EtIndonesia com Setelah pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Jinping tiba di Washington pada 23 September malam, sejumlah besar kelompok demonstran telah terlebih dahulu berkumpul di lokasi. Sebagian membawa bendera hitam dan mengusung peti mati berbahan kertas sebagai simbol “mengantar pemakaman” bagi Xi Jinping dan PKT. Mereka menyerukan “Akhiri PKT, adili Xi Jinping.”
Demonstran bernama Feng Ren menulis di platform X pada 23 September: “Saya tidak menentang hubungan normal antara Tiongkok dan Amerika Serikat, dan saya juga tidak menentang orang lain menyambut Xi Jinping. Namun, saya juga memiliki hak untuk menentang cara pemerintahan politik yang diwakilinya.”
“Saya telah tinggal di Tiongkok selama puluhan tahun dan tahu bagaimana rasanya ketika orang biasa tidak berani mengkritik kekuasaan secara terbuka. Hari ini saya datang ke Amerika Serikat. Jika saya masih memilih diam karena rasa takut, lalu apa arti saya datang ke masyarakat yang bebas?”
“Jika orang lain menyambut Xi Jinping, itu adalah kebebasan mereka; jika saya berdiri untuk melakukan protes, itu juga merupakan kebebasan saya.”
中共代表团在部长李成钢的带领下已率先抵达华盛顿DC。
— 民主之声|Ende Chen (@EndeChenX) September 23, 2026
代表团所到之处,抗议声不断。沿途不断有人高喊:
“Shame on you!”
“共产党滚出美国!”
抗议者一路表达不满,中共代表团犹如过街老鼠,人人喊打!
前方记者蔡小丽报道。 pic.twitter.com/S6U8yhe4W7
Sebelum Xi Jinping tiba di Amerika Serikat, pada 20 September, sejumlah kelompok demokrasi mengadakan aksi pawai untuk memprotes kunjungan Xi Jinping ke AS di Flushing, Queens. Mereka mengusung peti mati bertuliskan “mengantar pemakaman PKT” dan membawanya melewati pusat Flushing, komunitas Tionghoa terbesar di New York.
Sumber : NTDTV.com
















