Jawa Timur Tawarkan 28 Proyek Investasi Rp73,77 Triliun, Siap Jadi Gerbang Baru Nusantara

East Java Investment Forum 2026 resmi dibuka, menggabungkan pameran Jatim Fest, bisnis matching, hingga peluncuran logo Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur

SURABAYA – Jawa Timur kembali menegaskan posisinya sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui East Java Investment Forum (EJIF) 2026 yang berkolaborasi dengan Jatim Fest, provinsi ini menawarkan 28 proyek investasi siap tawar dengan total potensi mencapai Rp73,77 triliun.

Acara yang berlangsung di Grand City Convex, Surabaya, ini mengusung tema “Empowering East Java as Indonesia’s New Growth Engine through Strategic and Sustainable Investment”. Hadir dalam pembukaan, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim, Plt. Kepala OJK Jawa Timur Horas VM Tarihoran, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adi Karyono, sejumlah bupati/walikota, investor, serta perwakilan negara sahabat.

28 Proyek, Rp2,4 Triliun MoU

Dalam laporannya, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adi Karyono menyampaikan bahwa EJIF 2026 menawarkan 28 proyek investasi yang tersebar di sektor manufaktur, pariwisata dan pengembangan kawasan, infrastruktur, serta agroindustri.

“Total potensinya Rp73,77 triliun. Ini bukan sekadar komitmen, tetapi sudah masuk tahap kontraktual,” ujarnya.

Sampai siang hari, tercatat 12 penandatanganan MoU/LOI dengan nilai investasi Rp2,4 triliun. Sementara Jatim Fest menargetkan transaksi Rp20 miliar dan telah mencapai Rp7,1 miliar. Pameran ini diikuti sekitar 312 stan dan diproyeksikan dihadiri 800 peserta.

Jatim Punya Modal Kuat

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menegaskan bahwa investasi bukan sekadar mendatangkan modal. “Ada nilai lebih: mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan,” katanya.

Ia memaparkan, di tengah ketidakpastian global, ekonomi Indonesia masih tumbuh sekitar 5,11% dengan inflasi terkendali. Cadangan devisa Agustus 2026 mencapai US$146,5 miliar, cukup untuk membiayai lebih dari lima bulan impor.

Untuk Jawa Timur, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,84%—tertinggi di Pulau Jawa. Inflasi per 1 Oktober 2026 sebesar 3,33%, masih dalam koridor target. Porsi investasi terhadap PDRB Jawa Timur 27,15%, sementara fiskal daerah sekitar 4%.

“Investment continuity perlu dibarengi fiscal sustainability. Kita juga dorong creative financing seperti KPBU dan municipal bond,” jelas Ibrahim.

OJK: Literasi Naik, Inklusi Jaga Gap

Plt. Kepala OJK Jawa Timur, Horas VM Tarihoran, menyoroti indeks literasi keuangan Jawa Timur yang mencapai 72,07%, lebih tinggi dari nasional 69,57%. Namun indeks inklusi keuangan Jawa Timur 91,86%, sedikit di bawah nasional 93,61%.

“Ada gap. Masyarakat sudah punya akses, tapi belum sepenuhnya paham risiko. Ini yang rawan terhadap penipuan, investasi ilegal, dan judi online,” peringatnya.

OJK bersama industri jasa keuangan menggelar Pojok Keuangan Rakyat pada 30 September–4 Oktober 2026. Masyarakat bisa berkonsultasi, mengecek SLIK, hingga mengadu. OJK juga menginisiasi program pengembangan ekonomi daerah berbasis susu sapi perah di Malang Raya.

Danantara: Crowding In, Bukan Crowding Out

Dari sisi pendanaan, Head of Macro Office Chief Economist Danantara, Bara Kukuh Mamia, menjelaskan bahwa Danantara adalah sovereign wealth fund dengan dual mandate: return dan dampak strategis.

“Danantara tidak crowding out investasi swasta. Kami justru crowding in. Tujuan utamanya bukan kontrol, tapi produktivitas dan efisiensi,” tegasnya.

Di Jawa Timur, Danantara menyoroti hilirisasi tembaga dan timah, industri garam di Segoromadu/Manyar, bioetanol di Banyuwangi, serta waste-to-energy yang mungkin menyasar Surabaya dan Malang. Danantara juga menjajaki pelatihan semiconductor dan AI bagi mahasiswa ITS.

Kadin: Potensi Tak Cukup, Butuh Kesiapan Bisnis

Ketua Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, mengingatkan bahwa investor tidak hanya melihat potensi, tetapi kesiapan bisnis. “Lahan, perizinan, listrik, air, gas, SDM, hingga ekosistem lokal harus jelas,” ujarnya.

Ia mengusulkan agenda 90 hari: 0–30 hari mencatat inquiry investor, 30–60 hari verifikasi kesiapan, 60–90 hari fasilitasi deal. “Yang dibutuhkan investor setelah forum ini adalah penanggung jawab jelas, data jelas, tanggal jelas, dan eskalasi yang jelas,” tegasnya.

BKPM: Proyek Harus Bankable dan Berkelanjutan

Staf Khusus Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Didi Apriadi, memaparkan empat kunci: kriteria investable, peningkatan IPRO (investment project ready to offer), skema pembiayaan dan kemitraan, serta keberlanjutan/ESG.

“Proyek harus bankable. Kalau sudah bankable, investor lebih mudah masuk,” jelasnya. Ia menyebut sembilan sektor prioritas, termasuk energi baru terbarukan, industrialisasi, ketahanan pangan, semiconductor, ekonomi digital, manufaktur berorientasi ekspor, kesehatan, IKN, dan pendidikan vokasi.

Didi juga mengapresiasi Jawa Timur yang meraih peringkat kedua Anugerah Investasi Indonesia. “Surabaya juga nomor dua. Kalau Surabaya dan Jawa Timur kompak, bukan tidak mungkin tahun depan jadi nomor satu,” optimistisnya.

Peluncuran Logo 81 Tahun Jawa Timur

Di akhir acara, dilakukan peluncuran logo Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Pemenang sayembara logo: juara pertama Noki Tri Hararyadi (Surabaya), juara kedua Fahri Muhammad (Solok, Sumatera Barat), dan juara ketiga Alga Selmadi (Trenggalek).

Juga diumumkan pemenang kompetisi Cerdas Investasi Volume 2 Tahun 2026. Juara pertama Gabriel Emanuel dari Galeri Investasi BEI ITS Vokasi, disusul Jason Surya (Universitas Ciputra) dan M. Thur Rom Rani (FEBI UINSA).

Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menutup dengan pesan optimisme. “Dunia tidak sederhana, tetapi optimisme itu bagaikan simfoni orkestra. Semua elemen harus yakin dan bergerak bersama,” ujarnya.

Dengan semangat Jawa Timur, Gerbang Baru Nusantara, EJIF 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai forum. Ia harus menjadi titik tolak investasi yang nyata, berkelanjutan, dan membawa manfaat bagi masyarakat Jawa Timur dan Indonesia.

INSPIRASI ERABARU

Terlalu Banyak Kegiatan Bisa Membebani Anak, Saatnya Menata Ulang Jadwal Mereka

Jadwal yang penuh tidak selalu berarti masa kanak-kanak yang penuh pengalaman jika hal itu justru menyisakan sedikit waktu untuk kehidupan keluarga yang paling berartiAnnie...

Jangan Terjebak Lautan Nasihat Parenting, Percayalah pada Naluri Anda

Setiap orang, bahkan bibi mereka di Instagram, punya pendapat tentang cara membesarkan anak. Namun, tidak ada yang mengenal anak Anda seperti Anda sendiriWalker LarsonSi...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine