kondisi polusi memburuk.


