Koki di Chongqing, Tiongkok Diduga Melakukan Tes Darah untuk HIV di Dapur, Tanggapan Restoran Justru Memicu Kepanikan Lebih Besar

EtIndonesia.com Baru-baru ini muncul kontroversi mengenai kebersihan dan keamanan pangan di kawasan Liangjiang New Area, Chongqing, Tiongkok. Seorang pengguna internet mengunggah informasi pada 19 September bahwa ketika sedang makan di sebuah restoran setempat, ia melihat seorang koki pria mengeluarkan alat tes darah di dapur belakang dan melakukan pemeriksaan darah sendiri. Ia menduga koki tersebut sedang melakukan tes cepat HIV. Setelah informasi tersebut beredar, tanggapan pihak restoran justru memicu kepanikan yang lebih besar di kalangan warganet.

Berdasarkan foto yang beredar di internet, kotak produk tes yang digunakan koki tersebut bertuliskan Jissbon. Produk tersebut dapat digunakan untuk mendeteksi virus HIV serta melakukan pemeriksaan antigen permukaan virus hepatitis B dan pemeriksaan lainnya.

Pengguna internet tersebut juga mengunggah foto “Jissbon Kit Tes Gabungan”. Karena itu, sebagian warganet menduga bahwa koki tersebut mungkin sedang melakukan pemeriksaan HIV.

Peristiwa tersebut dengan cepat memicu kekhawatiran di kalangan warganet. Seiring perbincangan terus berkembang, pemilik restoran segera memberikan klarifikasi kepada media. Ia mengatakan bahwa koki yang bersangkutan belakangan ini merasa tidak enak badan dan kehilangan nafsu makan, sehingga melakukan pemeriksaan darah sendiri. Menurutnya, pemeriksaan yang dilakukan sebenarnya adalah tes hepatitis B, bukan HIV seperti yang disebutkan di internet.

Setelah kejadian tersebut terungkap, kekhawatiran di kalangan warganet Tiongkok justru semakin besar. Fokus pembahasan secara bertahap bergeser dari pertanyaan “sebenarnya yang diperiksa HIV atau hepatitis B?” menjadi apakah tindakan mengambil darah untuk pemeriksaan di area restoran dapat dibenarkan dari sisi kebersihan dan sanitasi.

Seorang warganet mengatakan: “Kalau hepatitis B, malah lebih keterlaluan daripada HIV. HIV tidak menular melalui air liur atau makanan.”

Warganet lainnya mengatakan:

“Kalau kokinya terkena hepatitis B, malah lebih mengkhawatirkan daripada HIV.”

Ada pula yang berkomentar:

“Hepatitis B justru lebih menakutkan.”

Sebagian warganet menunjukkan bahwa HIV terutama menular melalui darah, hubungan seksual, serta dari ibu kepada anak. Makan bersama, menggunakan peralatan makan bersama, atau mengonsumsi makanan secara umum bukan merupakan jalur utama penularan HIV. Karena itu, melihat adanya “tes HIV” tidak seharusnya langsung dikaitkan dengan risiko penularan HIV melalui makanan.

Namun, banyak warganet mengatakan bahwa apa pun jenis pemeriksaannya—HIV, hepatitis B, atau penyakit lainnya—tindakan mengambil darah oleh seorang koki di dalam restoran tetap dapat menimbulkan kekhawatiran konsumen mengenai kebersihan dan sanitasi.

Seorang warganet mengatakan:

“Menusuk jari untuk mengambil darah dan melakukan tes di dapur restoran di depan pelanggan, sekalipun bukan untuk tes HIV, apakah tindakan seperti itu benar-benar higienis? Kekhawatiran pelanggan terhadap keamanan bahan makanan sepenuhnya bisa dipahami.”

Warganet lainnya mengatakan:

“Dapur merupakan area operasional restoran. Melakukan pengambilan darah dan pemeriksaan di tempat seperti itu memang tidak sesuai dengan standar kebersihan.”

Ada pula yang mengatakan:

“Tidak peduli apa yang sedang dites, hal-hal seperti ini seharusnya tidak dilakukan di dalam restoran. Dengan restoran seperti ini, apakah orang masih bisa merasa tenang?”

Saat ini, kontroversi mengenai dugaan pelanggaran standar kebersihan akibat koki melakukan pengambilan darah masih terus berkembang. 

Mengenai kronologi sebenarnya, jenis pemeriksaan yang dilakukan, serta apakah tindakan mengambil darah di dapur belakang tersebut sesuai dengan peraturan kebersihan dan sanitasi restoran, masih menunggu penyelidikan dan penjelasan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine