Seorang Pria  Menyerang Lokasi Informasi Falun Gong di Toronto dan Melontarkan Ancaman Pembunuhan, Polisi Langsung Selidiki 

Sebuah lokasi informasi Falun Gong di depan Konsulat Jenderal Tiongkok di Toronto, Kanada diserang. Seorang pria keturunan Tionghoa menarik dan berusaha merampas spanduk serta papan informasi yang dipasang di lokasi, menyerang seorang praktisi Falun Gong perempuan, bahkan melontarkan ancaman pembunuhan. Para praktisi di lokasi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Peristiwa ini menarik perhatian berbagai pihak dan memicu kecaman terhadap dugaan penindasan lintas negara oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT).

EtIndonesia.com Sekitar pukul 09.00 pagi pada Selasa (22 September), di depan Konsulat Jenderal PKT di Toronto, Kanada, seorang pria keturunan Tionghoa yang mengenakan pakaian hitam dengan gambar bendera merah berbintang lima menghampiri lokasi. Ia tiba-tiba menarik spanduk dan papan informasi yang dipasang oleh para praktisi Falun Gong, bahkan berusaha melipat dan membawa pergi papan tersebut.

“Dari pukul 08.30 sampai 10.30, kami baru saja memasang spanduk dan belum lama berdiri di sana, tiba-tiba seseorang datang dari seberang jalan dengan sikap sangat agresif,” kata praktisi Falun Gong yang diserang, Lina Li. 

Wakil Ketua Global World Alliance for Democracy, Sheng Xue: “Saya sudah tidak merasa heran dengan banyaknya penindasan lintas negara yang dilakukan PKT, tetapi ketika melihat video ini hari ini, saya tetap sangat terkejut.”

Dalam kejadian tersebut, seorang praktisi perempuan diserang hingga terluka dan berdarah. Pria tersebut bahkan melontarkan ancaman pembunuhan kepada praktisi perempuan itu.

Pria keturunan Tionghoa yang menyerang lokasi informasi Falun Gong: “Dengan menggunakan Undang-Undang Anti Pemisahan (Anti-Secession Law) ini, saya bisa menembak mati kamu.”

Sheng Xue: “Dia bahkan mengatakan bahwa berdasarkan Undang-Undang Anti Pemisahan milik PKT, dia bisa menembak mati orang tersebut. Dia sama sekali tidak menganggap Kanada sebagai tempat yang bebas, demokratis, dan berdasarkan supremasi hukum, yang menjamin hak asasi manusia, kebebasan berbicara, serta kebebasan beragama. Dia secara langsung menantang kedaulatan Kanada, sistem peradilan Kanada, serta kewenangan kepolisian Kanada.”

Saksi dan praktisi Falun Gong di Toronto, Nora Geng: “Ketika dia pergi, dia menggunakan mobil. Jelas terlihat bahwa ini kemungkinan merupakan tindakan yang sistematis dan telah dipersiapkan sebelumnya. Dari pakaiannya hingga bahasanya, semuanya menunjukkan seolah-olah dia merupakan bagian dari kelompok yang terlatih.”

Di lokasi juga terdapat seorang pria lain yang terus mengikuti dan merekam kejadian tersebut.

Saat serangan berlangsung, warga yang kebetulan melintas turut membantu menghentikannya.

Warga di lokasi: “Ini Kanada! Pergi!”

Para praktisi Falun Gong kemudian segera menghubungi polisi. Beberapa petugas tiba di lokasi, mendengarkan keterangan dari pihak-pihak yang terlibat dan mengumpulkan bukti.

Saat ini, penyelidikan polisi terhadap kejadian tersebut masih berlangsung.

Seorang pria menyerang seorang praktisi Falun Gong yang sedang merekam aksinya ketika pria tersebut secara paksa mencopot spanduk milik praktisi di trotoar umum di luar Konsulat Tiongkok di Toronto pada 22 September 2026. Tangkapan layar/Dok.
Petugas Toronto Police Service menyelidiki lokasi di luar Konsulat Tiongkok di Toronto, tempat praktisi Falun Gong diserang dan spanduk mereka dicopot secara paksa oleh seorang pria yang mengenakan jaket bergambar bendera Tiongkok pada 22 September 2026. Dok.

Nora Geng: “Kali ini polisi sendiri juga mengatakan bahwa kasusnya cukup serius. Karena Xi Jinping akan mengunjungi Amerika Serikat, PKT, sebelum benar-benar kehilangan kekuatannya, sedang mengeluarkan tindakan jahat terakhirnya.”

Sheng Xue: “Saya benar-benar menyerukan kepada pemerintah Kanada agar dalam kasus ini segera menemukan orang tersebut, menangkapnya, dan menjalankan proses hukum yang serius.”

The Epoch Times menghubungi Global Affairs Canada untuk meminta tanggapan. Lembaga tersebut kemudian mengarahkan pertanyaan itu kepada Public Safety Canada. Departemen tersebut mengatakan bahwa pemerintah Kanada memandang serius campur tangan asing dan represi transnasional.

Departemen itu menambahkan bahwa Kantor Koordinator Nasional Penanggulangan Campur Tangan Asing (Office of the National Counter Foreign Interference Coordinator) memimpin upaya untuk membangun “ketahanan masyarakat melalui keterlibatan yang berkelanjutan dengan mitra di dalam negeri maupun internasional,” sementara lembaga-lembaga keamanan memantau tindakan campur tangan asing dan represi transnasional.

“Secara khusus, Royal Canadian Mounted Police (RCMP) menyelidiki laporan mengenai campur tangan asing, terlepas dari negara asalnya, termasuk campur tangan dalam pemilu, represi transnasional, aktivitas siber berbahaya, dan manipulasi informasi,” kata juru bicara Tim Warmington melalui email. Departemennya juga membawahi RCMP.

“RCMP memandang sangat serius ancaman terhadap keamanan individu yang tinggal di Kanada dan ingin meyakinkan semua orang bahwa fokus utama kami selalu pada keselamatan dan perlindungan masyarakat.”

Tahun lalu, sekelompok 65 anggota parlemen Kanada menandatangani petisi yang mengecam represi transnasional Beijing terhadap praktisi Falun Gong di Kanada.

Falun Gong, yang juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah sebuah latihan meditasi yang berlandaskan prinsip Sejati, Baik, dan Sabar (truthfulness, compassion, and tolerance). Praktik ini telah mengalami penganiayaan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) di Tiongkok sejak Juli 1999. Menurut Falun Dafa Information Center yang berbasis di Washington, para pejabat PKT memandang popularitas luas dari praktik damai tersebut sebagai ancaman terhadap kendali totaliter rezim.

Himpunan Falun Dafa Kanada menerbitkan sebuah laporan pada 2025 yang mendokumentasikan berbagai kasus penyerangan fisik dan verbal, intimidasi, pelecehan, serta pengucilan sosial terhadap praktisi Falun Gong di Kanada yang dikaitkan dengan rezim komunis Tiongkok.

“Yang menjadi perhatian khusus terkait represi transnasional PKT … di Kanada adalah bahwa tindakan tersebut terus berlangsung melalui pengawasan, intimidasi, dan pelecehan terhadap praktisi Falun Gong oleh PKT dan para proksinya. Tindakan tersebut terjadi di kota-kota seperti Toronto dan Montreal, termasuk di lokasi-lokasi … yang secara rutin dikunjungi para praktisi untuk meningkatkan kesadaran mengenai penganiayaan terhadap praktik mereka di Tiongkok,” demikian bunyi laporan tersebut.

Laporan itu menambahkan bahwa terdapat banyak kasus praktisi yang diserang di lokasi-lokasi tersebut.

“Campur tangan dan represi ini merupakan perpanjangan dari kampanye PKT untuk memberantas Falun Gong di Tiongkok, yang dimulai pada Juli 1999 dan terus berlangsung hingga saat ini,” kata laporan tersebut.

Sumber : The Epoch Times/NTD Kanada

INSPIRASI ERABARU

Perlambat Makan, Nikmati Hidangan Anda Sebaik-baiknya

Shoba Rajamani Anda sibuk, terlalu banyak bekerja, dan mengalami stres. Terkadang Anda bahkan hampir tidak menyadari apa yang sedang Anda makan—atau siapa yang duduk di...

Bayangan Kelinci di Bulan: Legenda Kuno yang Mendunia

 Chen Jing Ketika orang Jepang memandang bulan, mereka sering membayangkan seekor kelinci. Menjelang Festival Pertengahan Musim Gugur, gambaran bulan, kelinci, dan pohon mokusei (pohon osmanthus)...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine