Setelah Pejabat Korup Mongolia Dalam yang Terlibat Kasus Setara Rp 7,75 Triliun Dieksekusi Mati, Putranya Mengganti Nama dan Bersembunyi di Eropa

Dua tahun setelah Li Jianping, yang disebut sebagai pejabat paling korup di Mongolia Dalam, dieksekusi mati, putranya Li Suchao, yang telah masuk daftar pencarian, masih belum ditangkap. Menurut informasi yang beredar, ia telah mengganti nama dan bersembunyi di Eropa bersama istrinya. Baru-baru ini, Siprus membekukan properti milik Li Suchao di negara tersebut yang nilainya mencapai lebih dari 100 juta yuan (RMB).

EtIndonesia.com Li Jianping pernah menjabat sebagai Sekretaris Komite Partai Zona Pengembangan Ekonomi dan Teknologi Hohhot, Mongolia Dalam. Ia didakwa melakukan korupsi sebesar 3,1 miliar yuan dan dieksekusi mati dua tahun lalu.

Meskipun hanya merupakan pejabat tingkat biro, jumlah uang yang terkait dalam kasusnya disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah kasus korupsi PKT. Nilainya bahkan lebih besar daripada gabungan kasus Lai Xiaomin, mantan ketua China Huarong Asset Management (1,7 miliar yuan), dan Zhao Zhengyong, mantan Sekretaris Komite Partai PKT Provinsi Shaanxi (717 juta yuan). Karena itu, kasus tersebut disebut sebagai “kasus antikorupsi terbesar di Mongolia Dalam.”

Putra Li Jianping, Li Suchao, sebelumnya merupakan salah satu eksekutif perusahaan pengembang properti Inner Mongolia Dongsheng Real Estate Development Co., Ltd.

Pada September 2018, dua bulan setelah Li Jianping ditangkap, Departemen Keamanan Publik Daerah Otonom Mongolia Dalam secara terbuka mengeluarkan pengumuman hadiah bagi siapa pun yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkapannya.

Pada 25 Juni 2020, Interpol mengeluarkan Red Notice terhadap Li Suchao.

Namun, Li Suchao disebut telah melarikan diri ke luar negeri dan hingga kini belum kembali.

Menurut laporan media Tiongkok Caixin, sebelum Li Jianping ditangkap, Li Suchao telah membantu ayahnya memindahkan sebagian dana hasil korupsi ke luar negeri. Pada 2016, ia mengajukan prosedur untuk memperoleh kewarganegaraan melalui investasi di negara pulau Mediterania, Siprus. Salah satu investasinya adalah pembelian sebuah rumah mewah penthouse di tepi pantai.

Nilai yang tercantum dalam kontrak pembelian properti tersebut mencapai 14,5 juta euro (sekitar 110 juta yuan). Nama pembeli dalam kontrak adalah Li Jianping dan putranya, Li Suchao.

Li Suchao kini berusia 36 tahun. Istrinya, Gao Ran, merupakan teman sekelasnya di Fakultas Keuangan Renmin University of China. Berdasarkan informasi yang tersedia untuk publik, Gao Ran pernah bekerja di Deloitte Beijing dan China Investment Securities (Hong Kong).

Pada Maret 2017, Li Suchao dan istrinya mengajukan perubahan nama di Siprus. Li Suchao mengganti namanya menjadi Leonidas Loucas, sementara Gao Ran mengganti namanya menjadi Rhea Loucas.

Pada Oktober 2022, kabinet Siprus memutuskan untuk mencabut kewarganegaraan mereka dengan alasan Li Suchao menjadi buronan internasional terkait kejahatan serius. Li Suchao kemudian mengajukan keberatan, tetapi hasil keputusan publik terkait keberatan tersebut belum tersedia.

Menurut laporan, saat ini yang dibekukan baru dua properti. Apakah Li Suchao masih memiliki simpanan, surat berharga, kepemilikan saham perusahaan, atau aset lainnya di Siprus, Uni Emirat Arab, maupun wilayah Eropa lainnya masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

Pihak berwenang Siprus baru-baru ini menyatakan bahwa keberadaan Li Suchao saat ini tidak diketahui. Sementara itu, informasi registrasi perusahaan menunjukkan bahwa Rhea Loucas (Gao Ran) saat ini tinggal di Swiss.

Setelah kasus Li Suchao mencuat, istrinya, Gao Ran, secara bertahap mulai tampil dalam berbagai kegiatan bisnis di luar negeri dengan identitas barunya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Gao Ran dengan nama Rhea Loucas mendirikan platform permainan elektronik PlanetPlay dan perusahaan data kecerdasan buatan Worldmodeldata.

Dalam wawancara dengan Forbes pada 2023, ia mengatakan bahwa PlanetPlay pada awalnya didanai oleh “kantor keluarga kami”, tetapi tidak mengungkapkan sumber dana tersebut.

Informasi registrasi perusahaan menunjukkan bahwa saat ini ia tinggal di Kanton Zug, Swiss.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Terlalu Banyak Kegiatan Bisa Membebani Anak, Saatnya Menata Ulang Jadwal Mereka

Jadwal yang penuh tidak selalu berarti masa kanak-kanak yang penuh pengalaman jika hal itu justru menyisakan sedikit waktu untuk kehidupan keluarga yang paling berarti Annie...

Jangan Terjebak Lautan Nasihat Parenting, Percayalah pada Naluri Anda

Setiap orang, bahkan bibi mereka di Instagram, punya pendapat tentang cara membesarkan anak. Namun, tidak ada yang mengenal anak Anda seperti Anda sendiri Walker Larson Si...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine