Kasus serangan terhadap praktisi Falun Gong di Kanada yang diduga melibatkan agen Partai Komunis Tiongkok (PKT) terus berkembang. Media lokal Rebel News meluncurkan petisi untuk mengidentifikasi pelaku, mendorong penutupan kantor polisi PKT di Kanada, serta menyerukan agar konsulat PKT diusir dari Kanada.
EtIndonesia.com Media berita daring Kanada Rebel News menaruh perhatian pada kasus penyerangan terhadap praktisi Falun Gong. Baru-baru ini, media tersebut meluncurkan petisi yang ditujukan kepada Perdana Menteri Kanada Mark Carney.
Dalam petisi tersebut disebutkan: “Ini adalah tindakan represi transnasional yang terjadi di wilayah Kanada, bukan sebuah insiden yang berdiri sendiri. PKT mendirikan apa yang disebut sebagai kantor polisi di Toronto, Vancouver, dan Montreal dengan tujuan melacak, mengintimidasi, dan menekan warga Kanada keturunan Tionghoa.”

Petisi tersebut menyerukan agar pria yang diduga terlibat dalam serangan tersebut diidentifikasi dan dituntut, kemudian dideportasi. Petisi itu juga meminta agar setiap diplomat PKT yang terlibat dalam tindakan intimidasi diusir dari Kanada, serta seluruh kantor polisi PKT ditutup secara permanen.
Praktisi Falun Gong mengatakan kepada Rebel News bahwa ini bukan pertama kalinya mereka mengalami serangan di luar konsulat PKT. Namun, kali ini aksi tersebut terekam dalam video dan kemudian tersebar luas di internet.
Hingga saat ini, video terkait penyerangan tersebut telah ditonton lebih dari 2 juta kali.

Komentator internet terkenal “Gongzi Shen” mengatakan kepada The Epoch Times bahwa jika pemerintah terus tidak memberikan respons, tidak mengecam ataupun memberikan sanksi terhadap tindakan tersebut, dikhawatirkan insiden serupa dapat semakin meningkat.
Sementara itu, aktivis demokrasi Tiongkok di Kanada Sheng Xue turut membagikan informasi tersebut pada Rabu dan menyerukan kepada masyarakat untuk menandatangani petisi.
Dalam petisinya, Rebel News menyatakan: “Warga Kanada keturunan Tionghoa juga merupakan warga Kanada. Ini adalah Kanada, bukan Beijing.”
Laporan gabungan reporter NTDTV, An Qi dan Zhao Jialin.


