Surabaya, 18 September 2026 – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali membuktikan julukan Home of Champions-nya. Pada Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2026, ITS berhasil mempertahankan gelar Juara Umum untuk ketiga kali berturut-turut sejak 2024.
Kompetisi yang digelar di Politeknik Negeri Bengkalis, 15–17 September 2026, itu menjadi panggung bagi mahasiswa untuk mengembangkan inovasi di sektor kemaritiman. Hasilnya, ITS membawa pulang lima trofi: dua Juara 1, satu Juara 2, satu Juara 3, dan penghargaan Best Poster.
Apa Itu KKI?
KKI adalah kompetisi bidang perkapalan yang diprakarsai Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Ajang ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berkreasi dan menciptakan solusi atas berbagai tantangan di laut Indonesia.
Pada edisi 2026, prestasi ITS diraih oleh tiga tim riset: Tim Barunastra ITS, Tim Hydromodelling X Arkana ITS, dan Tim Banyubramanta ITS.
Barunastra Sumbang Dua Emas
Tim Barunastra ITS tampil sebagai bintang dengan memboyong dua medali emas. Kategori pertama adalah Fuel Engine Remote Control (FERC)—bayangkan seperti balapan kapal remote control, tetapi dengan inovasi teknis tingkat tinggi. Kategori kedua adalah Autonomous Surface Vessel (ASV), yakni kapal yang bisa berjalan sendiri tanpa awak.
Di kategori FERC, Barunastra mengusung kapal prototipe MV Rudra. Kapal ini dirancang untuk menghentikan ancaman di perairan dengan cepat dan efisien.
“Inovasi lambung V Monohull bergeometri chine pada kapal MV Rudra dioptimalkan melalui CFD yang berfungsi untuk memaksimalkan gaya angkat hidrodinamis,” papar Koordinator KKI Barunastra ITS 2026, Alfen Talenta.
CFD atau Computational Fluid Dynamics adalah simulasi komputer untuk melihat bagaimana air dan udara berinteraksi dengan kapal. Dengan kata lain, desain kapal diuji secara digital sebelum benar-benar dibuat.
Untuk kategori ASV, Barunastra memperkenalkan Nala Sirena, sistem cerdas otonom untuk pemantauan laut berkelanjutan. Nala Sirena dilengkapi lidar—teknologi sensor yang biasa digunakan pada mobil otonom—untuk memetakan area arena.
“Selain itu, desainnya mampu mengurangi gelombang dan dynamic trim melalui pembentukan gelombang dari haluan kapal,” imbuh Alfen.
KN Natuna Bharata, Jawaban untuk Laut Natuna
Kolaborasi Tim Hydromodelling ITS dan Tim Arkana ITS menghadirkan KN Natuna Bharata. Kapal ini meraih Juara 2 kategori Inovasi Desain Konstruksi (IDK) dan menyabet Best Poster.
Mengusung tema Offshore Patrol Vessel (OPV), kapal ini dirancang sebagai jawaban atas tantangan maritim dan kebutuhan pengamanan di perairan Natuna. Jangkauannya mampu mencapai sekitar 8.200 mil laut.
Offshore Patrol Vessel adalah kapal patroli lepas pantai yang biasanya digunakan untuk menjaga wilayah laut. Sementara itu, 8.200 mil laut setara dengan perjalanan jauh melintasi samudra.
Farizha Habibie, Staf Ahli Divisi Desain Tim Hydromodelling ITS, menjelaskan bahwa rancangan kapal tersebut mengedepankan kemampuan seakeeping, hambatan, manuver, konstruksi, dan kemudahan pengembangan.
“Inovasi difokuskan untuk membuat platform kapal yang dapat menangani seluruh skenario yang ada di Laut Natuna,” beber mahasiswa Departemen Teknik Perkapalan ITS tersebut.
Vaquita, Robot Bawah Laut Andalan
Tak kalah membanggakan, Tim Banyubramanta ITS membawa Vaquita dan meraih Juara 3 kategori Remotely Operated Vehicle (ROV). ROV adalah robot bawah laut yang dikendalikan dari jarak jauh.
Vaquita dirancang untuk menjalankan misi bawah laut, seperti mencari objek dan identifikasi menggunakan kamera serta deteksi QR Code. Robot ini juga mampu memanipulasi dan melepaskan payload secara mandiri ke permukaan.
Dayan Apta Farrel, Ketua Tim KKI Banyubramanta ITS 2026, menjelaskan keunggulan Vaquita.
“Keunggulan yang dibawakan Vaquita berupa vacuum gripper dengan kamera dan servo pada gripper-nya yang dapat memudahkan pengambilan payload. Tak hanya itu, terdapat juga teknologi pemrosesan citra bawah air untuk memudahkan proses Scan QR,” ungkapnya.
Bukan Sekadar Piala
Beragam inovasi yang ditampilkan tim ITS mempertegas kiprah kampus ini di bidang kemaritiman. Prestasi tersebut juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta poin ke-14 tentang Kehidupan Bawah Air.
Dengan konsistensi ini, ITS bukan hanya mencetak juara, tetapi juga melahirkan generasi yang mampu menjaga dan memanfaatkan laut Indonesia secara berkelanjutan. Selamat untuk para juara!


