Aksi Protes di Prancis Meningkat, Pelajar Nyalakan Api Hingga Melempar Berbagai Benda ke Aparat, Aksi Meluas ke 735 Sekolah

EtIndonesia.com Para siswa sekolah menengah atas di Prancis menyalakan api dan melemparkan benda ke arah polisi pada Jumat (2 Oktober), sementara polisi membalas dengan menembakkan gas air mata. Pada saat yang sama, para aktivis menyerukan digelarnya aksi unjuk rasa baru, sehingga gerakan yang menuntut perbaikan kondisi pendidikan semakin meningkat.

Menurut laporan AFP, gerakan ini mulai merebak dari wilayah Paris pada September lalu, kemudian menyebar ke seluruh Prancis. 

Para pelajar mengatakan bahwa mereka menghabiskan terlalu banyak waktu di sekolah dan kondisi belajar tidak memadai, termasuk ruang kelas yang terlalu panas serta seringnya guru dan staf pendidikan tidak hadir.

Selama aksi protes, para siswa di tingkat akhir sekolah menengah atas memblokade pintu masuk sekolah dan terlibat bentrokan dengan polisi.

Pada 2 Oktober, serikat pekerja dan organisasi mahasiswa menyerukan kepada para demonstran untuk terus memberikan tekanan kepada pemerintah dan menggelar aksi unjuk rasa baru pada 6 oktober mendatang.

“Para pelajar sekolah menengah berharap pemerintah mengajukan langkah-langkah konkret, tetapi hingga saat ini kami belum melihat hasil apa pun,” ujar Ketua Serikat Pelajar Sekolah Menengah (USL), Ryad Rani. 

Tempat sampah yang terguling menghalangi sebuah jalan di Saint-Denis, Prancis, sementara para aktivis Antifa yang mengenakan masker berdiri di dekat barikade pada 1 Oktober 2026. Etienne Fauchaire/The Epoch Times

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengatakan bahwa pada 2 Oktober sebanyak 1.747 orang ditangkap. Sebagian dari mereka, katanya, “melemparkan benda, menyerang aparat penegak hukum, guru, wartawan, dan pejalan kaki.”

Pemerintah Prancis mengatakan bahwa para siswa sekolah menengah yang umumnya berusia belasan tahun berhak menyuarakan ketidakpuasan mereka, tetapi pemerintah mengecam tindakan kekerasan, termasuk ketika sekelompok pemuda mengejar, menendang, memukul, dan mengeroyok polisi.

Pejabat mengatakan bahwa di La Ciotat, Prancis selatan, seorang guru disiram bensin oleh dua orang dan kemudian diserang secara fisik.

Para pengunjuk rasa duduk di atas tempat sampah yang ditumpuk di luar Lycée Jacques-Decour di Paris, sambil memegang pengeras suara, dalam aksi blokade sekolah pada 1 Oktober 2026. Etienne Fauchaire/The Epoch Times

Kejaksaan Kota Tours mengatakan pada 2 Oktober bahwa seorang pemuda yang terluka mengalami kebutaan pada mata kanannya. Pemerintah daerah setempat mengatakan bahwa pemuda tersebut terluka ketika terjadi bentrokan antara pelajar dan polisi pada 30 September.

“Gerakan pelajar sekolah menengah telah dibajak oleh kelompok-kelompok ekstrem yang berada di pinggiran dan menggunakan kekerasan,” kata Menteri Pendidikan Edouard Geffray. 

Setelah bertemu dengan para aktivis, ia mengatakan bahwa dari sekitar 3.700 sekolah di seluruh Prancis, sebanyak 735 sekolah “terdampak dalam tingkat tertentu” pada 2 Oktober. Jumlah tersebut turun 30% dibandingkan sehari sebelumnya.

Ia mengatakan tiga tenaga pendidik mengalami luka-luka, sementara pada 1 Oktober terdapat 31 orang yang terluka. Pemerintah juga akan meluncurkan rencana aksi untuk “mempercepat penggantian” guru yang tidak hadir.

Pemilih Prancis akan menggelar pemilihan presiden dalam tujuh bulan mendatang, dan gelombang protes ini telah menimbulkan dampak politik.

Pemerintah menuduh gerakan politik sayap kiri France Unbowed (La France Insoumise) sebagai dalang di balik aksi protes tersebut. Pemimpin faksi radikal partai itu, Jean-Luc Mélenchon, akan kembali mencalonkan diri sebagai presiden.

Sementara itu, Manuel Bompard, salah satu petinggi France Unbowed, menuduh pemerintah “terjebak dalam teori konspirasi”.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Terlalu Banyak Kegiatan Bisa Membebani Anak, Saatnya Menata Ulang Jadwal Mereka

Jadwal yang penuh tidak selalu berarti masa kanak-kanak yang penuh pengalaman jika hal itu justru menyisakan sedikit waktu untuk kehidupan keluarga yang paling berarti Annie...

Jangan Terjebak Lautan Nasihat Parenting, Percayalah pada Naluri Anda

Setiap orang, bahkan bibi mereka di Instagram, punya pendapat tentang cara membesarkan anak. Namun, tidak ada yang mengenal anak Anda seperti Anda sendiri Walker Larson Si...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine