AS dan Iran Saling Melontarkan Ancaman, Trump Pegang Tiga Opsi: Tidak Menutup Kemungkinan Memusnahkan Rezim

EtIndonesia.com Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa terkait konflik dengan Iran, ia memiliki tiga opsi besar, dan juga masih mempertimbangkan apakah akan memusnahkan rezim di Teheran. Sementara itu, pihak AS telah mengeluarkan peringatan yang mendesak warga negara Amerika untuk segera meninggalkan Iran guna menghindari situasi yang dapat meningkat secara tiba-tiba.

Presiden Trump sebelumnya mengatakan kepada Fox News bahwa terkait konflik dengan Iran, saat ini ia berada dalam “mode pengambilan keputusan”, dan menyatakan bahwa “sesuatu yang sangat besar akan terjadi dalam waktu dekat.”

Ia memperingatkan bahwa jika Iran tidak mencapai kesepakatan, negara tersebut akan menghadapi kehancuran ekonomi atau kemungkinan pemusnahan kepemimpinannya.

Presiden Trump mengatakan bahwa saat ini ia memiliki tiga opsi, yaitu “menghapus rezim Iran, membiarkan Iran membusuk secara ekonomi, atau mencapai kesepakatan.” Ia juga menambahkan bahwa dirinya masih mempertimbangkan “kapan dan apakah akan meratakan seluruh negara itu.”

Minggu ini, seiring dimulainya Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Presiden Trump diperkirakan akan mengadakan pertemuan dengan para pemimpin enam negara Teluk Persia. Ia juga tidak menutup kemungkinan untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Ketika Presiden Trump mempertimbangkan langkah berikutnya, menurut laporan Iran International, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengancam akan memperkenalkan apa yang disebut sebagai senjata baru yang akan mengejutkan dunia. Mereka juga disebut berupaya menyerang target-target baru.

Sebelumnya, Kedutaan Besar Virtual AS untuk Iran mengeluarkan peringatan keamanan yang menyatakan bahwa “ketegangan AS-Iran dapat meningkat secara tiba-tiba.” Kondisi tersebut dapat menyebabkan pembatalan penerbangan dan penutupan wilayah udara. Warga negara Amerika didesak untuk segera meninggalkan Iran.

Peringatan tersebut juga menyebutkan bahwa tindakan permusuhan kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap Arab Saudi, termasuk bandara sipil, juga dapat meningkat dengan cepat.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kepada CNBC pada 22 September mengatakan bahwa setelah sanksi sekunder yang diberlakukan AS mulai berlaku, mulai Rabu (23 September), seluruh maskapai penerbangan Iran akan dikeluarkan dari operasional internasional.

Bessent mengatakan, hal ini berarti ketika maskapai penerbangan Iran mendarat di bandara, perusahaan terkait tidak diperbolehkan menyediakan bahan bakar atau layanan pendaratan, serta tidak boleh menjual tiket. Jika melanggar larangan tersebut, perusahaan yang bersangkutan akan dikeluarkan dari sistem dolar AS.

Kantor Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) dalam laporan terbarunya menyatakan bahwa sebuah kapal tanker pengangkut liquefied petroleum gas (LPG) yang sedang bersiap meninggalkan Selat Hormuz terkena serpihan dari proyektil yang tidak dikenal. Sebelumnya, kapal tanker lain yang memasuki Selat Hormuz juga mengalami kerusakan setelah terkena serangan dari proyektil yang tidak dikenal.

Informasi yang diperoleh menunjukkan bahwa seluruh awak kapal tanker kedua yang diserang berada dalam kondisi selamat dan kapal melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan berikutnya. Pihak terkait saat ini sedang menyelidiki insiden tersebut.

Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan: “Ketika kami mengambil tindakan untuk memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir, mereka merespons dengan mengancam keamanan pelayaran internasional.”

“Meskipun pihak Iran setiap hari mengancam kapal-kapal yang melintas, kami masih melihat sejumlah besar minyak dan gas alam tetap diangkut melalui Selat Hormuz.”

Menurut laporan Iran International, Iran menghadapi krisis ekonomi dan depresiasi mata uang. Industri pertambangan batu bara negara tersebut kini kesulitan mengimpor peralatan penting untuk keselamatan dan pemantauan.

Seiring nilai rial Iran terus merosot, tingginya biaya teknologi yang ditambah dengan tekanan ekonomi membuat keselamatan para pekerja tambang batu bara Iran juga menghadapi ancaman serius.

Laporan gabungan Wang Ziyi, NTD Television.

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine