Belakangan ini, sidang Kongres Amerika Serikat menyoroti bagaimana kekuatan asing yang dianggap bermusuhan, termasuk Partai Komunis Tiongkok (PKT), menyusup ke dalam masyarakat Amerika dan mempengaruhi opini publik serta kebijakan.
Para pakar memperingatkan bahwa metode Beijing mungkin tidak lagi berupa penyampaian pesan politik secara langsung kepada warga Amerika melalui media resmi PKT.
Sebaliknya, Beijing dapat memanfaatkan lembaga, organisasi, dan individu yang berada di Amerika Serikat untuk mengemas pesan tersebut sebagai “suara Amerika sendiri”, sehingga mempengaruhi opini publik, pemilu, serta persaingan di bidang kecerdasan buatan (AI) dan teknologi.
EtIndonesia.com Pada 15 September 2026, Subkomite Urusan Asia Selatan dan Asia Tengah dari Komite Urusan Luar Negeri DPR AS menggelar sidang terbuka di Washington dengan tema “Kuda Troya: Operasi Pengaruh Asing yang Tersembunyi dan Berbahaya di Amerika Serikat.”
Pakar Tiongkok sekaligus peneliti senior Jamestown Foundation, Matthew Johnson, yang menghadiri sidang tersebut, memperingatkan bahwa metode PKT yang lebih terselubung dan lebih sulit ditangkal bukanlah menyebarkan pesan politik secara langsung kepada masyarakat Amerika melalui media resmi PKT.

Sebaliknya, PKT dapat berada di balik layar dan memanfaatkan lembaga, organisasi, serta individu di Amerika untuk ikut membentuk wacana publik, sehingga pesan yang sesuai dengan kepentingan strategis Beijing justru “diucapkan oleh warga Amerika sendiri.” Disinilah letak bahaya dari metafora “Kuda Troya” tersebut.
Komentator urusan terkini yang tinggal di AS, Tang Jingyuan: “Tujuan akhir dari ekspor pengaruh PKT ini tentu saja adalah untuk mengalahkan Amerika Serikat secara menyeluruh. Ini sebenarnya merupakan tujuan jangka panjang yang tidak pernah ditinggalkan PKT sejak era Mao Zedong hingga sekarang. Bahkan, ini dapat dikatakan sebagai tujuan seratus tahun mereka.”
Karena itu, Johnson memandang “transparansi” sebagai kunci untuk mencegah operasi pengaruh semacam ini. Persoalannya bukan apakah seorang warga Amerika atau suatu kelompok menyampaikan pandangan yang sejalan dengan posisi Beijing. Yang perlu ditelusuri adalah apakah di balik suara tersebut terdapat aliran dana yang tidak diungkapkan, hubungan organisasi, atau bentuk pengaruh asing lainnya.
Tang Jingyuan: “Pertama-tama, mereka melakukan infiltrasi opini publik yang sulit dideteksi untuk mempengaruhi pemikiran warga Amerika dan membuat mereka memiliki pandangan yang lebih positif terhadap PKT. Kemudian, tanpa disadari, mereka memecah masyarakat Amerika dan menjadikan sebagian warga Amerika sebagai pihak yang sejalan dengan PKT.”
“Setelah itu, mereka memanfaatkan orang-orang tersebut untuk memperkuat suara PKT, kemudian semakin mempengaruhi pemikiran masyarakat Amerika, mengendalikan opini publik Amerika, bahkan mempengaruhi kebijakan Amerika terhadap Tiongkok. Ini disebut sebagai ‘menaklukkan lawan tanpa berperang.’”
Johnson mengatakan bahwa ketika Beijing berhasil menyembunyikan perannya sendiri dan membuat pesan yang sejalan dengan kepentingan strategis PKT masuk ke dalam wacana publik dengan mengatasnamakan inisiatif lokal Amerika, masyarakat Amerika mungkin tidak lagi melihatnya sekadar sebagai pandangan politik domestik.
Sebaliknya, kata Jhonson, hal itu dapat menjadi operasi pengaruh asing yang sumber dan hubungan kepentingannya sulit diidentifikasi. Inilah yang membuat strategi “Kuda Troya” sangat sulit ditangkal.
Su Ziyun, Direktur Institut Strategi dan Sumber Daya, Institute for National Defense and Security Research Taiwan: “Trump bahkan baru-baru ini mengatakan bahwa PKT ikut campur dalam pemilu Amerika. Jadi, metode seperti menggunakan agen lokal atau semacam ‘zombie’ ini merupakan cara yang selama ini terus dijalankan Beijing.”
Johnson juga menyebut aspek lain yang patut diwaspadai, yaitu bagaimana PKT dapat memperoleh keuntungan strategis dari wacana publik seperti “perdamaian, kerja sama, dan anti-perang” yang memiliki legitimasi tinggi di masyarakat Barat.
Bagi Beijing, mereka tidak perlu membuat warga Amerika menerima komunisme, dan juga tidak perlu secara terbuka memuji PKT. Selama perdebatan publik di Amerika secara bertahap tidak lagi memandang PKT sebagai pesaing strategis, Beijing dapat memperoleh keuntungan dari situasi tersebut.
Tang Jingyuan: “PKT sebenarnya sangat menyadari bahwa baik dari segi kekuatan ekonomi maupun militer, mereka masih memiliki kesenjangan yang cukup besar dengan Amerika Serikat. Jika berhadapan langsung dalam perang terbuka, mereka tidak akan mampu mengalahkan Amerika.”
“Karena itu, PKT mengambil pendekatan lain, yaitu memberikan pengaruh terhadap Amerika, terutama terlebih dahulu terhadap pemikiran masyarakat Amerika, opini publik, serta bidang ideologi dan lainnya. Inilah bagian dari pengaruh PKT yang sangat berbahaya dan sangat sulit diantisipasi.”
Medan operasi pengaruh PKT terhadap Amerika kini meluas dari politik dan opini publik ke persaingan teknologi, yang berkaitan erat dengan kekuatan nasional kedua negara di masa depan.
Johnson memperingatkan bahwa salah satu tujuan strategis penting PKT saat ini adalah berupaya memperlambat perkembangan Amerika Serikat di bidang kecerdasan buatan (AI) dan infrastruktur pusat data.
Su Ziyun: “Rusia dan PKT sebenarnya menggunakan metode yang serupa. Mereka terlebih dahulu membangun kehadiran di berbagai platform media sosial yang tampaknya netral dan tidak berbahaya. Ketika tiba pada momen tertentu, seperti pemilu, para influencer di dalam komunitas tersebut kemudian mengarahkan opini, misalnya dengan mengatakan bahwa mendukung kandidat tertentu adalah hal yang benar, dan sebagainya.”
“Kemudian, dalam isu AI, mereka dapat mengatakan bahwa AI berdampak pada lingkungan, menyebabkan polusi, membuat biaya listrik menjadi lebih mahal, dan sebagainya. Intinya, mereka memanfaatkan posisi kelompok yang berbeda untuk memecah masyarakat.”
Ketua Subkomite Urusan Asia Selatan dan Asia Tengah dari Komite Urusan Luar Negeri DPR AS, Bill Huizenga, mengatakan bahwa tujuan sidang ini adalah mengungkap jaringan pengaruh asing yang tersembunyi di dalam masyarakat Amerika dan membuka secara transparan sumber pendanaan, organisasi, serta cara operasinya.
Meng Xinqi/Luo Ya/Zhong Yuan


