DeepSeek Kembali Tumbang! Gangguan Besar-besaran ke-18 Tahun Ini

Pada 20 September, model AI skala besar buatan Tiongkok daratan, DeepSeek, kembali mengalami gangguan layanan secara luas. Versi web, aplikasi (App), dan API mengalami kelumpuhan secara bersamaan. Ini merupakan setidaknya gangguan besar-besaran ke-18 yang dialami platform tersebut sepanjang tahun ini, dan topik terkait langsung menjadi trending di media sosial Tiongkok.

EtIndonesia.com Pada 20 September, banyak pengguna melaporkan bahwa versi web, App, serta antarmuka API DeepSeek tidak dapat digunakan secara normal. Halaman terus menampilkan pemberitahuan seperti “server sedang sibuk” dan “permintaan mengalami timeout”. 

Banyak pengguna yang sedang mengejar penyelesaian makalah, menulis kode, atau mengerjakan proyek terhenti di tengah pekerjaan. Netizen bahkan mengeluh: “Ganti saja namanya menjadi DeepSleep, karena sedang tidur nyenyak.”

Berdasarkan laporan pengguna di internet, gangguan kali ini berlangsung hampir 12 jam. Tim teknis melakukan pemeriksaan dan perbaikan darurat sepanjang malam. Selama proses tersebut, layanan sempat beberapa kali diperbaiki, tetapi kembali mengalami gangguan secara berulang. Gangguan dalam waktu yang begitu lama juga memicu perdebatan mengenai tekanan terhadap kapasitas komputasi AI berskala besar dan stabilitas platform.

Seorang netizen mengatakan bahwa secara permukaan, gangguan ini tampak seperti masalah teknis, tetapi pada dasarnya pertumbuhan pengguna telah jauh melampaui cadangan kapasitas komputasi—jumlah pengguna aktif harian melonjak dari 120 juta menjadi 200 juta, atau meningkat 66,7%, sementara kapasitas komputasi hanya bertambah 8,3%. Arsitektur MoE (Mixture of Experts) memiliki tuntutan yang sangat tinggi terhadap sistem penjadwalan. Begitu lalu lintas pengguna melonjak, sistem mudah mengalami keruntuhan, sehingga pembatasan akses (rate limiting) menjadi satu-satunya langkah darurat.

Analisis menyebutkan bahwa hal yang sebenarnya patut dibahas bukan hanya DeepSeek, melainkan paradoks yang sedang dihadapi seluruh industri: model dengan jalur open source dan akses luas mampu menarik pengguna dalam jumlah sangat besar, tetapi siklus pengadaan chip komputasi panjang dan pasokannya terbatas. Akibatnya, penambahan kapasitas selalu tertinggal dari pertumbuhan pengguna.

Tidak sedikit pengguna berbayar yang juga mempertanyakan hal tersebut. Mereka berpendapat bahwa layanan berbayar seharusnya memiliki jaminan sumber daya yang lebih stabil dan tidak semestinya terus-menerus mengalami gangguan besar-besaran bersama pengguna gratis.

Menurut analisis, tumbangnya DeepSeek menjadi peringatan bagi semua pihak yang mengembangkan model AI skala besar: setelah sebuah platform menjadi populer, kemampuan menanggung beban pengguna justru menjadi tantangan teknis terbesar.

Berdasarkan statistik yang tersedia untuk publik, sejak awal 2026 hingga saat ini, platform tersebut telah mengalami setidaknya 18 kali gangguan layanan berskala besar, dalam berbagai bentuk, termasuk gangguan yang berlangsung hingga lintas malam, insiden pada larut malam, serta pembatasan akses pada jam-jam sibuk.

Belum lama ini, sebuah rekaman audio yang disebut berasal dari internal perusahaan beredar di internet dan mengungkap gambaran mengenai industri AI di bawah PKT. Pendiri DeepSeek, Liang Wenfeng, disebut mengakui bahwa kapasitas komputasi AI Tiongkok jauh tertinggal dari Amerika Serikat. Bahkan jika DeepSeek menginvestasikan 50 miliar yuan, perusahaan tersebut akan kesulitan melatih model AI terkemuka yang setara dengan model-model terbaik Amerika Serikat.

Selain itu, DeepSeek saat ini disebut hanya memiliki sekitar 20.000 chip dengan kapasitas komputasi setara chip seri H Nvidia, dan sebagian besar baru tersedia dalam satu hingga dua bulan terakhir, sehingga kapasitas komputasinya jelas tidak mencukupi.

Setelah rekaman tersebut terungkap, DeepSeek segera menghentikan putaran kedua pendanaan. (***)

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine