Agen PKT dengan Menutup Wajah Bertebaran di Lokasi Pertemuan Trump–Xi, Melakukan Kekerasan Secara Terang-terangan dan Menuai Kecaman

Selama pertemuan Trump–Xi di Washington yang baru saja berakhir, terjadi sejumlah insiden penyerangan terhadap warga keturunan Tionghoa yang melakukan aksi protes, yang diduga dilakukan oleh agen-agen Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang mengenakan penutup wajah. Tindakan mereka yang dilakukan secara terang-terangan mengejutkan publik dan memicu berbagai pembahasan serta kecaman.

EtIndonesia.com Selama kunjungan pemimpin PKT Xi Jinping ke Amerika Serikat, para aktivis anti komunis dan aktivis pro-demokrasi juga terus menggelar aksi protes di berbagai lokasi. Selain diduga mengeluarkan uang untuk mengerahkan sejumlah besar warga Tionghoa ke lokasi untuk melakukan aksi “penyambutan”, PKT juga diduga mengerahkan sejumlah besar agen yang membawa “senjata untuk menjaga stabilitas” dan menyusup di tengah kerumunan.

Yang Lei, anggota Partai Demokrasi Tiongkok, mengatakan: “Mereka (agen PKT) datang melalui berbagai jalur. Mereka adalah personel profesional, berjalan bolak-balik dan terus mengawasi setiap gerak-gerik semua orang.”

Xu Jiankang, anggota Partai Demokrasi Tiongkok, mengatakan: “Kami juga pergi ke depan hotel tempat Xi Jinping menginap. Mereka juga merupakan orang-orang yang pro-PKT. Beberapa dari mereka, jika dilihat sekilas, tampak seperti agen; mereka mengenakan kacamata hitam dan masker.”

Menurut unggahan dan video yang dirilis oleh orang-orang yang berada di lokasi, para agen PKT tersebut umumnya mengenakan topi baseball, pakaian berwarna gelap, masker, dan kacamata hitam. Sebagian dari mereka juga membawa payung hitam yang biasa digunakan dalam operasi “menjaga stabilitas” oleh PKT serta berbagai perlengkapan lainnya. Mereka disebut terus memantau para demonstran dan melakukan tindakan kekerasan untuk menekan mereka, dengan tindakan yang kasar dan terang-terangan.

BACA JUGA : Agen PKT dengan Penutup Wajah Mengepung Demonstran Anti Komunis Selama Pertemuan Trump-Xi Jinping Hingga Dijatuhkan oleh Prajurit AS

Sebuah video yang beredar di internet pada 24 September menunjukkan bahwa di luar Museum Seni Asia Nasional Smithsonian, seorang pria yang melakukan protes setelah mengangkat spanduk dan meneriakkan slogan anti komunis diseret keluar dari kerumunan oleh beberapa orang yang diduga agen PKT. 

Tiga anggota militer Amerika Serikat kemudian turun tangan dan menyelamatkan demonstran tersebut. Sebagian dari orang-orang yang diduga agen PKT bahkan berusaha melawan petugas penegak hukum.

Selain itu, pada 23 September, pemimpin PKT Xi Jinping dan istrinya tiba di Pangkalan Bersama Andrews di pinggiran Washington. Di luar pangkalan, kelompok “penyambutan” yang diduga dikerahkan PKT dan para aktivis pro-demokrasi terlibat bentrokan. Seorang pendukung PKT bahkan menggunakan pengeras suara dan berulang kali berteriak, “Falun Gong memukul orang!”, yang dituding sebagai upaya memfitnah Falun Gong.

“Semua orang datang untuk melakukan protes secara damai. Kami tahu bahwa mereka adalah orang-orang yang disewa PKT. Mereka datang dengan bus; mereka menyewa lebih dari sepuluh bus. Mereka ditempatkan di setiap persimpangan. Jumlah mereka berkali-kali lipat lebih banyak daripada kami,” ujar Yang Lei. 

“Mereka mematuhi perintah PKT dan merupakan agen PKT di luar negeri. Mereka sengaja datang untuk membuat keributan. Setelah memukuli kami dan membuat kerusuhan, mereka kemudian menyalahkan Falun Gong. Mereka juga tahu bahwa kami adalah Partai Demokrasi, bukan Falun Gong. Falun Gong bahkan tidak datang ke lokasi,” katanya. 

Xu Jiankang mengatakan: “Sebenarnya, dia sengaja menyuruh seorang perempuan maju ke depan untuk menyerang. Tujuannya adalah agar kami tidak dapat melakukan protes di sana. Setelah itu, sekelompok besar orang yang tampak seperti preman datang dari belakang untuk memukuli anggota partai kami.”

Selain itu, pada dini hari 25 September, para aktivis pro-demokrasi pergi ke luar tembok Kedutaan Besar Tiongkok di Washington untuk memproyeksikan slogan-slogan anti komunis. Mereka kemudian diduga mengalami kekerasan yang dilakukan oleh agen PKT dan petugas keamanan kedutaan, sehingga beberapa orang terluka.

Video-video terkait juga menarik perhatian masyarakat Amerika. Dua pembawa acara Amerika menerbitkan video berjudul “Gestapo Rahasia PKT Menyerang Warga Amerika”, yang mengungkap dugaan tindakan kekerasan agen PKT terhadap para demonstran selama pertemuan Trump–Xi. Video tersebut telah ditonton lebih dari 260.000 kali.

Laporan: Guo Yuexi dan Yi Ru, NTD Television

INSPIRASI ERABARU

Terlalu Banyak Kegiatan Bisa Membebani Anak, Saatnya Menata Ulang Jadwal Mereka

Jadwal yang penuh tidak selalu berarti masa kanak-kanak yang penuh pengalaman jika hal itu justru menyisakan sedikit waktu untuk kehidupan keluarga yang paling berartiAnnie...

Jangan Terjebak Lautan Nasihat Parenting, Percayalah pada Naluri Anda

Setiap orang, bahkan bibi mereka di Instagram, punya pendapat tentang cara membesarkan anak. Namun, tidak ada yang mengenal anak Anda seperti Anda sendiriWalker LarsonSi...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine